Jika kita bisa lebih cepat mendeteksi burung yang terserang penyakit InsyaAllah kemungkinan besar burung masih bisa terselamatkan. Mengapa selalu banyak orang yang selalu menyarankan jangan memelihara burung terlalu banyak? Maksudnya adalah tidak lain agar supaya kita bisa lebih mengenal dengan baik masing masing karakter atau kebiasaan burung kita satu persatunya selain agar supaya semua burung bisa terawat dengan baik.

Jika kita sudah mengenal satu per satu kebiasaan burung kita dengan baik misal bagaimana lahap makannya, aktivitas sehari harinya maka tanpa disadari mata kita sudah terlatih dengan sendirinya jika kita pada suatu saat melihat kejanggalan aktivitas dari bururng tersebut.

Untuk mengenali burung kita, khususnya murai batu, sehat atau tidak maka yang perlu diperhatikan adalah :

1. Selera makannya, jika pada suatu hari selera makannya menurun maka kita harus lebih waspada. Misal, jika siburung biasa menghabiskan porsi krotonya hanya dalam waktu 60-90 menit saja ternyata pada suatu hari 2 jam bahkan lebih sudah terlewati akan tetapi porsi krotonya itu tak kunjung habis nah kita harus pantau perkembangan selanjutnya.

2. Perhatikan kotorannya, burung murai batu yang sudah makan voer maka jika siburung merasa kurang fit kotoran dipagi harinya biasanya tidak terlihat tanda tanda burung tersebut semalam makan voer alias dikotoranya tidak akan terlihat voernya. Kotoran akan cenderung mencair/mencret.

3. Burung murai batu yang kurang fit tidak akan mengeluarkan serpahan, logikanya bagaimana mau mengeluarkan serpahan wong makan saja kurang doyan.

4. Perhatikan bulunya, bulu burung yang kurang fit pasti akan jegrag/ berdiri/merinding dan leher setengah ditekuk.

5. Burung yang kurang sehat maka aktivitas burung pasti akan menurun, suara cetrekan juga pasti akan lebih lemah dari biasnya.

6. Keuntungannya memiliki burung yang jumlahnya tidak berlebihan maka kita akan tahu kapan kebiasaan burung kita itu rajin berkicau, misal dipagi hari mulai jam 05.an sudah terbiasa rajin berkicau maka kalau terjadi sebaliknya PASTI kita akan bertanya tanya ada apa gerangan dengan siburung.

Bila suatu saat rekan rekan menemui salah satu point yang disebutkan diatas tadi pada burung kesayangan kita alangkah baiknya kita pantau terus dan cepat ambil tindakan preventivnya.

Langkah yang paling gampang burung jangan dikeluarkan atau bahkan dijemur dulu barang sehari sih, full kerodong dan kita perhatikan suara burungnya apakah masih seperti biasanya atau tidak, kemudian perhatikan dan pantau kotorannya.

Mudah mudahan ulasan yang sangat sederhana dan singkat ini bisa bermanfaat. Amin…

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081395407415, 087727505831 dan 085733695959

5 Comments

  1. Sebelumnya..Makasih pak aji,tadi atas saran and masukannya.
    Next time,Boleh ya kapan” aku tlp and minta saran or masukannya lagi..

    #Oh iya,ini barusan aku mandiin mbku pakai shampo. soalnya digigitin terus bulunya!!!..

  2. Iya pak aji,soalnya tadi malam aku kasihan liat burung MBku semakin jadi,Soalnya mau pindah ke ekornya!!!.
    Apa benar itu disebabkan karna stres,atau gimana pak aji?!..

    Mohon saran and petunjuknya pak aji..?? 🙂

  3. Sangat bermanfaat infonya Om…saya pengunjung setia blog ini
    btw, bagi yang terbiasa memelihara burung, biasanya lebih mudah mengenali kebiasaan dan perubahan tingkah laku maupun fisik burungnya
    semoga dgn sharing tulisan ini bisa meminimalkan burung yang sakit

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *