Sebetulnya sekaranglah saat yang tepat untuk menangkarkan Murai Batu, dari hasil pemantauan kami langsung kehabitatnya memang keberadaan MB baik yang dewasa (bakalan, muda hutan) maupun trotolan/anakan dari tahun ke tahun selalu cenderung menurun, terutama di tahun 2012 ini menurunnya cenderung signifikan. Ini bisa dilihat dari harga-hrga MB di semua pasar burung yang cenderung naik, sebagai contoh saja pasokan trotolan MB hasil tangkapan hutan yang sampai hari ini masih tersendat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kalau pasokan anakannya tersendat berarti indukannya juga semakin berkurang dan otomatis harganya akan meningkat (hukum ekonomi).

Jadi marilah kita mencoba menangkar MB di lahan-lahan rumah kita yang menganggur. Menangkar MB tidaklah teramat susah seperti banyak yang diperbincangkan, tidak perlu kandang yang mewah, tidak perlu kandang yang besar, yang terpenting nyaman untuk si burung dan bebas dari hama/predator seperti semut, tikus, kupu putih/kupu gatal dan sejenisnya. SKL BF siap mendukung dan berbagi pengalaman bagi semua pihak, baik individu maupun Instansi, yang berniat menangkar MB.

Beberapa tips ringan menangkar Murai Batu:

1. Menyiapkan Kandang Penangkaran:

Sebagai langkah pertama akan lebih baik menyiapkan kandang penangkaran terlebih dahulu dari pada membeli indukan MB, jadi  jangan terbalik. Intinya, jika kandang ternak kita sudah siap untuk membeli indukan MB bisa setiap saat dan kita tidak bingung lagi untuk penempatannya. Ukuran kandang tidak usah yang terlalu besar demi penghematan lahan yang ada, lebarnya cukup 90 cm saja selebar ukuran kawat ram yang ada supaya tidak membuang-buang material, panjang  juga cukup 180 cm (2 kali lebar kawat ram) yang terpenting adalah tingginya minimal 3 kali lebar kawat ram yaitu 270 cm atau apabila memungkinkan 3,5 lebar kawat ram 315 cm. Mengapa semakin tinggi akan lebih baik??? Semua burung untuk membela diri pasti akan terbang keatas, jadi ditempat ketinggian mereka akan merasa lebih aman.

Material dinding kandang paling ideal memakai batu bata, dimana bagian luarnya di plester hingga di aci (permukaan dinding halus di lapisi semen) agar supaya predator misal kucing, tikus tidak bisa naik ke kandang. Bagian dalam dinding kandang ternak tidak usah di plester untuk menghindari hawa panas semen. Bagian bawahnya/alas kandang ternak lebih baik diplester pada kedalaman sekitar 30-50 cm untuk menghindari semut atau datangnya tikus dari bawah, baru setelah itu kita urug lagi dengan tanah agar supaya bisa ditanami tanaman, lapisan paling atas kita urug dengan pasir agar supaya lebih mudah membersihkan kotoran si burung. Disekitar kandang dibikin kanal/parit/selokan kecil selebar 15-20 cm untuk menghindari semut, tikus dan sejenisnya. Meskipun kita sudah sedemikian rupa mengantisipasi datangnya semut jangan bingung kalau masih tetap melihat semut berjalan pada dinding kandang ternak kita. He..he. Yah terpaksa kita atasi masalah ini manual saja.

Tempat makanan dan minuman burung usahakan sedekat mungkin dengan pintu “alternatif” supaya gampang terjangkau oleh tangan kita sehingga kita bisa cepat kerjanya, usahakan pintu utama kandang jarang digunakan jika tidak ada masalah yang darurat, otomatis kemungkinan musibah burung terbang akan lebih kecil pula. Atap kandang (untuk kandang ternak outdoor) bisa dari genteng atau asbes, untuk membantu penyerapan panas bisa ditambahkan diatas atapnya ijuk atau daun kelapa, jangan dibawah atap antara kawat ram bagian atas dan atapnya, dikhawatirkan menjadi sarang semut. Tempat mandi burung cukup dari nampan plastik saja supaya gampang untuk membersihkannya.

2. Memilih Indukan:

Untuk memilih indukan MB harus ekstra hati-hati karena dari sinilah awal nama penangkaran kita dipertaruhkan. Meskipun sebagai penangkar pemula (kalau memang budgetnya memungkinkan) kami sarankan lebih baik langsung memburu indukan-indukan yang istimewa karena biaya operasionalnya tetap sama antara menangkarkan indukan standar maupun indukan istimewa termasuk capeknya juga yah sama. Untuk pemilihan indukan MB jantan prioritaskan keunggulan mentalnya dahulu baru kemudian suara/volume si burung tersebut. Percuma saja seekor MB jantan memiliki suara dahsyat tanpa dibarengi mentalnya yang istimewa karena kelak nanti dilapangan suara dahsyatnya tidak akan dikeluarkan alias banyak membisunya, menurut hemat kami lebih baik yang suaranya cukup tembus saja tapi mental tempurnya yang tinggi. Biasanya MB yang kayak gini durasi kerja dilapangannya optimal.

Tentunya akan lebih afdol lagi apabila kita mendapatkan MB yang memenuhi kedua kriteria tersebut diatas. Kalau kita sudah mendapatkan MB yang typikal suaranya sudah bisa di dengar dan mental tempurnya sudah terdeteksi seberapa hebatnya maka penerapan “katurangga” dalam hal ini bisa dilupakan karena buat apa melihat katurangganya lagi??? Kan kita sudah puas dengan kualitas mental dan suaranya yang nyata dan saya yakin katurangga MB tersebut pasti sudah memenuhi syarat tapi jangan salah MB ini pasti sudah dibandrol tinggi karena saya yakin pemiliknya pun tidak buta dan tuli, tetapi positif-nya kita tidak berspekulasi lagi.

Bab katurangga burung baru kita pakai apabila kita membeli burung yang belum mau berbunyi atau istilah di burung murainya burung bakalan atau muda hutan, ditingkat harga otomatis relatif jauh lebih murah tetapi unsur spekulasinya juga tinggi terutama tingkat kematiannya. Kadang kalau lagi rejeki kita bisa mendapatkan murai yang baru tertangkap beberapa hari dari hutannya tapi sudah berani mengeluarkan suara ngeplong, itu pertanda bahwa murai tersebut memiliki mental yang bagus, agak mahalan sedikit dari harga normal saya sarankan diambil saja.

Semua murai bakalan pasti liar bahkan sampai nabrak-nabrak jeruji sangkar tetapi carilah yang mukanya tidak ada bekas luka dan bulu ekornya yang tetap utuh dan rapih, biasanya model murai yang seperti ini juga bermental bagus. Saya pribadi paling suka melihat murai bakalan yang super aktif terbang kesana kemari di dalam sangkarnya terus apabila dia lagi nangkring posisi si burung tersebut selalu jongkok dalam keadaan siaga dengan mengangkat ekornya tinggi-tinggi dan terpenting…tidak pernah memalingkan wajahnya dari tatapan mata kita, justru malah dia yang menatap kita sambil loncat sana sini, wuah itu baru burung bermental baja tetapi terus terang sangat-sangat jarang dan susah untuk mendapatkan murai bakalan model kayak gini kalau bukan lagi rejeki kita.

Saya jamin 1 kali mabung sejak dia tertangkap dari hutan sudah bisa langsung dilombakan dan tidak akan memalukan. Bentuk kepala kalau bisa besar, petak kayak kodok/katak kadang ada yang bagian tengah kapalanya sampai legok dengan bola matanya yang bulat besar sampai melotot keluar, tampilan burung suangat sangar sekali. Apalagi ditambah sobekan mulutnya melengkung mendekati bola matanya dengan paruhnya yang kokoh terutama rahang bawahnya yang lebar kesamping dan paruh atasnya ngeblimbing kering pula, pasti siburung tersebut memiliki suara yang dahsyat, tajam. Atau istilah lainnya si burung tersebut bisa membawakan nada-nada tinggi sampai nada-nada rendahnya sekalipun masih tetap terdengar tajam. Ngeri gak tuh???

Leher jangan terlalu besar, kalau terlalu besar suara sih bisa dahsyat  tapi bawa lagunya tidak bisa panjang-panjang, jadi carilah yang jenjang tetapi kesannya lentur pasti si burung mampuh bawa lagu panjang2 dan alunanya merdu. Dada yang bidang, antara dada dan pangkal leher ngebentuk sudut yang ideal. Badan yang panjang dan bentuknya ngejantung seperti jantung pisang ini pertanda burung yang lincah dan suangat responsif terhadap murai lain, alasan lain karena bentuk badannya yang atletis ini yang bikin burung enteng membawa badannya seperti contohnya Bruce Lee yang sangat responsif terhadap serangan musuh di karenakan bawa badannya enak. Sayap cari yang lebih panjang dari ukuran standar, burung yang mempunyai sayap panjang sudah dikodratkan dari sononya mempunyai kemampuhan daya jelajah terbang yang lebih jauh, ingat burung Walet yang tidak pernah bertengger sepanjang harinya.

Ekor jangan terlalu panjang, ujung ekor agak ngebuka sedikit agar supaya lebih aerodynamis. Ekor panjang kenyataannya dilapangan lebih cepat gembos kalau perawatan kita tidak sungguh-sungguh, tidak dipungkiri ekor panjang pasti lebih enak untuk dilihat. Warna kaki tidak berpengaruh pada si burung tapi carilah yang batangan kakinya besar dan jari jemarimya yang relatif panjang ini sangat erat kaitannya dengan kekuatan daya cengkeram si burung yang otomatis si burung akan bisa lebih ngotot, ibarat rumah sih dengan pondasi yang kuat pasti rumah tersebut akan lebih kokoh. Pemilihan katurangga ini berlaku juga untuk MB betina. 

Bravo…semoga sukses!!!

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081395407415, 087727505831 dan 085733695959

One Comment

  1. makasih p haji sudah berbagi ilmunya……..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *