Mengenali anakan murai batu/trotolan hasil penangkaran yang berkualitas sebetulnya jauh lebih gampang dari pada menyortir anakan murai batu hasil tangkapan hutan atau orang biasa menyebutnya Muda Hutan (MH). Mengapa demikian? Anakan murai batu hasil tangkaran setidak-tidaknya kita sudah mengetahui kualitas bapak ibunya, tetapi yang hasil tangkapan hutan kita benar-benar buta dengan identitas indukannya. Jadi membeli anakan murai batu hasil tangkaran kita sudah menang satu langkah terlebih dahulu, yaitu kita mengetahui asal usul trahnya. Statement kami ini bukan berarti anakan murai batu hasil tangkaran akan lebih baik dari pada yang hasil tangkapan hutan, atau sebaliknya.

Ada pula yang berpendapat bahwa volume anakan murai hasil tangkapan hutan kelak lebih kencang dari yang hasil tangkaran, ini juga tidak benar. Atas dasar apa statement ini? Perlu diketahui bahwa bakat vokal/suara itu erat bahkan sangat erat kaitannya dengan masalah genetika, jadi gampangnya jika bapak atau ibunya memiliki keturunan trah volume kencang, yah otomatis akan menuruni pada anak-anaknya. Sangat sederhana sekali.

Disini terjadi salah pengertian, mungkin maksudnya anakan murai batu hasil tangkaran yang “manja” memang kebanyakan hanya mengeluarkan suara yang menggerutu saja atau istilahnya hanya mengeluarkan suara yang lamat-lamat terdengar oleh telinga kita, meskipun dia keturunan trah volume kencang. Jadi disini yang salah bukan burungnya, karena masalah genetika itu faktor alami. Yang salah adalah pemilik burungnya, karena salah rawat saja.

Justru anakan murai hasil tangkaran lebih gampang untuk dimaster karena bisa dibilang si burung hampir tidak mengalami stres. Muda Hutan (MH) setidaknya sudah pernah mengalami hidup di alam bebas yang begitu indahnya, otomatis jika tertangkap akan mengalami gangguan stres. Besar dan kecil gangguan rasa stres setiap burung sangat relativ. Lain halnya dengan anakan murai hasil tangkaran yang semenjak kecil hanya mengenal ruangan seluas sangkarnya saja. Selain itu anakan hasil penangkaran sudah tidak mempunyai rasa takut lagi terhadap manusia.

Yang perlu diperhatikan terhadap anakan murai batu hasil penangkaran hanya satu hal saja, yaitu pola rawatnya, jangan sampai kebablasan menjadi manja. Semoga sharing ini bisa menghilangkan beda pendapat antara anakan MB hasil tangkaran dengan Muda Hutan. Selanjutnya keputusan ada di tangan Anda, masing-masing mau memilih yang mana?

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

9 Comments

  1. Klo pendapat saya masalah pemasteran antara mb mh dan mb penangkaran itu tergantung kecerdasan mb tersebut pak hajie…. “minal aidin wal faizin mohon maaf lahir batin” pak haji

    • @Mustofa, betul sekali, tetapi seperti yang diulas pada artikel ini MB hasil tangkapan hutan (MH) harus melewati masa stesnya dulu baru bisa merekam suara burung masteran. Sebelum melewati masa stresnya jangan harap MH bisa merekam suara burung masteran, bisa bertahan hidup saja sudah bagus.

  2. Betul Pa Haji, hasil muda hutan biasanya rentan utk hidup, krn proses pakan juga tdk bisa langsung ngevoor..ditambah stress tingkat dewa, makanya bertahan hidup sampai mabung sdh sangat bagus karena kesananya pasti burung kuat..Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir batin

    • @Febri, sama-sama, makasih Mas Febri. Mhn maaf lahir batin juga.

  3. makasih infonya pak..sangat bermanfaat

  4. Asslm Wr Wb. Salam kenal pak syamsul. Saya mau tanya, rata2 indukan murai batu di SKL BF asalnya dari mana ya? Saya berniat dan ingin sekali menangkar burung murai batu tersebut. Terima kasih, wasslm.

    • @Ahmad, hanya MB asal seputar Provinsi Sumut dan NAD saja.

  5. Pak punten saya bru ambil brung murai mdan ring usia 45hria panjang ekor 22cm dan 20cm harga 2.3jt nrmal gak?sya dicirebon mau blajar ternak msi btu betina n jantan. .mhn bimbinganya y pak. ada kntak yg bsa sya hub gak pak..in nmr sya 082318952993

    • @Bery, maaf saya gak mau mengomentarinya. Silahkan para Kicaumania lain yg mengomentarinya saja.

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>