Burung ini mempunyai kisah tersendiri yaitu pada awalnya kami mengira berjenis kelamin betina bahkan sudah 100% pasti betina karena disamping warna trotolnya yang pudar berantakan tidak beraturan juga postur tubuhnya sangat kecil, ekornya juga sangat pendek sekali dimana panjang semua ekor hitamnya sama dengan panjang ekor putihnya seperti umumnya trotolan betina.

Karakternya boleh dibilang over genit sekali, setiap kali kita buka kerodongnya pasti dia akan merespon cetrak cetrek genit seperti layaknya murai betina yang sudah birahi. Sangat jarang sekali trotolan begitu genitnya kecuali memang berjenis kelamin betina, saat itu kami berpikir apa jadinya kalau burung ini berjenis kelamin jantan.

Terus terang seiring dengan berjalannya waktu saya pribadi sudah melupakan burung ini. Tiba tiba pada suatu hari saya mendengar suara murai jantan yang suaranya bener bener kuenceng kristal dari arah tempat penyimpanan trotolan ini.

Saya bertanya kepada salah satu perawat burung saya : “Burung yang mana itu?”.

“Anakan CHODET Pak”, perawat burung saya menjawab.

“Anakan CHODET yang mana?” saya bertanya balik sambil mengerutkan dahi karena saya sudah bener bener lupa dengan keberadaan  burung itu, kok masih ada anakan jantan CHODET dihari gini.

“Iya, yang itu Pak yang badannya kecil yang awalnya dikira betina itu”, timpalnya.

“Ha, yang bener????”, mata saya sempat terbelalak. “Yang kecil mungil itu? Yang bener saja, coba kamu bawa kesini!” saya masih merasa ganjil dan tidak percaya dengan penjelasan dia.

Setibanya sangkar burung tersebut didepan saya langsung saya buka saja kerodongnya, begitu terbuka langsung saja simurai mungil ini mengeluarkan suara alias nembak dengan cetrak cetreknya yang khas, bener bener terkejut hati saya dibuatnya.

Saya memandangi serius burung ini dengan seksama, memang bener jantan. Terlihat mencolok ekor putihnya yang relativ panjang, bahkan boleh dibilang sangat panjang untuk seukuran badannya. Fantastis, ekornya yang tadinya begitu pendek bisa berubah menjadi begitu panjangnya, suaranya juga sangat keras.

Yah tentu saja saya merasa sangat berbahagia apalagi ini anakan CHODET yang mana semua orang yang pernah berkunjung ketempat kami pasti sudah pernah mendengarkan suara bapaknya, CHODET Sr, yang sangat kunceng dan super tajam.

SKL 424 ini sekarang sudah menjadi milik seorang mitra kerja PLN Pembangkit yang berada diwilayah Kabupaten Indramayu yang juga pemilik anakan SENOS SKL 465 (postingannya menyusul) dan kedua burung tersebut statusnya sedang bersekolah semua di SKL BF.

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

4 Comments

  1. Pak Haji kalau ada trotolan anakan chodet lagi tolong saya dihubungi

    • @Suharyo, ok, siipp…

      • Ass…pa haji saya teguh temenya mas aan bekasi…klo ada anakan condet..kabarin pa hji…jdi kepincut ni liat anakn condet

        • @Teguh Santoso, anakan Chodet sdh gak ada lagi, karena bapaknya sdh di TO Om Rony Bdg.

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>