Pada jaman sekarang ini terasa uang tidak laku bila dihadapkan dengan kroto (telur semut rang rang), kita yang di daerah saja sudah sangat sulit untuk mendapatkan kroto apalagi di musim tanam dan panen raya padi karena sang Pemburu Kroto, hampir semuanya, beralih profesi menjadi petani musiman, “Hasilnya lebih besar ikut tanam padi apalagi nanti musim panen Pak, sekarang nyari kroto sudah susah dan rebutan pula” tutur sang Pemburu Kroto. Masih menurut penuturan mereka sekarang-sekarang ini seorang paling cuma dapat 3 maksimal 4 0ns kroto per hari saja dan itupun sudah muter-muter kemana-kemana, di samping itu kroto juga menjadi komoditas rebutan dengan Hobbies Memancing. Yang akan lebih merepotkan lagi dan tentunya tidak kita harapkan kalau sudah muncul kuliner “Pepesan Kroto”, kayak-kayaknya akan tambah repot dan harganya pasti tidak akan realistis lagi.

Nah untuk mengatisipasi keterbatasan stok kroto dan harganya yang fluktuatif terus melonjak kita, hobbies burung, harus bisa menemukan pengganti kroto sebagai alternatif supaya kita jangan selalu tergantung pada komoditas yang satu ini. Sebagai catatan saja dihabitatnya tidak ada burung murai batu yang berani menyerang sarang semut, emang mau di gebukin oleh pasukan semutnya??? Maksud saya disini bukan berarti kroto bisa tergantikan melainkan hanya sebatas sebagai alternatif saja apabila sewaktu-waktu kroto menghilang di pasaran.

Kandungan kroto itu di dominanasi oleh PROTEIN (latin) yang kalau diterjemahkan ke bahasa kita zat putih telur, nah kita cari saja sesuatu yang banyak kandungan proteinnya atau dari artinya saja “putih telur” yah yang paling gampang tentunya memilih telur ayam saja sebagai alternatifnya tetapi sesuai dengan namanya Protein=putih telur makanya yang kita ambil hanya putih telurnya saja, sedangkan kuning telurnya bisa kita gunakan untuk bikin brownis atau bahkan campuran nasi goreng. Terpakai semua alias tidak ada yang terbuang kan??? Burung kenyang kitapun manusianya juga ikut makan….

Caranya kita pisahkan putih telur dari kuning telurnya, kemudian putih telur kita ambil/sedot pake alat suntik yang kapasitasnya 1 cc selanjutnya kita suntikan ke perut jangkrik melalui dadanya, cukup 2 atau maksimal 3 ekor jangkrik saja per harinya yang kita isi dengan putih telur itu sedangkan sisa jangkriknya kosong seperti biasa. Pemberian putih telur ini cukup 2 hari 1 kali saja. Bisa di bayangkan 1 butir telur bisa di pake untuk berapa ekor murai batu tuh??? Memang agak sedikit, sekali lagi cuman sedikit saja lho, ribet untuk mengerjakannya tapi kalau dibandingkan dengan muter-muter nyari kroto kesana kemari di tambah lagi setelah itu proses membersihkan krotonya kayaknya lebih praktis yang alternativnya. Selamat mencoba dan semoga sukses…

Kontak kami: Toko Mas Shakila Putra, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

19 Comments

  1. Cara seperti yang diuraikan kok agak ribet ya Pak Haji….? Apa enggak lebih gampang dibiasakan sejak piyik dengan menyuapinya pake putih telur matang yang dipotong kecil-kecil. He.he.he. sekedar masukan dari pemula.

    • @MrKidnef, setuju sekali…itu kasusnya kalau sudah di suapin “semenjak kecil” pake putih telor yang di-potong2 kecil ya urusannya sudah selesai alias no problem lagi. Yang agak menjadi masalah adalah kasus murai dewasa yang sudah terbiasa di beri makan kroto setiap harinya dan sebelumnya belum pernah merasakan nikmatnya rasa telor ayam tetapi tiba2 stok kroto menghilang di pasaran masing2 daerahnya maka si murai akan lebih cepat menyesuaikan atau langsung di makan oleh MB dewasa tersebut apabila kita suntikan melalui media jangkrik. Ribetnya sih gak beda jauh, cuman saya pernah mencoba juga dengan cara me-motong2 putih telur itu sampai se ukuran kroto tapi ternyata memakan waktu yang tidak lebih cepat juga malah “kebutuhan gas” untuk di dapur per bulannya menjadi meningkat. He…he. Tapi inti dari artikel ini secara generell hanya menjelaskan bahwa kita jangan di pusingkan dengan semakin langka dan mahalnya harga kroto, mengenai methode memberikan kepada burungnya silahkan tinggal pilih saja mana yang lebih praktis, ekonomis menurut masing2 individunya.

  2. Bagus juga ide nya Om SKL,
    kalo dari lolohan mungkin sudah bisa kita ajarkan makan putih telur dan kalau sudah dewasa perlu dari awal kembali mengajarkannya,dan yang terlebihnya lagi gas didapur heheehehehe…..
    dengan alat suntik memang betul2 praktis sekali,hanya disuntikan kemudian diberikan.walupun kendalanya tidak sembarang skg ini ada apotik/klinik yang mau memberikan jarum suntik kepada custumer karena takut disalah gunakan.

    • @Fadhil, waktu beli jarum suntiknya pake baju dokter dong Om. He…he. Kita kunjungi apothek yang memang pemiliknya atau karyawannya sudah mengenal kita, saya rasa bisa di tolerir oleh mereka.

  3. thx artikelnye. ringan bermanfaat dan solutiv.

    langsung praktek nih.

  4. Klo blacktail saya sebelumnya rakus sama kroto, ehh pas dicoba dikasih parutan telor rebus, MB sy jadi ga doyan kroto.. Lebih hemat pake telor rebus ya pa haji, udah beresih ga usah dipilih, satu telor cukup buat 2 murai
    Yang jadi pertanyaan, klo sy sendiri suka dikasih sama merah telornya, gpp itu??
    Terimakasih

    • @Asep, iya, itu sebagai alternativ karena hrg kroto sdh gak keruan. Tp kalau satu telor untuk 2 MB sy rasa porsinya kebnykan. Satu telor cukup untuk 4-6 MB, sedkt aja yg penting asupan protein ada. JANGAN dicampur dg kuning telurnya krn kuning telur kdr cholesterolnya terlalu tinggi, jd ckp putih telurnya saja.

  5. Om, klo untk hrg trotolan MB umur 3 bln ring SKLbirdfarm itu kisaran brp ya?? mngkin bs dikasih sedikit bisikan..heheheh

  6. Alhamdulillah tempat saya msh dpt jatah kroto sehari 1ons pak haji jarna bajul kroto saya ada 3orang

  7. tertarik mau mengganti kroto dengan metode diatas.
    untuk alat inject nya apa perlu diganti sekali pakai atau bisa disterilkan? thanks.

    • @Damar Murup Kanginan, bisa di pake ulang, tapi sebelumnya harus di sterilkan dulu.

      • kemarin sore udah dipraktekan membeli alat inject diapotik dengan berbagai pertanyaan mau dibuat apa alat inject ini mas..? saya jawab jangkrik saya sakit mbak mau saya inject obat. seharga Rp 4.500 (ukuran kecil), putih telur ayam kampung dengan jangkrik 3 masing masing inject 1.5cc. dan yang terjadi perut jangkrik kekenyangan putih telurnya keluar dikit. hehehe.. dan tadi pagi barusan saya kurangi dosisnya menjadi 1cc. dan saya lihat perkembangan nya sungguh luar biasa. lebih gacor dari biasanya saya kasih pakan kroto. cara ini lebih efektif dari memberi pakan kroto yang harganya WTF (what the fuck).sekaligus tidak membuat burung kelebihan pakan yang bisa mengakibatkan kegemukan (obesitas). karena satu alat inject saya untuk satu jenis burung (satu burung satu alat inject) maka sterilnya cuma saya simpan didalam kulkas aja hehee..dengan biaya minim bisa membuat burung kicauan lebih gacor dan sehat dengan inject protein. thanks SKL Bird Farm.
        untuk inject nya saya lakukan pagi dan sore tiap hari apa ada dampak negatifnya? mohon pencerahan lebih dalam lagi.

        • @Damar Murup Kanginan, gak usah pake telur ayam kampung, kebanyakan sisanya dan juga masih kemahalan jika dibandingkan dengan memakai telor burung puyuh kan? Kecuali burung kita banyak sekali sehingga sampai membutuhkan 1 butir telur ayam.
          Pemberian putih telur ayam itu tidak harus setiap hari, apalagi sehari 2x, karena jika terlalu banyak si burung juga akan menjadi gemuk. Jadi pemberiannya cukup seminggu 3x saja, kecuali untuk setingan lomba menjelang hari H-nya.
          Agar supaya putih telur tersebut tidak beleberan pada keluar dari perut jangkrik, suntiklah dengan dosis secukupnya saja dan menyuntik jangkriknya dari leher kearah perut/kearah bawah badan jangkriknya, jadi bukan sebaliknya, lebih aman alias lebih tidak beleberan.
          Jika masih kurang jelas, silahkan telpon langsung saja. Alat injeksinya itu ada beberapa jenis dr berbagai merek, pilihlah yang jarumnya bisa dilepas agar membersihkannya/mencucinya lebih gampang. Untuk mempermudah memasukan/mengisi putih telur ke alat injeksinya, cobalah jarumnya di lepas dulu dan langsung di sedot tanpa dengan jarumnya, setelah terisi tabung alat injeksinya dg putih telur baru dipasang lagi jarumnya.

          • kemarin sudah beli ayam kampung 6 butir dan putih telurnya sudah dipisahkan. kuning telur digoreng dan dimakan sendiri. untuk putih telurnya saya simpan di botol plastik tertutup rapat dan saya simpan di kulkas. supaya lebih praktis dan tidak ribet. maaf belom bisa telp pak, soalnya saya malu pelihara burung cendet dari madura. dan masih ber experimen. pemberian susu whey protein (suplemen untuk fitness) juga bagus untuk burung. salam kicau.

          • @Damar Murup Kanginan, iya, saya sendiri sudah pernah coba pake Whey Pure Protein itu, tp burung harus main umbar, khawatir proteinnya menumpuk di dalam tubuh si burung. Untuk ayam aduan sangat bagus skali.

  8. misi ni pendatang baru para agan murai mania,bawa solusi ,saya dari kediri jatim gak usah ribet cari kroto segar buat ngloloh piyikan,saya udah praktekan sama piyikan murai saya mulai netes 4hari saya angkat langsung mulai saya loloh ama voor dicam air hangat sama putih telur puyuh rebus yang saya penyet jadi halus di saringan teh perbandingane 60%putih telur 40% voor.selama ini lancar2 aja saya gak pakai kroto sama sekali.malah anakan murai saya umur 2bulan udah sregep bunyi,lepas trotol udah ngerol tarung.

  9. Jadi kuning telur itu kurang bagus buat MB pak haji? Kemarin saya sempat kualahan untuk mencari kroto, terpaksa saya ganti dengan telur puyu direbus terus di aduk antara putih dan kuningmya.

Leave a Reply