Tentunya orang lain melihat kami dari sisi enaknya saja tetapi rata-rata mereka tidak tahu bagaimana sebenarnya pusingnya kepala ini mengurusi penangkaran burung. Problem terbesar adalah menghadapi kenyataan kematian burung-burung indukan MB kesayangan yang tentunya harganya relativ mahal ditambah lagi menghadapi kenyataan kematian anakannya yang sudah kita pelihara beberapa waktu, belum lagi tenaga dan konsenterasi yang sudah terkuras.

Apalagi anakan burung tersebut sudah indenan orang tiba-tiba mati mendadak tanpa kita ketahui sebab musababnya, wah hati ini les lesan alias kecewa. Bagi saya menelpon pemesan/pemilik burung untuk memberitahukan bahwa burung indenannya telah mati adalah salah satu pekerjaan yang paling membebani hati didunia ini. Saya rasa perasaan ini tidak jauh berbeda dengan yang dirasakan oleh penangkar lain.

Mungkin masalah-masalah yang tidak enak diseputar penangkaran burung selama ini selalu ditelan sendiri saja oleh penangkarnya dengan alasan pribadi masing masing tetapi SKL BF dalam kesempatan ini dengan keterbukaan hati akan menceritakan apa adanya agar supaya penangkar penangkar baru siap mental dan tidak gampang putus asa dalam menghadapi permasalahan seputar penangkaran burung.

Pertama kita harus instropeksi apa alasan kita menangkar burung ini? Kalau alasannya memang hobi menangkar atau bener bener hobi dengan binatang yang dipeliharanya urusan yang paling mendasar sudah teratasi tapi kalau alasannya hanya karena ingin sukses seperti tetangganya atau temannya nah ini yang harus disikapi dengan hati-hati karena DIJAMIN PASTI akan kecewa.

Banyak yang sharing dengan kita mengapa begini begitu, misal, “Kok bisa mati mendadak tanpa ada gejala gejalanya sampai saya tidak bisa tidur memikirkannya”.

Kedua : kita harus sadar dan tahu bahwa memelihara burung ini merupakan salah satu hobi kita saja. Yang namanya hobi identik dengan kesenangan bukan? Harus diingat yang namanya hobi itu pasti akan morotin duit tetapi imbalannya hati kita menjadi senang. Tetapi disini kenyataanya berbeda, begitu salah satu burung kesayangan kita mati mendadak hati ini mulai menjadi galau, tanpa disadari kita hanyut dalam kekecewaan. Itu manusiawi kok dan sayapun akan merasakan yang sama karena sayapun masih manusia biasa. He…he.

Tetapi saya berusaha berpikir dengan logika kuat, saya telah memilih hobi bermain dengan barang bernyawa dengan tujuan untuk kesenangan/menghibur diri tetapi tentunya konsekuensinya barang bernyawa tersebut bisa mati kapan saja tanpa mengerti keluhan dari yang bersangkutan sebelumnya misal pusing kepala, mual atau jantungnya nyut nyutan. Maklum saya tidak bisa memahami bahasa mereka. He…he.

Jadi kalau kita selalu larut dalam kekecewaan karena kematian, terbangnya siburung atau burungnya bahkan dicuri orang berarti hobi burung ini justru bukan menghibur diri kita dong, seperti ditulis dari awal hobi=kesenangan, intinya memiliki hobi ini adalah untuk mendapatkan kesenangan bukan untuk bersedih sedihan kan? Jadi semuanya dibikin senang dan gampang saja lah.

Nah menangkar burung tentunya problemnya akan lebih komplex lagi, yang PASTI yang mati tentunya bukan hanya seekor lagi jadi harus siap siap mental.

Ini sekedar cerita dari pengalaman saya saja, pada tahun 2010 SKL BF pernah mengalami guncangan hati dimana hanya dalam kurun waktu 3 bulan saja kami kehilangan (mati) tidak akan kurang dari 60 ekor trotolan, penyebabnya??? Mereketehe…kemudian pada tahun 2011 terulang lagi, belum lama ini pada tahun 2012 Alhamdulillah mengalami juga.

Saking sudah terbiasanya setiap pagi saat itu jika saya bertemu dengan perawat perawat burung saya, saya yang selalu bertanya dulu, “Hari ini sudah mati berapa?”. Jadi pertanyaanya bukan lagi, “Apakah burungnya sehat sehat?”. Hanya berusaha untuk siap siap mental dan menghibur diri saja.

Jadi kalau kapan kapan menjadi penangkar harus diperhitungkan segala risikonya, jangan hanya berpikir memanen uangnya saja karena kalau kita hanya berpikir materi semata maka rasa kecewa yang besar akan menghadang Anda.

Semoga pencerahan ini bisa bermanfaat untuk rekan rekan Kicaumania yang sedang mengalami hal yang sama. Amin…

 

 

 

 

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

4 Comments

  1. Nice share-nya pak Haji, lha wong saya belum mulai ternak aja baru2 ini di rumah MB-nya dah mati 3 ekor tanpa sebab. Yang dititipi buat ngerawat MB-nya sampai minta maaf ber-kali2 karena merasa bersalah. Semua Mb yg mati tadinya dalam kondisi sehat & tiba2 mati mendadak.Bingung mau bilang apa ? Tapi saya malah penasaran… kok bisa ya MB-nya mati mendadak…mudah2an setelah terjun ternak nanti banyak lagi pengalaman berharga lain yg akan saya dapat. Sukses Pak Haji.

  2. murai gak mungkin mati tiba2 tanpa sebab. pakai logika aja, pasti ada yg salah. coba lakukan observasi.. kalo logika sy sih kalo MB udah rawatan lama tiba2 mati pertama pasti krn makanan/minuman.lebih ke salah makan. mungkin saja makanan/minuman ok, tp sekitar kandang kurang bisa sehingga makanan terkontaminasi. misalnya jatuh terus dikonsumsi si MB. sekali lagi kalo MB itu mati pasti ada penyebabnya, cari tahu aja..

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>