Kebanyakan orang berpikir bahwa memikat burung murai batu itu harus khusus dengan membawa burung MB Pemikat yang dibawa dari rumahnya kemudian burung pikat tadi kita gantangkan didalam hutan sana.

“Wah jelas repot lah Bang kalau kita harus menenteng sangkar burung ekstra lagi,” sipemikat menjelaskan kepada kami.

Sekarang mereka cukup hanya menggunakan suara panggil dari handphone atau siulan manual dari mulutnya yang sangat mirip suara burung murai batu dan sudah bisa memekakkan telinga saya.

Ketika mereka sudah berada pada posisi yang disinyalir sebagai habitat burung murai batu barulah mulut mereka mulai beraksi mengeluarkan siulan siulan canggihnya yang dibantu dengan suara panggil dari hpnya, tetapi yang menggunakan alat komunikasi ini hanya digunakan sewaktu waktu saja karena keterbatasan kemampuhan baterenya.

Biasanya di area habitat murai itu sudah banyak tanda tanda yang ditinggalkan para pemikat sebelumnya, salah satunya mereka menuliskan nama dan tanggal kehadirannya di area tersebut maupun bekas tenda atau jaring pemikat yang sudah rusak yang sengaja ditinggalkan disitu.

Burung murai sangat sensitiv dengan suara suara asing karena mereka mempunyai sifat teritorial, begitu mereka mendengar suara burung murai yang lainnya maka langsung dia menghampirinya tetapi burung yang sudah berpengalaman tidak mau langsung turun melainkan mereka memantau dulu sebetulnya siapa yang datang, bahkan burung murai batu yang bicok/susah ditangkap karena trauma kebanyakan sudah tidak mau terpancing lagi untuk memakan umpan yang sudah disediakan, misal jangkrik, ulet Hkg.

Lain halnya dengan MB yang masih culun/belum berpengalaman belum lagi sipemikat beres memasang alat jerat eh tahu tahu siburung sudah terperangkap disalah satu jaring mereka, pemikat yang sudah senior kurang menyukai burung yang memiliki karakter agresiv begini karena nanti setelah tertangkap biasanya akan membutuhkan waktu yang agak lama untuk sampai mau berbunyinya tetapi mereka jelas menyukai dari sisi ekonominya saja karena setidaknya untuk mendapatkan burung semacam ini jauh lebih gampang.

Tetapi tidak semua burung bicokpun istimewa, burung bisa menjadi bicok dikarenakan burung tersebut pernah tertangkap tetapi lepas lagi sampai berulang ulang sehingga burung menjadi pintar atau menjadi lebih waspada dalam menyikapi situasi dan kondisi atau semacam mempunyai rasa trauma.

Untuk mendapatkan burung hasil tangkapan yang bagus semuanya kembali lagi tergantung dari kejujuran hati sipemikatnya itu, kalau kita bertanya kepada pengepulnya pasti akan dijawab semuanya bagus dan ingat pengepul hanya berkemampuhan mengepul burung saja. Sangat jarang sekali pengepul ikut memikat burungnya.

Setelah dipanggil burungnya dan mulai menampakan diri barulah sipemikat beraksi, jika siburung sudah trauma melihat jangkrik atau umpan burung yang sejenisnya maka sipemikat mulai menggunakan cara lain dengan mengamati dimana burung bermain, mandi dan mencari makannya sekalian mempelajari rute terbang siburung tersebut. Ini memerlukan waktu yang tidak sebentar.

Setelah memahami pergerakan siburung barulah pemikat memasang beberapa jaring halus dirute terbangnya dengan harapan siburung akan menabrak salah satu jaring yang telah dipasangnya itu. Jaman sekarang dimana mana sudah susah mencari uang, memikat burungpun sekarang sudah bertambah susah pula dimana burungnya sudah tidak mau makan umpan pula. Korupsi saja sudah bertambah susah karena sudah ada KPK. He…he. Beginilah siklus kehidupan manusia.

Jika sang betinanya sudah tertangkap duluan maka prosesnya akan lebih mudah, sibetinanya tinggal diikat kakinya dengan tali yang lentur supaya aman bagi kakinya. Pada umumnya sibetina akan mengeluarkan suara sambil meronta ronta ingin melepaskan dirinya, nah otomatis sang jantan yang telah kehilangan istrinya akan gelap mata sambil terbang teriak teriak mengeluarkan suara kerasnya juga untuk mencari istrinya. Begitu mendengar suara istrinya biasanya sang jantan akan terbang membabi buta, nah ini yang diharapkan sipemikat yaitu sang MB jantan akan menabrak salah satu jaring yang memang sudah disiapkan semenjak awal dirute terbangnya tadi.

Karena siburung tidak mau turun untuk makan umpan, menurut penuturan pemikat , ada cara yang agak kasar untuk mendapatkannya yaitu dengan memasang getah pada dahan dahan diatas pohon yang berdekatan dengan umpannya tetapi kebanyakan cara ini dipakai sebagai alternativ terakhir karena bulu burung akan menjadi rusak, otomatis harganya juga akan jatuh.

Keberhasilan methode memikat yang diterapkan ini semuanya kembali lagi tergantung dari milik badan/rejeki masing masing pemikatnya, meskipun sudah diupayakan sedemikian rupa tetapi kalau bukan rejekinya yah tentunya semua hasilnya akan nihil. Dijaman sekarang tidak sedikit pemikat burung yang pulang dengan tangan kosong, faktor inilah yang menjadi salah satu pemicu mengapa terakhir akhir ini harga MB Sumatra merangkak naik.

 

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>