Diartikel ini akan kami ulas sepintas saja bagaimana memilih MB Bakalan  yang baik versi SKL BF, mohon maaf sebelumnya apabila ada kekurangan, kesalahan terutama perbedaan pendapat. Intinya…isi artikel kami yang baik silahkan diambil sedangkan yang kurang baik/jelek tinggal diabaikan saja.

Sampai hari ini jika kami harus hunting MB tiada jalan lain Tim kami HARUS terjun langsung baik itu di lapangan lomba maupun ke habitatnya langsung meskipun kadang kost yang harus dibayar tinggi bahkan tidak rasional lagi kalau diperhitungkan dengan prinsip dagang karena memang ini bukan dagang melainkan menyalurkan hobby, kesemuanya ini demi kepuasan bathin semata.

Untuk hunting MB lapangan relativ lebih mudah karena burung yang berprestasi sudah kelihatan jelas kinerja, typikal suara serta mentalnya, konsekuensinya kantong harus tebal. He…he.

Yang paling nyeni jika kita hunting MB bakalan yang belum ngevoer karena kita harus lebih jeli mengamatinya, disini kita mulai bermain dengan katurangga dan otomatis juga sarat unsur spekulasinya, penuh risiko. MB yang belum ngevoer atau MB yang baru ditangkap oleh pemikat yang baru turun dari hutan sangatlah tidak menarik, istilahnya dikasihpun juga mungkin masih ragu apalagi disuruh membayarnya bahkan dengan harga yang relativ mahal. Risiko matinya masih tinggi.

Rata-rata MB yang baru tertangkap bulunya mengembang, leher ditekuk seperti layaknya burung yang sakit, sayap juga turun. Nah kalau siMB kondisinya masih seperti ini apakah penampilannya menarik??? Tentunya tidak akan menarik bukan??? Kita pasti berpikir kayaknya 2 hari lagi juga akan koit alias mati.

Tetapi jangan salah, bagi beberapa kalangan Pakar MB pemandangan seperti itu tidak menghalangi niatnya untuk mengambil MB tersebut karena mereka sudah terbiasa dengan pemandangan seperti itu.

Yang perlu diperhatikan adalah kondisi kotoran burung dan selera makan burung tersebut, kalau kedua syarat ini terpenuhi barulah kita melangkah lebih lanjut dengan melihat katurangganya.

Perlu diingatkan : disini kita bermain katurangga karena burung yang baru tertangkap atau MB bakalan ini kebanyakan belum berbunyi sama sekali jadi tiada jalan lain yang lebih baik dari pada kita memperhatikan katurangga siMB tersebut. Jadi percaya atau tidak itu tergantung masing-masing pribadi saja tapi yang jelas kata “KATURANGGA” ada dikamus bahasa Indonesia dan merupakan salah satu perbendaharaan kata bahasa kita bahasa Indonesia.

Pertama-tama yang kita perhatikan adalah sorot matanya, kita harus memilih sorot matanya yang tajam meskipun siburung bukan dalam kondisi top formnya burung yang bagus bermentalkan baja tidak bisa menyembunyikan sorot matanya. Dan apakah burung tersebut stes atau kurang fit lebih gampang mendeteksinya dari sorot matanya.

– Langkah selanjutnya baru kita perhatikan Bentuk Paruhnya :

1. Paruh yang tebal dan panjang, panjang paruh disesuaikan dengan ketebalan paruhnya, intinya proporsional. Biasanya paruh model seperti ini mengeluarkan suara yang dahsyat.

2. Paruh dengan panjang yang sedang tapi terkesan tipis, paruh dengan model seperti ini biasanya burung bawel dengan volume tembus/tajam dengan speed yang rapat.

Yang tak kalah penting rahang bawah (bagian pangkal paruh bawah) harus lebar, kokoh dan kesan paruh harus kering dengan bentuk seperti caberawit. Semakin panjang sobekan paruhnya sampai mendekati kearah mata atau melengkung kebawah akan semakin lebih baik untuk vocalnya.

Hindari memilih paruh MB yang bagian atasnya terkesan sangat tebal atau besar karena dipercaya paruh model seperti ini akan keluar type suara yang dominan ngeBass. 

– Setelah kita mengamati bentuk paruhnya baru kita turun kebawah yaitu Bentuk Leher :

1. Leher yang panjang, kecil (terkesan jenjang) biasanya akan mengeluarkan suara kristal, tajam dan mampuh mengeluarkan suara ngerol panjang. Lebih konkretnya mampuh membawakan lagu panjang-panjang. Lebih Top Markotop jika disesuaikan dengan bentuk paruh seperti yang disebut diatas tadi.

2. Leher yang besar, biasanya burung ini jago tembak dan volume besar. Tinggal pilih lebih selera yang mana.

Sekedar saran : JANGAN fanatik dengan suara besar saja, biasanya volume yang sangat dahsyat dilapangan lebih banyak gembosnya ditengah jalan, lebih baik memilih volume yang tembus saja tapi typenya ngerol. Biasanya yang terakhir ini lebih konsisten dan sistim penjurian saat ini lagi ngetren kearah sini. Setiap burung murai batu pasti bisa mengeluarkan suara nembak.

 Bentuk Kepala :

Kalau bisa pilih kepala yang besar dengan batok kepalanya yang lebar, bentuk kepala seperti ini dipercaya mentalnya ampuh dan bandel. Bentuk kepalanya seperti buah jambe muda dan cepak/ceper. Orang Bahorok bilang seperti kepala kodok.

