SKL DSC03636 SKL BFDengan semakin maraknya lomba burung berkicau dimana-mana otomatis hal ini mendongkrak permintaan jenis burung tertentu yang kelas lombanya selalu digandrungi Kicaumania. Sudah bukan rahasia umum lagi jika saat ini burung murai batu adalah burung papan atas, atau bisa dibilang menduduki papan paling atas pada hampir semua gelaran lomba, mulai dari lomba akbar sampai lomba kecil sekalipun. Tren ini secara theoritis masih akan berlangsung lama sekali sampai ada jenis burung lomba lain yang bisa menggeser posisinya atau memang sudah kehendak Allah SWT bahwa tren MB harus redup.

Mari kita telaah dan cermati, kiar-kira jenis burung apa yang bisa menggeser posisi burung murai batu ini? Jika kita benar-benar independen maka jawabannya yang fair adalah sangat sulit. Disamping gampang merawatnya (tetapi diakui biaya rawatannya agak mahal jika dibandingkan dengan perawatan jenis burung lomba lainnya karena harga kroto yang cenderung naik terus), juga terutama gayanya yang sangat atraktiv ketika berlaga di lapangan. Volumenya juga tembus sampai keluar lapangan, bahkan pada suatu lomba kelas urakan yang bebas teriakpun pemiliknya masih tetap bisa memantaunya ketika MB tersebut menembak yaitu dari gerakan tubuh burungnya. Pokoknya dalam situasi apapun baik juri yang di dalam lapangan maupun pemiliknya yang di luar lapangan masih bisa/gampang memantaunya ketika burung tersebut sedang berkerja, inilah salah satu keunggulan mengapa burung murai batu sampai dinobatkan sebagai burung lomba papan atas.

Salah satu faktor lainnya yang mendukung adalah karena burung murai batu ini sudah bisa/gampang untuk ditangkarkan, bahkan pada lahan sempit sekalipun. Seperti yang kita ketahui mulai tahun depan pada gelaran lomba burung akbar tertentu kita hanya boleh menurunkan burung-burung hasil tangkaran saja, terutama untuk kelas burung MB.

Selain itu hasil survei Tim SKL  menunjukan bahwa keberadaan burung murai batu di habitatnya sudah sangat memprihatinkan, bahkan pengepul atau beberapa toko burung di jalan Bintang Medan sudah mulai berhenti mengirim burung MB ke Pulau Jawa karena stoknya pada tahun 2013 turun sangat drastis. Mereka bertutur, “Bagaimana dengan tahun depan nih Pak, akan semakin bertambah suram saja?”

Sekalipun ada paling beberapa ekor saja tetapi bagi mereka tidak mencukupi untuk dikirim ke Pulau Jawa karena kuotanya tidak terpenuhin alias ongkos kirimnya terlalu mahal jika harus dikirimkan juga. Jadi mereka menjualnya hanya kepada para hobis lokalan saja dan itupun bisa ludes hanya dalam hitungan jam atau hari saja.

Dan sudah banyak pula tukang pikat yang beralih profesi menjadi petani kembali atau kembali ke ladang, atau memikat jenis burung lainnya seperti Cukcak Hijau, Kacer dan lain lainnya. Ini menunjukan tanda-tanda bahwa keberadaan burung murai batu di habitatnya sudah kritis. Apa yang akan terjadi jika permintaan lebih tinggi dari pasokan? Maka mulai lah hukum ekonomi yang berlaku yaitu harga barang tersebut, dalam hal ini burung murai batu, akan meningkat tajam. Jika harga Mb terus meningkat tidak terkendali, apa yang akan terjadi selanjutnya? Tentunya harganya tidak akan terjangkau oleh kalangan tertentu, pada akhirnya burung murai batu menjadi barang eksklusiv yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan kelas menengah keatas yang notabene adalah kalangan minoritas.

Jika burung murai batu hanya bisa dinikmati oleh kalangan minoritas saja, apa yang akan terjadi? Tentunya tidak akan seheboh/semeriah ketika semua kalangan bisa berpartisipasi.

Bagaimana solusinya? Tentunya dengan partisipasi Anda untuk mulai mencoba menagkarkannya. Perlu diingat !!! Menangkarkan murai batu bukan sekedar hanya menyalurkan hobi saja tetapi ini sudah memasuki ranah bisnis atau dagang. Jika kita memiliki atau menyalurkan hobi semata dijamin pasti buntung alias rugi terus, tidak akan pernah meraup keuntungan. Lain halnya dengan menangkarkan murai, ini sudah bener-benar murni bisnis, dengan syarat kita tidak boleh menyimpan burung yang kita anggap bagus atau istimewa untuk dipakai sendiri. Jika kita masih berminat menyimpan burung yang kita anggap bagus berarti itu masih termasuk menyalurkan hobi, dijamin pasti akan ada ruginya.

Mengapa menangkarkan MB adalah murni bisnis? Karena pada prinsipnya apa yang kita investasikan cepat atau lambat akan kembali modal. Misalnya saja, kita investasikan uang untuk sepasang MB harga 8jt. Selama satu tahun ternyata menetas 3x saja, kemudian kita jual anakannya 4jt sepasang, berarti omset yang dihasilkan setahun 12jt dan keuntungan yang kita dapat setelah dikurangin uang yang kita investasikan 4jt. Tetapi indukan burung MBnya masih tetap menjadi milik kita, jika kita tiba-tiba berhenti menangkarkan MB karena sesuatu hal, indukannya masih bisa kita jual. Misal kita jual cepat 6jt sepasang saja, kayaknya laku seperti kacang goreng untuk sepasang indukan yang sudah pernah berproduksi, tetapi kita masih tetap untung kan kalau ditotal dengan hasil penjualan anakannya. Bagaimana jika indukannya kita jual diatas harga modalnya? Tentunya keuntungan yang kita peroleh akan berlipat. Belum lagi keuntungan yang kita peroleh dari harga burung yang setiap tahunnya cenderung selalu meningkat. Semacam invest pada tanah. He…he. Jenis usaha lain apa yang dalam hitungan bulan atau setahunan bisa kembali modal dan masih mendapat keuntungan? Sangat jarang dan sulit.

Ada yang nyeletuk, “Gimana Om kalau ditengah jalan tiba-tiba indukannya mati?”. Kalau yang namanya musibah dimana-mana bisa saja terjadi, semua linie bisnis pasti ada risikonya. Apa komentar kita dengan musibah lumpur Lapindo, atau jika kita seorang pengusaha garmen atau mebel tiba-tiba gudangnya terbakar, bertambah parah jika sampai ada korban jiwanya, yang mana kita harus berurusan dengan pihak yang berwajib. Nah kemungkinan yang paling parah dalam usaha menangkar murai batu paling-paling (amit-amit) burungnya mati, terbang atau dicuri orang tetapi yang penting kita, pemiliknya, masih sehat waalfiat saja kan? Kalau kerugian materi relativ lah.

Setiap kita berhubungan dengan segala jenis hobi pasti hasilnya rugi karena imbalan atau keuntungan yang didapat hanyalah sebatas kesenangan/kebahagiaan hati kita saja dan itu sudah diantisipasi oleh penghobinya sebagai konsekuensinya. Misal hobi memancing, jangan dianggap enteng modal yang harus kita keluarkan lho. Bisa puluhan juta, apalagi hobi memancing di laut dalam, atau bahkan memancingnya sampai ke luar negeri. Atau hobi main golf, he…he, tinggal di kalkulasi sendiri saja. Atau Badminton, silahkan dihitung mulai dari membeli raket, sepatu, jersey, sewa lapangannya sampai …taruhannya. Apa yang didapat??? Hanya kesenangan hati semata bukan? Memang membuat hati senang itu mahal harganya.

Dengan menangkarkan burung murai batu apa yang kita peroleh? Tentunya hobi kita bisa tersalurkan, selain itu kita mendapat keuntungan materi dari nilai ekonominya yang tinggi dan yang terakhir tanpa disadari kita turut serta melestarikan flora dan fauna kita.

“Terus bagaimana memasarkan anakannya Pak?” ada yang bertanya. Silahkan Anda pilih secara acak nomer telpon atau handphone pemilik penangkaran MB, saya jamin tidak ada yang ready stok alias harus inden. Berarti apa? Kekurangan pasokan bukan?

Nah dari penjabaran-penjabaran diatas tadi apakah Anda tidak berminat untuk menangkarkan MB? Siapa takut??? Jangan terlambat !!! Siapa cepat bertindak, akan cepat dapat. Amin…

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

12 Comments

  1. amiin…blog seperti SKL BF seperti inilah yang terus membuat saya bersemangat untuk (belajar) menangkarkan MB, niatan awalanya hanya untuk hobi dan klangenan, karena sejak kecil saya hobi memelihara burung.

    tapi melihat kesuksesan paar penangkar burung kicau, tampak prospeknya masih dan akan terus cerah

    mohon pertimbangan pak…kalau posisi saya sekarang sedang tugas/kerja di luar Jawa gimana pak? karena menangkar kan harus modal kandang (tetap), selain nyari indukan yg sip. Sementara kendala saya ya itu, kerjanya pindah2 karena status saya PNS kantor pusat (saya membayangkan betapa merepotkan pindah2, seperti halnya mindahin2 barang2)

    terima kasih

    • @Mamad, untuk sementara menangkarkannya bisa di rumah orang tua atau mertua atau siapa saja yang bisa Anda percaya. Itu hanya masalah tekhnis saja.

      • terima kasih atas respon cepatnya pak…
        bisa sih pak kalau dirumah, lahan kosong kebetulan masih cukup luas..cuma orang tua sudah sepuh…takut ngerepotin

        maaf OOT nih pak,….kalau MB lagi mabung, memang cenderung nggak mau kawin/sudah jodoh ya pak?MB betina saya bunyi2 terus, ngeper2 pas disatukan dgn jantannya, tapi jantannya adem2 ayem saja…itu tandanya si jantan lagi males kawin (karena mabung) atau nggak suka sama betinanya?

        terima kasih pak

        • @Mamad, betul, MB yang sedang menjalani proses mabung tdk ada gairah untuk melakukan apapun juga.

          • berarti harus dipisahkan ke masing2 kandang soliter atau boleh tetap dalam satu kandang penangkaran (sambil nunggu mabung nya selesai)? kira2 mabungnya berapa lama pak? mungkin sekitar 1 bulan?

            maaf ya pak banyak nanya, semoga Bapak sabar menghadapi pertanyaan2 dari saya

            o ya pak…kalau misalkan saat ini saya mau beli anakan dari bapak, kira2 harus inden sudah ready stock?

            terima kasih

          • @Mamad, bisa kedua-duanya. Proses mabung dari awal jatuh sampai tuntas sekitar 3 bulanan.

  2. Bagus Tulisan nya,,tapi ko ga ada daftar harga nya ya,,Trus ga ada jenis burung lain yang di tangkarkan,seperti Kenari,Cucak Ijo Dll…

    • @Fahrizal Umami, harga burung sangat relativ. Dan memang kami hanya KHUSUS menangkarkan burung murai batu saja.

  3. salam pak haji, saya sangat minat dengan menangkarkan burung. saya tertarik tawaran dari seorang pedagang burung yang disitu ada murai sepasang dari alam, artinya sudah jodohan dari alam. amankah brung yang sudah jodohan di alam untuk di tangkarkan? dan prosesnya apa saja burung yang sudah jodohan alam pak haji? terimakaasih…..

    • @Qomarudin, tidak masalah. Silahkan baca Tips Penangkaran di website kami.

  4. Salut buat pak haji keikhlasan bapak memotivasi kam

  5. Sangat membantu, jangan sampai kalangan mayoritas yg pas-pasan tidak bisa menikmati ke indahan burung MB ini, salam hormat dan terimakasih pak haji atas motipasinya….

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>