Pakem pertama dalam memilih MB bahan adalah jangan terlalu fanatik dengan KTP atau asal usul burung tersebut karena pada akhirnya kita akan mendapatkan rasa kecewa, yang penting dalam memilih MB adalah MB tersebut Joosss..ss.

MB asal Tangse, Keudebieng atau Bahorok, Marikee adalah MB yang paling banyak digandrungi Muraimania, memang diakui MB asal dari daerah tersebut prosentase kualitasnya yang bagus boleh dibilang lebih tinggi jika kita bandingkan dengan MB dari daerah lain tetapi bukan berarti MB dari daerah lain serta merta jelek. Ini pandangan yang sangat keliru.

Banyak sekali yang fanatik dengan MB asal Tangse, jadi asal bisa memiliki MB Tangse hati sudah merasa senang dan berbunga sekali. Diluar MB tersebut bagus atau tidak yang kita bahas khusus diartikel ini adalah mengenai asal usul seekor MB. Dari hasil kunjungan kami beberapa waktu yang lalu keNAD, diantaranya Keudebieng, Indrapuri, Seulawah dan Tangse, kami mendapat kesan bahwa keberadaan MB dihabitatnya beberapa tahun kedepan akan cepat menjadi suram.

Kami sempat bertanya kesalah satu tukang pikat yang kredibilitasnya OK dan bertutur apa adanya, “Untuk MB ASLI dari bukit Tangse tahun ini saya hanya mendapatkan cuman seekor saja, yang lainnya saya dapatkan dari sekitarnya saja misal dari Geumpang atau bahkan dari luar wilayah Tangse”. Tentunya jika kita membeli MB dari dia yah tentunya tidak salah kan kalau kita bilang MB ini dari Tangse karena memang kita membelinya betul-betul dari Tangse dan bahkan langsung dari tukang pikat yang berdomisili di Tangse tetapi saya sendiri tetap masih ragu tuh apakah MB tersebut benar-benar ASLI dari bukit Tangse yang terkenal itu. Ironis bukan??? Akhirnya seperti orang Ibukota bilang EGP (Emang Gue Pikirin!!!)…..

Perlu diketahui saja, misal jika pemikat berangkat dari desanya Tangse…mereka bisa berjalan kaki berhari-hari bahkan minggu untuk berburu mendapatkan burung murai apabila belum mendapatkannya maka mereka akan terus berjalan kaki menyusuri hutan yang tiba-tiba saja bisa muncul di wilayah Meulaboh atau dari Indrapuri bisa tembus ke Keudebing dan sebaliknya, jadi bagaimana kita bisa mengetahui bahwa MB tersebut betul-betul dari daerah yang kita inginkan? Terus terang saya pribadi masih ragu meskipun kita sudah membeli langsung dari tukang pikatnya yang jelas-jelas berdomisili didaerah tersebut, pengepulnyapun dijamin TIDAK AKAN TAHU dengan pasti KEASLIAN asal usul MB tersebut. He…he.

Jadi siapa yang tahu PASTI asal usul MB tersebut? Yang tahu adalah hanya situkang pikatnya itu sendiri dan tentunya Allah SWT….Amin.

 


Menikmati durian Tangse yang terkenal seperti MBnya.

Keindahan panorama perbukitan wilayah Tangse dan sekitarnya disaat mulai berkabut.

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

7 Comments

  1. durianya mantep kayanya ya pa haji?…indah tenan alam aceh!…

    • @Nunung Effendi, pemandangan seperti itu tidak akan kita temui lagi di Tanah Jawa, kecuali diera tahun ’70an.

  2. Enak ya pak Haji, hunting murai sekalian hunting duren aceh….kata temen kerja yg asli orang aceh, duren aceh yang dari hutan terkenal lezat rasanya “leumak mabok” istilahnya dan sekarang lagi panen raya. Asal pak hajinya gak mabuk duren aja…bahaya dan ter-la-lu he..he.

    • @Hari, he…he. Memang Durian Aceh, terutama durian Tangse, eunak rasanya. Top Markotop lah…

  3. Maaf pak Haji hanya ingin menambahkan sedikit.. Saya asli pidie Aceh.. Hutan Tangse itu luas sekali bahkan geumpang adalah termasuk Tangse, MB Tangse memang masih ada tetapi memang sekarang lebih sulit untuk didapatkan.. Tetapi bukan tidak mungkin pak.. Thanks

    • @Bagoes Hadi, memang segalanya didunia bukan tidak mungkin kan??? Maaf Om Bagoes silahkan baca artikel sy sekali lg dg cermat, yg mau kami tekankan disini bukan ada dan tidak adanya lg MB Tangse melainkan kita tidak usah direpotkan dengan asal usul seekor MB, yg terpenting untuk pemakai adlah kualitas MB tersebut.

  4. Memang luar biasa nih pak Haji , sampai hunting ke tempat langsung ke daerah gudangnya murai batu.
    sekali lagi salllluuuut buat pak Haji .

    boleh disimpulkan kalau dari tanya jawab yg sdh ada intinya jgn meributkan asal muasal burung , tapi lebih ditekankan kpd kualitas burung tersebut bukan ?

    tapi bgm dgn nasib burung murai batu Borneo yg dipinggirkan pak Haji,bukankah dari segi suara tdk ada bedanya pak Haji .

    sedangkan murai batu black tail baaru mulai dilirik sekarang2 ini

    saya dukung pernyataan dari pak Haji

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>