– Pilihan untuk Mata MB :

Kalah menang lebih baik memilih mata yang besar, bulat dan melotot seperti ikan koki. Tidak terlalu besar juga tidak apa-apa tetapi yang lebih penting melotot keluarnya itu. Burung MB dengan model mata seperti ini dipercaya memiliki mental baja, ngotot sampai titik darah penghabisan dan mempunyai kharisma tersendiri jika disandingkan dengan MB lainnya.

to be continued…..

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081395407415, 087727505831 dan 085733695959

17 Comments

  1. Artikel yg sangat bermanfaat…mantap pak haji

  2. mohon pencerahannya pak haji

    kondisi murai batu jika kita rawat ( kira2 saat ini usia 1 thn ) kondisiyg ada saat ini masih giras jika didekati , sdh bisa maka vour total , hanya ngeriwik , kondisi tdk di kerodong utk mengurangi kegirasaanya .

    pertanyaan dari saya

    kapan mentalnya mapan, dan bisa gacor (katuranggan ok )
    ada cara yg cepat agar kegirasannya bisa berkurang dgn cepat
    apakah ada keterbatasan usia utk burung murai batu utk dibawa ke lapangan ?

    terima kasih ya pak Haji

    • @Budiman, hhmm…kok pertanyaannya nanggung sedikit sih? Untuk kapan pastinya seekor MB mapan mentalnya tidak ada yang tahu, itu tergantung bakat masing masing MB dari sononya tetapi umumnya setelah kita rawat 1x mabungan pasti akan terjd perubahan. Tanda tanda dia sdh bisa menyesuaikan dg lingkungan barunya terlihat dari dia mulai rajin bunyi ngeplong ngeplong dan sebagian isian burung masteran sdh masuk sebagian.
      Kalau mau tahu sdh mapan atau belum mentalnya tinggal dibawa kelapangan saja atau minimal ditrek.
      Cara Om dg membuka kerodong secara bertahap itu sdh betul, jd tinggal menunggu wkt saja. Tetapi ada beberapa type MB yg tetep saja giras jika didekatin meskipun sdh dipelihara lebih dari setahun atau semabungan. Nah untuk model yang satu ini tinggal ditrek saja kalau msh tetep saja kedubrugan yah tinggal dilego saja Om tetapi ada MB yang kedubrugan jika didekatin tetapi stlh melihat musuh dia lupa daratan alias terus ngadu.
      Untuk dibawa kelapangan lebih baik jika siMB sdh berumur minimal 2x mabungan tetapi lbh afdol jika stlh 3x mabungan. Ditrek dan dibawa kelapangan untuk pengertian kami berbeda.

  3. terima kasih atas pencerahannya pak Haji

    semoga SKL makin berkibar terus di kancah perburungan nasional

  4. terima kasih sudah berbagi ilmu om… semoga SKL sukses selalu dalam dunia peburungan.

    • @Koko Alonso, Amin, makasih…

      • Sama-sama om salam jabat erat dr kepri

  5. Mohon saran pak haji..mb mh sy sdh rawatan 1 bln, dpt dr tmn dia rwt sejak proses voer bln oktober’13. Pola ekor murai medan. Harian rajin bunyi bervariasi, ekor +/-17cm. Sy trek dg murai medan lain bbrp hr lalu. Awalnya sd 10 mnt murai sy bunyi dg variasinya,kmudian diam dgn kondisi bulu sktar perut mengembang/mbalon.
    – teman blg murai sy mentalnya drop/kalah mental..
    – apakah murai sy benar2 murai medan atau sumatra yg tanpa gembung..? Sy kwatir kalo dptnya murai borneo (gembung)

    Krn sy kluarkan dana yg tdk sedikit untuk berharap dpt murai medan (sumatra) & tdk gembung. Pls advice…thx

    • @Ari, maaf, kami tidak bisa memberikan komentar yang akurat karena tidak melihat burungnya atau minimalnya fotonya. Tetapi kalau menurut penuturan Anda sendiri bahwa ekornya sekitar 17cm, itu sudah merupakan pertanda bahwa MB tersebut berasal dari Sumatra.
      Kalau bulu disekitar perutnya mengembang, yah jelaslah bahwa MB Anda itu sebetulnya belum layak untuk ditrek karena belum lama dirawat semenjak tertangkapnya dari hutan. Seharusnya minimal satu kali mabung, baru bisa dicoba. Tenaganya masih belum maksimal.

  6. Kalou p’haji berkenan saya akan kirim foto & video nya lewat email sklbf_jtb@yahoo.co.id atau lewat media lain juga boleh whatsup…?

  7. pak tolong pencerahannya, penanganan kaki MB yg bengkak di engkle bagusnya diberi apa?

    • @Rahman Kicau, ini MB hasil tangkapan hutan atau hsl penangkaran? Maksudnya engkle itu, pergelangan kakinya yah?

  8. Salam kenal pak haji, mau tanya pak haji sy sering melihat postingan dr skl beda MB PTT sama MB Kopasus apa ya, terima kasih sebelumnya

  9. assalamuallaikum pak, maaf mengganggu saya cuma mau tanya saya punya mb hutan sudah 3bulan di rawat dan sekarang sudah jinak lalat tapi mb sering di bawah angkringan/seperti takut. apa artinya mb saya mentalnya jelek.

    • @Hendri, jangan memvonis terlalu cepat. Namanya burung baru ditangkap dr hutan, yah begitulah. Apalagi baru 3 bulanan.

  10. saya juga kepikir ke situ pak,biasa klo ada tmn maen kerumah langsung coment mb kamu turun angkringan dan ngumpet itu mb jelek. terima kasih pak atas ilmunya semoga sukses selalu

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *