Perlu diperhatikan, bahwa tidak semua murai batu bisa dirawat dengan pola diumbar di kandang umbaran agar tercapai hasil optimal seperti yang kita harapkan, justru malah bisa terjadi yang sebaliknya. Pertama perlu kita cermati karakter masing-masing murai batunya, ada yang suka diumbar, tapi ada pula yang tidak suka diumbar.

Ciri ciri yang suka/gemar diumbar , yaitu apabila kita masukan ke dalam kandang umbaran murai tersebut langsung akan terbang kesana kemari, meskipun awalnya kemapuhan terbangnya hanya pendek pendek saja, karena dia belum terbiasa, kemudian tampak dari hari ke hari dia akan semakin lancar dan menikmati suasana sewaktu kita umbar. Tetapi hati hati dengan murai yang justru selalu banyak diam ketika di umbar, misal selalu duduk di tangkringan, bahkan posisi lehernya selalu ditekuk. Untuk kasus yang satu ini, jangan sekali-kali kita giring murai tersebut agar supaya dia mau bergerak, karena hal ini justru akan membuat siburung mentalny ngedrop. Pada dasarnya setiap burung itu takut kepada kita manusia, apalagi dengan sengaja kita paksa giring/kondisikan agar supaya dia mau bergerak, dijamin burung tersebut akan mendapatkan trauma.

Bisa disiasati kandang umbaran itu kita geser ke tempat yang kena panas matahari, sehingga dia mau bergerak, karena dia butuh mencari tempat perlindungan dari teriknya panas matahari. Jadi bukan karena digiring oleh kita, akan tetapi tetep saja itu istilahnya dikondisikan bukan? Kalau ternyata setelah beberapa hari di umbar burung tersebut tetap tidak menunjukan keceriahannya, ya lebih baik kita berhentikan saja pola rawat umbarnya, karena untuk apa di umbar wong burungnya tetep diam saja kok, berarti kan sama saja kita taruh di dalam sangkar hariannya. He…he.

Lain halnya apabila burung tersebut dari hari ke hari  semakin lincah dan ceria di dalam kandang umbarannya, ya otomatis kita lanjutkan pola rawatan kombinasi dengan pola rawatan umbaran ini. Perlu diingat pola rawatan umbar ini tidak serta merta supaya menambah nafas burung tersebut bertambah panjang, karena nafas panjang ini sudah merupakan bakat alami dari sononya. Justru mengumbar burung yang berlebihan akan membentuk karakter tidak duduk baginya. Jadi mengumbar burung secukupnya saja, yaitu seminggu 3 kali dan durasi mengumbarnya juga cukup 1 jam, atau paling lama 1,5 jam.

Jadi jangan merasa minder, jika murai kita tidak dirawat dengan pola rawat diumbar. Terkadang ada pertanyaan, bagus mana antara pola rawatan di umbar dibandingkan dengan tidak di umbar? Sekali lagi, kita kembalikan kemasing-masing burungnya dan kebutuhannya saja.

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

One Comment

  1. Setuju dgn pendapat anda

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>