MB jantan nama DUPONT kami dapatkan dari seorang Hobis di sekitar Beureunun, Kabupaten SIGLI – NAD. Kami sangat tertarik melihat katuranggannya, semuanya seimbang mulai dari besar kepala, paruh dan bodynya seperti yang tampak pada foto foto dibawah ini. Terutama bukaan paruhnya.

Sebelum kami take over DUPONT  kami disajikan demo berlaganya burung ini dengan MB MB lainnya yang masih merupakan koleksinya, wah sungguh menakjubkan actionnya untuk seekor MB dengan pola rawatan (maaf) yang masih sangat sederhana bahkan bisa dibilang masih primitiv.

Mengapa sampai saya bilang begitu? MB-MB koleksinya boleh dibilang hampir tidak mengenal jangkrik atau EF, hobis MB di Aceh yang tinggal di desa desa kecil boro boro mikirin pemberian EF untuk MBnya, kadang membersihkan sangkarnya saja mungkin sebulan atau bahkan lebih. Itu bisa terlihat dari gundukan kotoran sang MB yang menggunung hampir menyentuh tangkringan bawahnya. Wallaaah…

Jadi di Tanah Rencong ini jika seekor MB sudah terbiasa makan voer maka pemiliknya membiarkan saja MB miliknya melahap voer itu, pemberian EF jangkrik seadanya saja jika lagi ada. Memang di Aceh kadang sulit mendapatkan jangkrik apalagi mereka yang tinggal jauh dari perkotaan, selain itu pasokan jangkriknya mayoriras masih tergantung pengiriman dari MEDAN. Apalagi pemberian kroto yang rutin seperti yang dilakukan Hobis di Tanah Jawa…mereka, Hobis MB di pedalaman Aceh, hanya bisa tertawa terkekeh kekeh seperti meremehkan pola rawatan kita.

Tetapi itulah kelebihan MB ACEH tanpa di tune up-pun sudah gacor owor owor apalagi jika diberikan EF yang sepadan dan rutine, yah otomatis tambah jooosss. Prinsip mereka MB yang bagus yah tetap akan bagus bagaimanapun pola rawatannya. Prinsip mereka semuanya tergantung kebiasaannya, “Sama seperti kita manusia saja Bang, yang biasa makan roti tentunya sudah akan merasa kenyang dengan hanya makan roti saja, begitupun sebaliknya yang sudah terbiasa makan nasi, he…he,” tutur mereka. Betul juga sih…

Jadi lebih irit juga sih biaya perawatan kami setelah menerapkan pola rawatan seperti mereka, apalagi harga kroto di Jawa sudah gila gilaan (sudah tembus diatas 200ribu/kg) malah sampai dijatah lagi pembeliannya. Banyak sekali hikmahnya setelah berinteraksi dengan mereka.

MB DUPONT ini selang waktu sekitar 3 bulanan mulai dari penjodohan sudah berproduksi sekali dan saat ini betinanya sedang mengerami telur telur barunya. Padahal kami menerapkan pola rawatan seperti mereka lho.

Jadi jangan sampai dibikin susah oleh hobi kita, jika kita sampai disusahkan oleh hobi kita masing masing (apapun hobinya) itu namanya sudah bukan hobi/kesenangan lagi tetapi itu sudah masuk tahap cari penyakit. He…he.

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

4 Comments

  1. Namanya kya cat mobil yg aku jual pak haji ini…..heheheheh

  2. pak haji,,,saya jg lagi bljar nangkarin MB,,,ni saya punya yang cewek medan yang jantan nias,,,gimana pak haji prospek kedepanya???maklum pak haji,,,baru belajar,,,,nih udah produk 2 kali,,,,,

    • @Narto Eko Mulyono, yah tidak masalah, bagus bagus saja.

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>