Hasil pemantauan kami baru-baru ini ke salah satu habitat eksklusiv burung murai batu di provinsi Sumatra Utara, tepatnya di Kecamatan Bohorok Kabupaten Langkat, benar-benar membuat hati ini sangat miris. Betapa tidak, para pemikatnya sendiri sudah mengeluh entah kemana lagi harus memikat burung murai batu untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

“Entah kemana lagi harus mendapatkan burung murai batu Bang, yang tinggal hanya burung bicoknya (susah ditangkapnya karena trauma) saja,” tutur mereka. Bahkan tidak sedikit tukang pikat yang sudah menggantungkan sepatunya atau beralih profesi yaitu menangkap burung murai daun/cukcak hijau, cukcak ranting dan kacer.

“Yah…gimana lagi Bang, perut keluarga kami harus diisi!!! Pekerjaan di ladangpun upahnya sekarang menurun karena harga karet, sawit lagi pada turun,” keluh mereka. Sayang…hal-hal yang nyata ini yang tidak diperhatikan oleh Pemerintah kita, Pemerintah kita hanya melihat laporan data statistik yang diletakkan diatas meja kerjanya saja bahwa angka tingkat kemiskinan di negara kita ini sudah menurun. Mereka tidak terjun langsung atau istilahnya blusukan untuk melihat langsung keadaan rakyatnya yang tinggal di pedalaman.

Bagaimana kita ini bisa mencanangkan program pelestarian alam jika tidak disertai kesejahteraan untuk rakyatnya? Orang di Ibu Kota gampang saja ngomong “ini dan itu” tetapi sayang tidak disertai program yang riil untuk mengentas angka kemiskinan di negeri kita ini. Coba Wakil-Wakil Rakyat kita ini disuruh terjun langsung ke wilayah Dapil masing-masing, tengok apa yang tejadi disana, kemudian garap pekerjaan rumah mereka ini dengan serius.

Tanpa disertai hal-hal yang mendukung sepertinya susah untuk menjaga kelestarian alam kita ini, khususnya dalam hal ini pelestarian burung murai batu. Ini sekedar ilustrasinya saja, taruh kata burung murai batu sudah termasuk salah satu burung yang dilindungi, berarti barang siapa yang menangkapnya akan dikenai sanksi pidana, misal hukuman kurungan 10 tahun penjara. Sangat ironis bukan jika seorang tukang pikat yang menjadi tulang punggung kehidupan keluarganya harus menjalani hukuman kurungan tersebut karena mengambil seekor burung di hutan tanah airnya sendiri, apa artinya semua ini jika dibandingkan dengan Koruptor yang sudah jelas-jelas mencuri uang rakyat (termasuk didalamnya uang tukang pikat itu) tetap saja masih bisa berkeliaran menghirup udara bebas, bahkan sebagian masih menikmati gajih bulanannya meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, dengan alasan masalah hukumnya belum inkraht.

Bahkan dalam menjalani pemeriksaan atau persidangan mereka selalu dikawal-kawal bak selebritis atau yang sejenisnya. Negara kita ini terkesan sangat lucu sekali, kami sebagai pelajar yang pernah mengenyam pendidikan di luar negeri hanya bisa mengelus dada saja jika negara-negara maju lainnya selalu meremehkan bangsa dan negara kita ini. Bagaimana tidak? Banyak LSM di negeri kita ini yang mendapat support keuangan dari negara adi daya seperti USA, Jerman, Belanda dan lain lainnya, konsekuensinya LSM-LSM tersebut membuat dan menyerahkan laporan-laporan apa yang sedang terjadi di negara kita ini apa adanya.

Identik dengan hubungan seorang bapak dan anaknya, jika bapaknya bisa menjadi panutan yang tauladan otomatis anaknya akan mengikuti jejak sang bapaknya tetapi begitu juga sebaliknya. Jadi jika pemimpin-pemimpin kita bisa memberikan contoh yang baik maka rakyatnya otomatis pasti akan mengikutinya.

Termasuk, jika kesejahteraan seluruh rakyat kita ini, termasuk SDMnya juga, diutamakan dan dipenuhi, otomatis tanpa diperintahkan oleh pihak yang berwajib mereka sudah spontanitas ikut menjaga kelestarian alamnya. Memang diakui hal ini akan sangat sulit terwujud karena Negara Indonesia ini yang begitu sangat luasnya, masyarakatnya majemuk sehingga dibutuhkan sosok pemimpin yang kuat kepribadiannya sehingga seluruh komponen bangsa ini memiliki rasa nasionalisme yang kuat. Dengan memiliki rasa nasionalisme yang kuat otomatis bangsa ini akan turut menjaga NKRI, termasuk diantaranya kelestarian alamnya. Kalau sudah begitu…oh betapa indahnya Indonesia ini. Amin…

Beruntung beberapa Muraimania setempat sudah mulai menangkarkan burung murai batunya dan sebagian sudah berhasil sukses, semoga jejaknya ini diikutin oleh rekan-rekannya. Ayo kita juga, Muraimania, yang di Pulau Jawa mulai menangkarkan burung murai batu secara massal karena memang kebutuhan murai batu yang terbanyak datang dari Pulau Jawa.

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

8 Comments

  1. MB bohorok ekornya bisa nyampe 27CM
    bnr g pak haji
    n pak haji sendiri punya/pernah lihat MB Bohorok ekor nya paling panjang berapa CM (baik jantan maupun Betina)
    ma’af banyak nanya

    • @Zahzu, kalau dulu bisa saja ada, era tahun ’80an-90an, sekarang sudah tidak ada lagi. Yang pernah saya tahu setelah tahun 2000an keatas paling panjang 22,5cm saja tetapi ini ukuran tepat diukur pake penggaris lho, jadi tidak hanya dengan ukuran kasat mata saja.

  2. 0w….
    Ekor 22.5 itu pejantanya y pak haji
    kalau yang betina berapa CM (mb bahorok)
    thanks atas jawabanya

  3. Tapi yang saya heran selama ini, cukup banyak sekali murai Muda Hutan yg didatangkan dari daerah Aceh. Padahal diaceh sendiri sudah ada perda yang melarang membawa murai batu keluar dari aceh. Saya jadi ragu. apakah benar murai batu tersebut didatangkan dari aceh?

    • @Dian Hendrayana, pertanyaan dan pemikiran yang jempolan. He…he. Dalam hal ini saya tidak mau mengomentari lebih jauh, silahkan konfirmasi kepada pengepul2 di Acehnya langsung atau bisa sharing dengan Om Herry Aceh (FB Murai Batu). Saya yakin beliau akan dan bisa menjelaskan dengan arif dan sebaik-baiknya. Selain Perdanya sudah ada, memang burungnya sudah susah bahkan sangat susah didapat lagi, apalagi muda hutan.

  4. pak haji….tampilan MB bahorok itu seperti apa? …baik jantan ato betinanya…barangkali ada fotonya….terima kasih

    • @Erwin, sebetulnya tidak ada bedanya. Bisa dilihat profil indukan jantan SAGARMATHA, Gangster.

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>