Seperti kita ketahui dari hari kehari dan dari waktu kewaktu keberadaan burung murai batu semakin susah ditemui dihabitatnya, terutama yang kita bicarakan disini adalah hasil tangkapan hutan. Banyak yang beranggapan bahwa kepunahan burung murai batu hanya tinggal menunggu waktu saja, memang betul sekali. Pada akhirnya nanti yang berlaku adalah hukum ekonomi, semakin barang itu langka maka harga juga akan menyesuaikan diri alias akan bertambah mahal.

Sebenarnya burung murai batu tidak akan bisa punah, hanya saja populasinya yang akan tersendat. Mengapa tidak bisa punah? Karena masih banyak burung bicok (=burung murai batu yang susah ditangkap karena trauma sudah pernah tertangkap oleh manusia tetapi mungkin terlepas lagi) yang berkeliaran dihabitatnya.

Pemikatnya sendiri sudah hafal dengan lokasi dan suara khas burung burung bicok tersebut, jadi kalau mereka mendengar suara burung murai batu yang bicok tersebut yah ditinggalkan begitu saja. Mereka enggan untuk memikatnya, tertangkapnya belum keruan tetapi terbuang waktu sia sia dan juga tenaga itu sudah pasti, jadi mereka mengabaikannya/melewatinya begitu saja.

Beberapa tahun yang silam jika mereka masuk kedalam hutan 2-3 hari masih bisa mendapatkan beberapa ekor murai batu (minimal diatas 5 ekoran) tetapi sekarang jaman keemasan mereka itu sudah berlalu.

Indukan burung murai batu yang bicok ini, seperti kita manusia, tentunya mengajari anak anaknya untuk lebih cepat menghindari manusia yang masuk kedalam hutan. Jadi kalau indukannya bicok maka anakannya pasti tertular menjadi bicok juga, nalar burung.

Nah apa jadinya kalau yang tertinggal dihutan sana hanyalah murai murai yang bicok saja??? Justru yang kami khawatirkan  adalah punahnya pemikat murai batu yang akan menjadi kenyataan duluan ketimbang burung murai batunya. He…he.

Hal ini sudah nampak dengan banyaknya pemikat murai batu yang beralih profesi menangkap murai daun/cukcak hijau. Meskipun harganya jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga murai batu tetapi mereka sudah merasa pasti bisa membawa pulang jerih payah mereka untuk disetorkan kepada keluarganya. Itupun mereka tidak perlu bermalam didalam hutan, jadi berangkat pagi buta dan sore harinya bisa berkumpul lagi dengan sanak keluarganya.

Maka dari itu ayolah kita ramai ramai menangkarkam murai batu karena dijamin pasokan hasil tangkapan beberapa tahun kedepan (tidak akan lama lagi) akan benar benar tersendat total. Menangkar burung murai batu itu tidak susah seperti yang kita bayangkan, jangan sampai ketinggalan…

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

One Comment

  1. mudah-mudahan pak Haji biar nanti harga murai batu hasil penangkaran biar lbh terjangkau bagi kalangan pemula spt kami-kami ini

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>