Terus terang hati begitu sedih, galau melihat dan mendengar perkembangan murai batu di habitatnya, baik itu di Aceh maupun di Provinsi Sumatera Utara khususnya di Bohorok Kabupaten Langkat. Dari informasi yang kami dapat dari pemikat maupun pengepul pasti semuanya mengeluh betapa susahnya sekarang mendapatkan murai batu di habitatnya makanya sekarang di Aceh sudah diberlakukan larangan membawa murai batu langsung dari Tanah Rencong meskipun dengan alasan sebagai oleh-oleh atau cinderamata sekalipun. Bisa kita bayangkan akan bagaimana keberadaan murai batu di habitatnya beberapa tahun kedepan atau tidak usah jauh-jauh beberapa tahun kedepan nanti kita lihat saja bagaimana perkembangannya pada tahun depan 2013.

Yang lebih meresahkan lagi indukan murai betina sekarang ini ditangkap juga karena pemikat sudah sangat susah menemukan murai jantan lagi, yah dari pada pulang tangan kosong tanpa hasil untuk menafkahi istri dan anak maka apapun yang ditemui pasti akan ditangkapnya, ini nalar manusiawi. Kalau penghasilan kitapun hanya bergantung dari hasil tangkapan burung pasti kita akan melakukan hal yang sama jadi jangan menyalahkan mereka. “Sekarang ini kalau kita sudah masuk hutan untuk berburu burung, khususnya murai batu, apapun yang kita temui yah kita tangkap lah Pak karena kalau bukan kita yang menangkapnya pasti pemikat lain yang akan menangkapnya dan kita juga sudah mengeluarkan biaya untuk ransum di hutan. Anak, istri di rumah juga sudah menunggu hasil tangkapan kita dan kita juga sudah meninggalkan mereka beberapa hari”, itulah penuturan salah satu pemikat yang kita kenal. Apakah Pemerintah kita memperhatikan kelangsungan hidup mereka? Ironis bukan???

Melihat keadaan ini SKL BF mensupport setiap individu atau instansi yang memang berniat menangkarkan murai batu dan orang tersebut “tidak harus” membeli burung produk SKL BF.

Ingat Hukum Ekonomi, semakin barang sedikit maka harga akan semakin mahal dan jangan mengira SKL BF merasa senang dengan harga murai batu yang semakin mahal ini, justru kami resah memikirkannya karena bagaimana dengan harga murai batu tahun depan…pastinya akan meningkat lagi. Nah kalau sampai setiap tahunnya harga murai batu merangkak naik terus, apa yang akan terjadi? Tentunya kurang diminati bukan? Atau orang akan mencari alternativnya yang memang masih terjangkau oleh kantong mereka. Menyedihkan bukan???

Untuk mengatasi masalah ini ayo kita ramai-ramai menangkarkan salah satu burung favorit kita ini supaya harga murai batu kembali stabil terkendali dan secara tidak langsung kita juga ikut andil menjaga kelangsungan hidup murai batu di habitatnya. Menangkar murai itu tidak susah lho dan JANGAN KUATIR SKL BF siap membantu siapapun juga meskipun orang tersebut bukan konsumen kami. Kamipun juga masih mau belajar kok jadi semakin banyak pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan masalah murai batu maka wawasan kami secara otomatis akan bertambah luas.

Siap menangkarkan murai batu? Siapa takut???

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

21 Comments

  1. Suatu niatan yang sangat mulia….,bukan semata-mata untuk mencari materi saja,Semoga SKL jaya selalu…

  2. Ok pak haji……

  3. lestarikan alamku.

  4. kasih tau cara menangkarkan burung murai batu pak,,,terimakasih

    • @Johanes, Ok…terserah gimana caranya kita berkomunikasi tetapi lebih baik langsung telpon saja ke081220072191.

  5. mau nanya om…ada jual indukan murai yg udah produksi om? harganya brapaan om?

    • @Dodi Setiawan, silahkan kontak langsung saja ke081220072191.

  6. Terimakasih SKL atas niat baiknya, semoga SKL jaya selalu, amiiiin

  7. om mau tanya…. sy ada mb berparuh celah dengan suara yg bisa dibilang dasyat.. rencana akan sy tangkarkan… yg sy mau tanyakan apakah mb berparuh celah akan menghasilkan turunan/anakan yg berparuh celah.. trims…

  8. Salam, pas banget nih, pak haji.
    Saya baru angkat mb sepasang. Seminggunan lah. Yg jantan masih dorong ekor. Sudah sy masukin kandang ternak. Nah pertama, apa bisa kawin dg kondisi tsb? Kedua, yg jantan jd pendiam padahal sblm diangkat di tempat lama gacor, itu knp ya? Ketiga, suhu ideal kandang ternak berapa derajat? Nuwun.

    • @Toffan, dalam kondisi masih dorong ekor tidak akan bisa berproduksi, karena fisiknya masih lemah. Jadi boro-boro…
      Kalau masih menjalani proses mabung rata2 semua MB pasti menjadi bisu unt sementara waktu. Jadi masih wajar2 saja.
      29′ s/d 32′ Celcius, atau di badan kita masih terasa nyaman saja.

  9. Salam,
    Pak haji, ciri pejantan yg sudah kawin dg betina di kandang ternak gmn? Trus ciri betina yang akan bertelur dan mengeram seperti apa?

    • @Toffan, bulunya mengkeruk/mengembang.
      Nanti dilihat saja di gelodoknya, kalau ada telornya berarti yah sdh menelor kan. He…he.

      • Hehe.. Itu sih sudah pasti nelor, pak haji.
        Betina sy sudah 2 malam tidur di glodok, tp td pagi cek glodok masih kosong.
        Kondisi skg yg jantan bulu sering mengembang, tp yg betina jd gak lincah. Dideketin gak takut/gak terbang. Mohon masukan, pak haji.

        • @Toffan, tidur di gelodok itu ada 2 kemungkinan.
          Kemungkinan pertama, dia masih lagi beres2 sarangnya. Sudah mendekati masa bertelurnya, cuman tinggal menunggu waktu saja.
          Kemungkinan kedua (ini yg perlu diwaspadai), jika burung betina sdh tidak lincah lagi dan sdh bermalam 2 malam di dalam gelodok seperti yang Anda ceritakan tadi, bisa jadi dia sdh mau bertelur, tetapi agak susah keluar.

          • Waduh. Semacam egg binding, pak haji? (semoga tidak). Trus solusinya gimana, pak haji?

          • @Toffan, iya. Silahkan telpon saja langsung, agar lebih mudah menjelaskannya.

  10. Boleh telpon untuk konsultasi?

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>