Banyak Muraimania, terutama pemula, mendapatkan masalah perawatan burungnya setelah selesai menjalani proses mabungnya. Petanyaan mereka diantaranya kok tidak cepet jadi gacor lagi, kenapa cuman ngeriwik saja belum ngeplong ngeplong dan sebagainya, intinya tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya.

Perlu diketahui saja setiap jenis burung apapun juga, terutama disini murai batu, yang baru selesai mabung ibaratnya kita manusia seperti baru sembuh dari sakit. Jadi semuanya harus melalui proses dan recoverynya setiap MB pasti butuh waktu yang tidak sama, seperti kita manusia saja. Yang jelas kita tidak bisa diburu buru oleh waktu untuk merawatnya agar supaya bisa cepat diturunkan pada suatu lomba lagi. Memang ada yang cepat tapi juga ada yang lambat, tetapi kalau kita patokannya pada waktu maka dibutuhkan waktu minimal 3-4 bulanan.

Dan usahakan selama 3 bulan itu kita tidak boleh ngetrek burungnya karena sudah pasti kondisi burung belum sepenuhnya pulih 100%, tetapi banyak yang tidak sabaran dan bahkan sampai putus asa. Justru seninya kita memelihara/menyiapkan burung lomba adalah menemukan setingannya, kalau pada motor balap sih seninya adalah ngutak atik mesin motornya sampai menemukan stelan yang tepat. Kadang juga setelah menemukan kecepatan mesinnya yang tepat kita masih tetep saja penasaran untuk menyetelnya lagi. Begitu juga dengan menyiapkan burung lomba.

Jika kita ingin menjadi pelomba sejati yah kita harus bisa menemukan stelannya dan ingat, karakter burung PASTI akan berbeda beda. Burung Jawarapun jika berpindah tangan PASTI akan berubah top formnya meskipun kita sudah diberi tahu stelannya oleh majikan lamanya. Banyak terjadi burung Jawara yang berpindah tangan tidak langsung bisa menoreh prestasi lagi, jika badan lagi apes kadang butuh waktu satu tahun atau lebih tapi bahkan ada yang nyungseb untuk seterusnya. He…he.

Jangankan berpindah tangan, kadang tidak berpindah tanganpun misal setelah mabung yang ini tidak bisa mencapai top formnya seperti semula tapi setelah mabung berikutnya bisa kembali mencapai top formnya.

Tidak sedikit pula burung yang dipelihara oleh pemilik pertamanya tidak pernah moncer tetapi malah setelah berpindah tangan justru malah bisa moncer. Kejadian yang seperti ini tidak mengherankan.

Jangan pesimis dulu, ada juga burung yang tidak rewelan maksudnya asal dikasih makan tanpa diseting untuk lomba seperti pada umumnya dan tidak dalam keadaan sakit dia bisa diturunkan dan bahkan bisa moncer di lapangan tetapi model burung yang seperti ini tidak banyak bahkan sangat sedikit sekali. He…he.

Setingan lomba ini bisa diutak atik pemberian EFnya, misal jangkrik untuk menambah power/tenaga, diatasnya jangkrik ada ulet Hongkong, diatas keduanya ada belalang hijau, anakan lebah dan terakhir tapi lebih baik diabaikan adalah kelabang. Perlu diketahui pemberian semua jenis EF ini tidak ada yang mengakibatkan cacat physik misal kebutaan dan sebagainya, dampak pemberian EF yang berlebihan dan jangka panjang efeknya seperti orang yang sudah ketagihan narkoba saja atau athlet yang sudah tergantung pada asupan dopping.

Kalau kroto fungsinya untuk membikin gacor seekor burung, dampak pemberian kroto yang berlebihan dan rutine akan berdampak burung menjadi obesitas yang otomatis nantinya justru durasi kerja burung menjadi tidak optimal.

Kita harus mampuh mengamati burung kita seberapa banyak takaran makanan tiap harinya atau istilah lainnya setingan hariannya dan bagaimana untuk setingan lombanya yang cocok untuknya supaya kinerja burung menjadi optimal dan tidak menjadi terlalu agresiv sampai nabrak nabrak jeruji sangkar saking birahinya akibat pemberian EF yang berlebihan.

Inilah seninya memelihara burung lomba dan mengapa MB Jawara bisa menjadi mahal harganya? Jawabannya sederhana saja karena mencetak MB Jawara identik dengan karya seni seperti halnya melukis tetapi proses mencetak burung jawara membutuhkan waktu yang jauh lebih lama lho. Dan moto yang paling sederhana yaitu jangan gampang putus asa karena diPASTIkan dalam kehidupan ini, dalam segala hal, kita akan selalu bertemu dengan yang namanya MASALAH, suka atau tidak suka.

Tetap semangat dan semoga sukses. Amin…

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>