Burung murai nama MERAPI ini mengingatkan saya pada gunung Merapinya sendiri, yang mana sifatnya sebagai gunung berapi yang masih aktiv di Indonesia susah diprediksi. Begitu juga dengan burung murai yang satu ini. Murai batu nama MERAPI ini kami dapatkan dari seorang pemikat di wilayah INDRAPURI – NAD.

Kicauannya menarik perhatian si pemikatnya karena begitu disiulin burung tersebut langsung mengeluarkan suara isian alamnya, terutama suara air mancurnya yang panjang dengan gayanya yang khas aktiv meloncat kesana dan kemari dari dahan yang satu ke dahan pohon yang lainnya. Ukuran burung tidak terlalu besar bahkan hanya sedang saja tetapi body-body yang begini yang biasanya memiliki durasi kerja yang bagus di lapangan. Setelah dipancing dengan suara siulan manusia merespon, si pemikat tadi meneruskan suara panggilnya menggunakan suara handphonenya. Tampaknya emosi burung semakin meningkat begitu mendengar beberapa variasi suara-suara burung isian yang dikeluarkan dari handphone tadi. Si burung juga berputar-putar di sekitar situ saja bahkan kadang sampai berani bertengger pada dahan pohon yang posisinya diatas kepala tukang pikatnya.

“Bandel juga mental ini burung,” guman si tukang pikat tadi.

Meskipun burung ini tampak merespon suara panggil burung dari handphone tadi tetapi kenyataannya dia tidak mau langsung turun kebawah. Dengan menggunakan masing-masing triknya akhirnya burung ini tertangkap setelah melewati waktu pergulatan hampir 3 jam. Yang bikin menarik perhatian tukang pikatnya lagi, selama dalam perjalanan pulang burung ini selalu bunyi, bahkan sewaktu-waktu nembak marah. Selain itu, jika diintip melalui lubang-lubang pada karung goni tempat penyimpannannya selama dalam perjalanan, ternyata ekor si burung tersebut selalu diangkatnya, seolah-olah dia tidak mau ekornya tertempal kotorannya sendiri.

Faktor ini bisa menjadi salah satu pertimbangan beberapa tukang pikat dalam menentukan burung tersebut bagus atau tidaknya, selain membedakan dari type suara dan mentalnya.

“Selama perjalanan pulang, didalam goni ekornya selalu diangkatnya tinggi-tinggi Bang,” cerita si tukang pikat. “Kalau volume dan mentalnya tidak usah diragukan lagi,” sambungnya.

Masih menurut ceritanya, selang beberapa jam saja setelah sesampainya di rumah tukang pikatnya, MERAPI ini langsung bunyi ngeplong-ngeplong tanpa beban. Setelah saya bawa ke Jawa, memang selang dua hari saja MERAPI ini sudah langsung ngriwik. Pada keesokan harinya dia langsung sudah ngeplong-ngeplong jika mendengar suara murai lain di penangkaran saya pada berbunyi. Kadang ada murai batu yang cepat berbunyi meskipun baru saja tertangkap tetapi memang jarang. Ternyata burung-burung yang bermentalkan baja seperti MERAPI ini sangat gampang ditangkarkan sampai ke tingkat produksinya. Amin…
k MERAPI DSC04125 SKL BF

k MERAPI DSC04114 SKL BF

k MERAPI DSC04123 SKL BF

k MERAPI DSC04133 SKL BF

k MERAPI DSC04126 SKL BF

k MERAPI DSC04127 SKL BF

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>