Kasus ini bisa terjadi baik di habitat alamnya sana ataupun di kandang ternak murainya sendiri. Kami pernah mengalami/melihat kasus ini pada kedua lokasi tersebut.

Di hutannya sana kasus ini bisa juga terjadi meskipun cadangan makan berlimpah atau siburung bisa memilih makanan yang paling dia sukai, hal ini terbukti sewaktu kita mendapatkan salah satu burung murai penguasa wilayah di hutan Bahorok. Menurut informasi dari dua pemikat yang tidak saling mengenal memang diakui bahwa di bukit A ada burung murai yang suaranya tajam sekali dan full isian dalam arti isian isian alam yang terdiri dari berbagai burung burung kecil dihutan sana jadi bukan seperti pada umumnya yang kebanyakan ngukluknya.

Data data yang masuk kepada kami waktu itu disebutkan bahwa body burung cenderung kecil saja dan ekor juga pendek yaitu hanya sekitar 16,5 cm. Wah kami benar benar bersemangat sekali untuk memilikinya, karena menurut penuturan dari kedua pemikat itu bahwa selama mereka memikat burung murai belum pernah mendengar suaranya yang tajam seperti ini juga isiannya sangat mewah (versi isian alamnya) tetapi burung ini susah ditangkap karena mungkin sudah trauma dengan kehadiran manusia yang selama ini selalu berusaha untuk menangkapnya. Terlihat dari banyak jejak yang ditinggalkan seperti bekas tenda, tulisan nama nama atau inisial masing masing pemikat pada pohon pohon besar di lokasi itu.

Kedua pemikat ini juga merasa pesimis untuk bisa menangkapnya atau mungkin memang agak malas malasan karena diperlukan waktu berhari hari untuk bisa menangkapnya, bisa jadi mereka berpikir untuk apa mengejar ngejar satu burung yang belum tentu tertangkap atau mungkin merekapun belum ada waktu luang karena kesibukan mereka masing masing.

Akhirnya kami limpahkan order ini kepemikat lain, singkat cerita akhirnya burung tersebut tertangkap. Mungkin sudah seharusnya menjadi milik kita dan sudah menjadi rejeki tukang pikatnya tetapi yang menjadi aneh kok ekornya tidak pendek seperti yang diceritakan sebelumnya. Sempat terlintas dibenak pikiran kami apakah situkang pikat ini salah tangkap burung tetapi posisi/koordinat burung itu sudah sesuai dengan apa yang kami peroleh. Seperti yang kita ketahui bahwa burung murai ini memiliki sifat teritorial jadi tidak mungkin disatu tempat terdapat dua burung murai dan memang kredibilitas tukang pikat ini tidak perlu diragukan lagi.

Yang membuat hati kami terhibur bodynya memang relativ kecil ramping dan panjang tetapi dada padat berisi, juga katurangganya super ok cuman selisih panjang ekornya saja yaitu yang tetangkap ini lebih panjang sampai mencapai 19 cm.

Eh…dasar nasib kami memang lagi bagus selang beberapa hari setelah burung tersebut tertangkap situkang pikat pertama yang memberikan informasi tentang burung itu ternyata telah naik kebukit A tetapi tidak menemukan tanda tanda keberadaan siburungnya lagi. Hal tersebut dia sampaikan kepada saya ketika kami kontak kontakan via handphone : “Pak…burung di bukit A itu sudah tidak ada lagi lho, jadi sewaktu kami panggil baik melalui siulan/suitan bahkan dengan speaker hp tidak ada jawaban/respon sama sekali”, keruan hati saya menjadi lega dan tentunya berbunga bunga.

Kasus lain kami alami dari kandang ternak kami sendiri yaitu dari kandang MOCHENG, sebelum ganti bulu panjang ekornya 18 cm ternyata setelah ganti bulu yang berikutnya bukannya bertambah panjang malah bertambah pendek menjadi 15 cm saja, sewaktu ganti bulu sengaja kami biarkan keduanya (jantan dan betinanya) di dalam kandang ternaknya.

Kesimpulan kami kemungkinan metabolisme burung lagi tidak betul, hal ini bisa terjadi jika siburung pas mabung tetapi dalam keadaan stres. SiPenguasa Wilayah tadi kemungkinan lagi menjalani proses mabung tetapi continue dikejar kejar oleh manusia yang berusaha kepingin menangkapnya jadi siburung otomatis menjadi stres, bisa juga dari faktor energi yang terkuras harus terbang kesana kemari karena harus menghindari tukang pikat sehingga energi yang seharusnya dipakai untuk ngedorong bulu saat itu, terutama bulu ekor, terjadi defisit terpakai untuk yang lainnya.

Begitu juga halnya dengan kejadian di kandang ternak kami yang memang terbuka untuk umum jadi setiap pangunjung keFarm kami bisa bebas melihat indukan indukan murai kami, nah bisa juga burung nama Mocheng ini lagi proses mabung dimana burung yang lagi menjalani proses mabung memang membutuhkan ketenangan tiba tiba kedatangan pengunjung baru yang memang bagi dia tentunya asing sehingga menimbulkan stres yang tidak kita ketahui. Kebetulan pengunjung keFarm kami ini selalu ada saja atau bisa dikatakan rutin selalu ada saja. Kalau mengenai makanan sudah kami penuhi semua EFnya jadi burung tinggal milih makanan mana dihari itu yang dia sukai.

Untuk mencegah hal ini makanya selama proses mabung lebih baik siburung ditaroh dalam sangkar soliter saja, full kerodong dan disarankan ditaruh ditempat yang tenang sehingga terganggu proses mabungnya bisa diminimalisirkan. Jangan terlupakan begitu bulu ekor baru muncul 0,5 cm kita genjot kembali pemberian EFnya, terutama jangkrik dan krotonya, bisa ditambahkan vitamin E untuk membuat bulu lebih mengkilap.

Ini hanya sebatas share berbagi pengalaman, silahkan untuk kekurangannya tinggal menambahkannya saja…..

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081395407415, 087727505831 dan 085733695959

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *