Indukan MB jantan nama PANAMERA ini berasal dari BOHOROK, Kabupaten Langkat – Provinsi Sumatra Utara. Sekali lagi burung MB asal Bohorok memang dikenal legendaris tetapi tidak semua MB Bohorok itu semuanya bagus.

Namun cerita penangkapannya yang memang lumayan seru, jadi informasi mengenai keberadaan burung ini kami dapatkan dari seorang pemikat yang kebetulan lagi Off karena rekan seprofesinya sedang membangun rumah. Awalnya kami bertanya apakah dia pernah menemui burung murai batu yang memang lain dari pada yang lain, baik dari segi mental, vokal maupun isian suara hutannya.

Mengapa kami utamakan juga isian suara alam atau hutannya? Karena kalau isian suara hutannya banyak berarti burung tersebut mentalnya bagus karena dia tidak mempunyai rasa takut sehingga bisa berkonsentrasi merekam suara suara disekitarnya dan setidaknya cerdas, selain itu berarti usia burung tersebut juga sudah cukup mapan.

Sipemikat tadi menceritakan, “Ada Bang, bodynya kecil tapi suaranya ala mak sangat tajam”.

“Bagaimana dengan isiannya?” tanya saya lebih lanjut.

“Waduh Bang, jangan tanya isiannya lah. Pokoknya isiannya sangat banyak sampai aku gak bisa merincinya. Nih Bang terus terang selama saya jadi pemikat saya belum pernah menemui burung murai batu yang model kayak gini,” jelas dia.

“Yang bener…???”, tanya saya terkagum kagum. Terus terang saya langsung bersemangat mendengar informasi ini karena ini merupakan tantangan tersendiri bagi kami.

“Aduh Bang buat apa saya cerita yang berlebihan, pokoknya kalau sampai aku berbohong Abang tidak usah kenal saya lagi saja. Tapi menangkapnya susah Bang, aku sudah berkali kali dan juga sudah banyak pemikat lain yang mencobanya tetapi selalu gagal karena burungnya tidak mau turun dan juga sudah tidak mau makan jangkrik maupun ulat karena trauma,” cerita dia berusaha menyakinkan kami.

“Terus kira kira kamu sanggup gak menagkapnya?” tandas saya.

“Tidak bisa janji Bang tapi kalau berusaha sih tidak ada salahnya kan Bang,” tukas dia.

‘Ya ok lah tolong burung itu untuk saya,” pinta saya. Saya bertanya lebih lanjut kira kira kapan mau berangkatnya, dia bilang tidak tahu karena harus menunggu rekan seniornya yang sedang membangun rumahnya.

Setiap dua minggu sekali saya menelponnya untuk menanyakan kapan kesiapannya untuk memikat burung tersebut tetapi jawabannya selalu sama yaitu “Nanti Bang, kami belum siap.”

Sampai berbulan bulan kami bersabar menuggu, terakhir ketika saya mengontaknya lagi eh tahu tahu hpnya sudah tidak aktiv lagi. Kami tanyakan kepada rekan dekatnya katanya kelihatannya dia sudah beralih profesi menjadi pengepul kelapa sawit. Memang harus diakui menjadi pemikat burung itu identik dengan gambling, semingguan pergi masuk ke hutan belum tentu membawa hasil karena keberadaan MB Bohorok memang sudah sangat langka sekali.

Akhirnya kami putuskan untuk mengontak dan mengorder tukang pikat inti kami saat itu dan menanyakan kepada dia apakah dia mengenal lokasi burung tersebut dan jawabannya Alhamdulillah dia mengenalnya sangat baik, bahkan dia bercerita bahwa disekitarnya itu total ada tiga burung murai yang menjadi sparingnya.

Tetapi saya tegaskan bahwa yang perlu ditangkap hanya burung yang dimaksud saja, itu sudah cukup bagi kami. Untuk apa menangkap prajuritnya atau wakilnya kalau pemimpinnya sudah tertangkap kan?

Singkat cerita mereka berangkat berempat, dihari kedua dia menelpon saya dari lokasi burung bahwa dia sudah mendapatkan satu ekor, jadi saya tanya bagus tidak burungnya tuh.

“Bagus Bang, kakinya hitam dan ini juga burung lama yang memang saya sudah mengenalnya beberapa tahun yang lalu,” tukasnya.

Hhmm…kebetulan saya penggemar kaki hitam. Pada hari keempat dia mengontak saya lagi tapi sinyalnya teramat jelek sekali. Saya cuman sempat mendengar kata susahnya saja, eh pada hari kelima dalam perjalanan turun dia menelpon saya lagi.

“Lagi ada dimana Bang?” tanya dia.

“Lagi ada di rumah, kenapa?” tanya saya balik.

“Alhamdulillah…burung sudah tertangkap Bang,” tegas dia.

“Alhamdulillah…,” teriak saya.

Menurut penuturannya memang bener burung tidak mau dipancing pake ulet maupun jangkrik lagi karena sudah trauma berat, jadi ketika dipanggil disiulin burung sangat responsiv tetapi burung selalu diatas pohon pohon yang tinggi saja terus suaranya tiba tiba menghilang lagi.

Karena sudah kehabisan akal akhirnya mereka mengunakan burung murai yang pertama tertangkap tadi sebagai umpan suara, ternyata methode ini berhasil sukses. Jadi siburung yang berkaki hitam tadi kakinya diikat dengan tali yang agak lentur agar supaya tidak melukai kakinya kemudian salah satu ujung yang lainnya diikatkan pada sesuatu.

Langkah berikutnya sipemikat mengaktivkan suara panggil burung dari hpnya, tiba tiba muncul burung jagoan tadi nembak menyahutinnya. Mendengar suara tembakan asli suara murai MB yang tadi diikat kakinya langsung meresponnya sehingga terjadi adu vokal diantara kedua MB tersebut.

Wah mereka berempat yang mengintipnya secara langsung sempat berujar, “Ngeri Bang dua duanya, sama sama agresivnya. Kami tidak menyangka kalau MB yang berkaki hitam ini masih punya nyali untuk berlaga dengan Penguasa Wilayah meskipun sudah 5 hari disimpan didalam karung goni dan kondisi kaki dalam keadaan diikat,” ceritanya.

Akhirnya dengan satu gerakan yang mengejutkan yaitu salah satu kepala mereka muncul dari tempat persembunyian maka siburung merasa kaget dan terbang menghindar dari mereka tetapi karena disekitarnya sudah terpasang perangkap jaring jaring halus akhirnya burung tadi tersangkut.

Begitulah kira kira tertangkapnya siburung, jadi ada hikmahnya juga dengan tertangkapnya MB berkaki hitam tadi karena bisa digunakan sebagai umpan. Mungkin ceritanya akan lain jika mereka tidak menangkap MB berkaki hitam dulu, mungkin tidak akan sukses. Kalau memang sudah rejekinya tiba tiba semuanya berjalan lancar lancar saja. Amin…

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

8 Comments

  1. Pak Syamsul : Apa sudah produksi untuk indukan yang satu ini???

    • @Galih, belum Mas Galih. Setelah didapat beberapa bulan kemudian dia mulai mabung.

  2. waduh mantaf sekali pak haji burungnya, trus yang kaki hitam gimana pak haji ? ikut ditangkarkan juga ?

    • @Abduloh Hariri, masih dalam proses penjodohan karena baru saja selesai mabung, sama seperti Panameranya.

  3. menarik sekali cerita2nya…cuma kadang saya mikir om, mendapatkannya kan susah banget tuh, belum lagi harus hunting sampai ke aceh, tapi kok dijual ke orang lain, tidak ditangkarkan dulu?

    • @Mamad, jika kita menahannya untuk diri sendiri berarti kita tidak memberi kesempatan kepada orang lain untuk bisa menangkar MB. Atau jika kita memberinya yang lapis kedua atau kualitas kedua berarti kita tidak fair juga dong. Perlu diingat !!! Diatas langit masih ada langit, begitu juga dengan masalah MB. Kami sudah terbiasa mendapatkan atau memegang MB-2 Istimewa, jadi hal ini bagi kami biasa2 saja. Selain itu link kami sangat banyak. Prinsip kami : TIDAK BOLEH MENAHAN BURUNG MB SEBAGUS APAPUN BURUNG TERSEBUT !!! Kalau di tangkarkan dulu otomatis yah sudah toh. He…he.

      • setuju om…prinsip dan komitemen terhadap penangkaran MB nya luar biasa, ini yang menjadikan SKL BF besar, dan akan semakin besar

  4. maksud saya, ada beberapa MB hasil hunting langsung ke habitatnya, tapi dijual? Mb diatas masih ditangkarkan ya…

    memang keren ^^

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>