Mungkin bagi Pemula memaster murai adalah suatu pekerjaan yang menjemukan, betapa tidak karena kita harus menunggu beberapa bulan lamanya baru kita bisa melihat hasilnya bahkan kadang juga sejauh itu isiannya masih terdengar tidak sempurna alias patah-patah. Prinsipnya hanya satu yaitu SABAR.

Tetapi jika simurai tersebut sudah bisa membawakan satu bahkan beberapa suara burung masteran yang kita miliki saya yakin pemiliknya akan merasa ketagihan alias pasti akan berhasrat untuk memiliki burung murai batu yang keduanya karena dari sinilah mulai terasa seninya bermain burung kicauan.

Disisi lain  memang harus diakui juga bahwa kerjaan memaster burung itu mudah sekali kok, yang penting ada dana untuk membeli burung-burung masteran yang handal dan selebihnya yah itu tadi hanya ketelatenan dan kesabaran saja untuk menunggu sampai murai kita mampuh merekam suaranya. Gampang bukan??? Tetapi perlu diingat dalam perjalanannya itu masih terdapat kendala-kendala misal salah satu burung masteran kita terbang lepas, dicuri orang atau bahkan sampai mati tetapi kalau ada dananya yah gampang beli lagi saja. He…he. Gitu aja kok repat-repot!!! Tetapi hati-hati tidak terasa kocek kita tersedot pula gara-gara burung masteran kan? Yang penting perlu kontrol agar supaya kita tidak selalu berkeinginan untuk membeli burung-burung masteran yang aneh-aneh dan banyak doa saja semoga burung murainya yang bisa selamat sampai tujuan.

Yang dimaksud disini ketelatenan dan kesabaran adalah setiap pagi memberi makan, membersihkan sangkarnya, memandikan dan menjemur siburung kemudian menggantangkan kembali ketempatnya masing-masing seperti semula. Gampang bukan??? Mungkin sehari dua hari atau seminggu bahkan sebulan sih tidak mengeluh dengan pekerjaan yang monoton ini tetapi kalau sampai berbulan bulan bahkan tahunan sudah merupakan hal yang lain lagi bukan?

Jadi jangan heran apabila harga seekor burung yang sudah jadi yang “kulitasnya memadai” bisa meningkat tajam setelah semua proses yang dilalui itu, itu semuanya bisa diidentikkan dengan sebuah karya seni, mungkin bisa disetarakan dengan sebuah karya seni lukisan Van Gogh kali yah. He…he. Betapa tidak…seorang pelukis membutuhkan waktu untuk melukis mungkin sebulan saja, bisa juga lebih cepat atau paling lama dua bulan atau kalau kurang lama kita bikin sekalian 5 bulan deh tetapi mendidik burung supaya bisa menjadi handal membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Tetapi mungkin ada yang berkomentar memelihara burung sih tidak membutuhkan skill yang tinggi, eh nanti dulu…siapa bilang tidak membutuhkan skill yang tinggi??? Kalau kita amati untuk membikin burung yang handal jelas-jelas dari awal proses kita sudah HARUS menerapkan skill juga bagaimana kita harus memilih dan menentukan burung yang mana yang nantinya benar-benar mempunyai bakat kearah situ, apa ini bukan dinamakan skill? Dan proses bisa memilih burung ini adalah bakat alami dari masing-masing individu yang juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk bisa dikategorikan sebagai pakar burung atau dalam hal ini tentunya bisa kita sebut Pakar Murai Batu.

Sama seperti pelukis, pertama dia harus bisa menemukan obyek bagus untuk dilukisnya baru kemudian melukisnya begitu juga dengan memelihara burung murai batu, pertama kita harus bisa memilih bahannya baru kemudian memolesnya. Cuman bedanya memoles seekor burung murai memakan waktu yang lebih lama.

Semoga penyegaran ini bisa membuat kita lebih sayang kepada burung yang kita miliki, dalam hal ini khusus kaitannya dengan burung murai batu.

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081395407415, 087727505831 dan 085733695959

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *