Proses take over anakan LENONG ini agak merepotkan kami karena tiba2 anak dari seorang kerabat dekat kami di Jatibarang mendadak  senang dan ingin sesegera mungkin untuk memiliki seekor anakan murai batu dari kami. Mereka datang sekeluarga ke tempat kami : “Tolong Pak Haji usahakan untuk anak saya seekor anakan murai yang istimewa bagaimanapun caranya”.

“Waduh gimana yah, agak susah karena semuanya sudah milik orang semua”, saya jawab apa adanya.

“Lho itu kan masih banyak pada di gantungin, masak iya sudah punya orang semua?” bapaknya balik bertanya,

“Iya, itu sudah ada pemiliknya semua bahkan yang masih bayi merah di kotak itu” saya menunjukan baby-baby MB yang masih berusia hitungan hari saja. Akhirnya dia hanya bisa geleng-geleng kepala saja kemudian dia menarik saya ke salah satu ruangan di Markas kami sambil berbisik “Saya mau ngomong empat mata dengan Pak Haji”. Disitu bapaknya bercerita bahwa mengapa si anaknya harus se segera mungkin memiliki momongan anakan murai batu, katanya semuanya mengikuti saran/syarat dari si Mbahnya/Guru Spiritualnya agar supaya si Puteranya ini bisa cepat dapat JODOH.

Walaaah ada-ada saja, jadi saya balik nanya : “Kenapa syaratnya tidak di permudah hanya dengan memiliki seekor burung gereja saja, kan gak usah beli tuh tinggal nangkap saja di halaman depan penangkaran saya?”.

“Jangan guyon saja sih, ini serius” kata bapaknya.

“Lho siapa yang sedang bercanda, saya juga serius dan tadi hanya sebatas saran supaya prosesnya bisa sangat cepat dan biaya murah meriah” jawab saya.

“Syaratnya harus burung Murai Batu yang istimewa” timpal bapaknya.

“Wah itu Si Mbahnya bisa ngajak bangkrut” kata saya…ini sebenarnya untuk Si Mbahnya atau untuk di pelihara Putera Njenengan?” saya balik bertanya.

“Yah untuk di pelihara di rumah lah” jawab bapaknya sambil melotot.

Saya tidak mau tahu apa alasan yang sebenarnya lah, singkat cerita saya minta waktu 1 sampai 2 minggu untuk memberikan jawabannya. Namanya persahabatan kadang kita harus siap membantu tapi juga tidak bisa menjajikannya.

Di hari2 selanjutnya saya mulai buka2 file kira2 siapa dari konsumen kami yang bisa di ajak kompromi maksudnya bisa mengalah untuk mendapatkan trotolan dari kami atau istilahnya mundur sementara. Kebetulan saya teringat ada Konsumen kami dari Semarang yang sudah pernah ambil satu ekor dari kami dan mau mengambil lagi seekor untuk menambah koleksinya, tapi celakanya dia sudah memberikan uang DPnya.

Saya telpon dia dan menceritakan kejadian yang sebenarnya tanpa di kurangi atau di tambahi, beruntung dia orangnya penuh pengertian. Singkat cerita dia bisa memakluminya dan mengatakan OK tapi ada embel-2nya yaitu dia minta kartu undangan 2 buah jika Putera sahabat saya ini kelak punya Hajat, saya melancanginya saja dengan menjawabnya langsung : “OK, Boss! Minta limapun no problem”.

Harga juga saya samakan dengan harga pengambilan pemesan yang dari Semarang itu, mudah-2an rekan yang dari Semarang membaca artikel ini sehingga bisa bertambah yakin bahwa semuanya bukan rekayasa.

Anakan Lenong ini memakai nomer ring cantik juga : SKL 575 warna hijau karena kami sesuaikan dengan kualitas si burungnya, lahir pada tanggal 15 April 2012. Pemilik barunya FERUS dari Sudimampir-Indramayu.

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

2 Comments

  1. Subhanallaah,,pa haji,,suaranya anakan lenong keras,,kaya’ burung dewasa padahal kan baru usia 4 bulan,,,saya berterimakasih banyak kepd H.Samsul,semoga sukses selalu

    • @Ferus, Amin…yah syukurlah, saya cuman bisa ikut senang saja.

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>