Melanjutkan cerita artikel kemarin dimana sekitar belum genap 3 bulan kami mendapatkan dua ekor murai batu penguasa wilayah adalah kandang JATAYU sebagai murai yang keduanya.

Persis seperti siBATAVIA kedua telur kandang JATAYU menetas seminggu kemudian menyusul setelah kandang BATAVIA, betapa bahagianya hati kami ini. Sebetulnya melihat telur murai menetas adalah hal yang lumrah saja bagi kami, tentunya melihat anakan murai mati juga sudah merupakan pemandangan yang biasa bagi kami (he…he) tetapi yang ini sangat spesial bagi kami karena kedua murai batu jantan (BATAVIA dan JATAYU) adalah MB yang baru saja tertangkap, belum ngevoer dan yang paling parah masih sangat liar alias kedabrak kedubruk jika melihat orang seperti melihat hantu saja.

Dan yang paling spektakuler kami telah menemukan Sahabat di Aceh sana yang yang sangat kredibel, intregritasnya patut diacungi jempol karena omongannya selalu sesuai dengan kenyataanya. Susah mencari nara sumber burung yang sangat akurat baik cerita maupun kenyataanya. Tetapi siorang ini akan selalu melayani kami dengan baiknya yang tentunya harga burungnya juga ikut berperan tetapi tidak apalah dengan harga yang berbeda asalkan kualitasnya memadai.

JATAYU ini didapatkan pada satu gunung yang sama dengan BATAVIA tetapi hanya beda posisi dan wilayah kekuasaanya masing masing. Kalau BATAVIA ini posisinya kearah atas menuju puncak gunung,  nah JATAYU ini kebalikannya yaitu justru kearah lembah semacam jurang yang curam dengan dinding bebatuan cadas.

Menurut cerita tukang pikatnya menangkap JATAYU lebih merepotkan karena posisinya yang sulit terutama dibawah jurang tempat bermain siJATAYU tidak ada air sehingga mereka terpaksa membuka basecampnya dibibir atas jurang tersebut. Jadi mereka setiap hari harus selalu bolak balik naik turun bebatuan cadas, hal ini yang mereka anggap terlalu bahaya untuk keselamatan mereka apalagi kala itu curah hujan lagi derasnya. Sebetulnya masih sangat tidak layak upah yang mereka dapatkan jika dibandingkan dengan nyawa yang mereka pertaruhkan tetapi yang membuat kami kagum adalah rasa selalu bersyukur mereka.

“Itu sudah risiko kerjaan kami Bang, kami tidak mempunyai kemampuhan lainnya jadi nanti bagaimana istri dan anak bisa makan,” miris hati kami ini jika mendengar penuturan yang begitu lugunya.

Mengikuti rute jalur terbang JATAYU ini sangat repot karena jika mencari makan dia terbang keatas jurang tetapi setelah mendapatkan makanannya dia terbang kebawah lagi untuk bermain, mereka kerepotan memasang alat jeratnya karena siburung terlalu cepat berpindah pindah tempat.

Akhirnya diputuskan memakai jaring halus yang dipasang acak dirute terbang siburung, jadi konon jalur terbang murai batu di habitatnya selalu sama selama tidak ada kendala di jalur tersebut seperti kita manusia saja yang selalu menggunakan jalan yang sama dari rumah ke kantor dan sebaliknya. Mengagumkan bukan???

Mereka giring perlahan lahan dengan tidak menampakan dirinya maka siburung akan terbang normal seperti biasanya pada rutenya tanpa disadari bahwa sebenarnya di jalur terbangnya sudah dipasangi jaring halus yang tidak terlihat oleh siburung.

“InsyaAllah burung akan terperangkap kalau milik badan lagi bagus Bang,” tutur mereka. Nah begitulah JATAYU akhirnya tertangkap. Khas suara murai yang hidup di bukit bebatuan typikalnya cenderung sangat tajam seperti yang dimiliki JATAYU. Masih menurut cerita mereka suara JATAYU ini seperti suara burung murai tiga yang sedang bersahut sahutan, tetapi menurut logika saya itu hanya dampak suaranya sendiri yang menggema karena disekitarnya terdapat dinding bebatuan. Yang jelas speed burung sangat rapat sehingga pantulan suaranya bisa terkesan seperti suara tiga ekor murai yang sedang bersahut sahutan.

JATAYU kami jodohkan dengan betina dari trah BAHAMAZ supaya suara anakannya Cetar Membahana Badai Halilintar… Emangnya SYAHRINI???

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081395407415, 087727505831 dan 085733695959

6 Comments

  1. Met siang Pak Haji
    Mantaps…saya indent anak jatayu yg top markotop ya
    Mudah mudahan sy orang pertama yg indent, jd ngga keduluan ama member SKL yg lain….hehehehehehe

    Hatur nuhun pisan ya Pak Haji
    Wassalam
    Setyo

  2. Hemm Ekornya persis rambut syahrini

    • @Ferry, iya Mas Ferry…maklum baru keluar dari salon. He…he.

  3. Istimewa Pak Syamsul…. Baik BATAVIA ayau JATAYU

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *