Sesuai judul artikelnya, merawat burung murai batu dimusim pancaroba atau disaat kondisi cuaca yang tidak menentu ini yang kita utamakan adalah kesehatan/keselamatan siburung itu sendiri dulu.

Bagi kebanyakan kalangan pelomba tentunya akan merasa resah jika beberapa hari terakhir menjelang lomba panas matahari tak kunjung muncul, jadi jika tiba tiba muncul sinar matahari pada jam jam tertentu mereka langsung pada sibuk mengeluarkan burung burungnya untuk dijemur, istilahnya mumpung gitu lah…

Yang perlu kita amati adalah terik matahari yang tiba tiba datang pada musim penghujan justru terasa lebih terik/panas jika dibandingkan dengan terik matahari pada musim kemarau karena kelembaban udara sebelumnya sudah dicurahkan sebagai hujan. Secara nalar manusia sebelum hujan tiba lagi otomatis udara akan terasa panas pada tubuh kita kan? Kelembaban udara meningkat.

Nah perubahan suhu dan kelembaban udara yang tiba tiba pada musim penghujan ini yang perlu kita waspadai dalam merawat burung. Contoh yang gampang siburung selama empat hari diselimuti terus alias full kerodong karena hujan yang terus menerus kemudian tiba tiba muncul terik matahari langsung kita jemur, bayangkan apa yang dirasakan oleh siburung?

Tujuan manusianya sih pasti baik karena untuk burung kesayangannya tetapi belum tentu baik untuk burungnya kan? Meskipun musim penghujan disarankan burung tetap dibuka saja tetapi didalam rumah sesuai jadwal rutin pejemuran diluar, kalau waktunya dikerodong tiba yah tinggal dikerodong lagi. Apabila panas matahari muncul maka pada hari pertama kita keluarkan siburung tetapi jangan langsung menantang terik matahari jadi cukup siburung merasakan hangatnya saja. Baru pada hari keduanya jika sinar matahari itu muncul lagi baru kita jemur siburung langsung terkena sinar matahari, intinya kita memberikan kesempatan kepada dia untuk menyesuaikan dengan kondisai cuaca yang sewaktu waktu bisa berubah cepat.

Biasanya mulai bulan Desember sampai dengan akhir Maret kami memelihara burung nyantai nyantai saja, YANG PENTING siBURUNG SELAMAT DULU SAJA karena mencari burung bagus itu dihari gini sudah teramat susah, kalaupun ada harganya tidak mengenakan telinga.

Semoga sukses….

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

4 Comments

  1. mantap banget pencerahannya , mau tanya lagi Pak Haji

    aakah dalam kondisi di musim penghujan ini ekstra fooding mesti ditingkatkan porsinya atau sebaliknya ?

    terima kasih atas pencerahannya

    • @Budiman, untuk MB lomba tdk usah, krn yang penting kotinuetasnya. Untuk MB di kandang tangkaran perlu sedikit ditambahkan untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya, misal disore hari dikasih ulet Hkg atau porsinya ditambahkan.

  2. Pak Haji maaf bertanya lagi, saya punya murai silangan medan dan lampung usia 14 bulan baru 1 kali rontok pada usia 3 bulan, akan tetapi sampai saat ini ekornya masih pendek kira2 10 cm, bulu hitam di kepala mengkilat untuk bulu leher dan punggung hitam biasa, suara keras sudah bisa niru awalan cucak jenggot dan siulan burung samyong, menurut pak haji murai saya ini jantan atau betina pak haji? apakah murai betina bisa niru suara ke dua burung tersebut? saya mohon pencerahannya pak haji.

    Terima kasih.

    • @Ares, ada segelintir MB betina yang mempunyai kemampuhan merekam suara burung masteran, sy pribadi pernah memilikinya tetapi yang namanya suara MB betina volumenya yah mentok sampai situ-situ saja. Maaf tanpa melihat burungnya atau minimal foto burungnya terus terang kami tidak bisa berkomentar tentang jenis kelaminnya.

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>