Baru sekarang ini kami bisa menampilkan profil MB jantan kandang PETIR karena berbagai faktor, salah satunya adalah saat ditangkarkan ekor MB Petir ini sudah pecah-pecah dan nyisir. Jadi kalau saat itu diambil fotonya juga kurang menarik untuk dilihat. Semenjak saya take over burung ini, sekitar 2 tahunan di tangan kami, baru lah PETIR ini mabung.

Burung ini saya dapatkan dari seorang Hobis di BINJAI, konon asalnya dari wilayah BOHOROK, Kabupaten Langkat – Sumatera Utara. Pemiliknya adalah seorang tenaga pengajar yang ditempatkan di Deli Serdang, yang mana burung murainya tidak bisa dibawa serta ke tempatnya berkerja. Jadi selama ini kalau bukan istrinya yah anaknya yang mengurusinya, tetapi perawatannya begitu itu, seadanya saja.

Burung ini sewaktu masih dirawat intesiv sempat dilombakan dan pernah meraih hasil yang memuaskan, tetapi begitu ditinggal pemiliknya untuk berkarya demi keluarganya keluar kota burung ini sempat menjadi manja karena kesalahan tehnik merawatnya, maklum yang merawat adalah istrinya, seorang perempuan yang dari sononya memang tidak dikodratkan untuk menjadi perawat burung. He…he.

Ketika memantau burung ini kami sangat tertarik dengan typikal suaranya yang sangat tajam dan mainnya selalu mencambuk-cambukan ekornya. Mental fighternya juga sangat tinggi meskipun menurut pandangan kami burung tersebut sudah menunjukkan gejala manja. Beruntung gejala menjadi manjanya karena salah rawat saat burung ini sudah menginjak dewasa, jika menjadi manjanya semenjak kecil dijamin tidak ada obatnya. Dan sepertinya pemiliknya sudah megetahui kondisi yang kurang menguntungkan ini, dari pada si burung menjadi tambah rusak dan pada akhirnya tidak ada harganya dan karena faktor kesibukannya inilah yang akhirnya dia harus menjual burung kesayangannya.

Burungnya sih jika mendengar suara murai lain dan kerodongnya dalam keadaan terbuka akan selalu berbunyi mengeluarkan isian-isiannya tiada henti sebelum kerodongnya ditutup kambali. Faktor inilah yang membuat hati kami terpincut. Salah satu ciri burung murai yang sudah parah stadium sifat manjanya adalah ketika melihat musuh memang dia mau berbunyi tetapi hanya sebentar, setelah itu dia hanya mengeluarkan suara seperti orang yang menggeruru saja.

Lain halnya dengan PETIR yang selalu berbunyi ketika melihat musuh, bahkan dia masih mau bongkar isian-isiannya. Dan yang bikin hati terkagum-kagum ternyata mainnya sangat agresiv dengan suara khasnya yang sangat tajam. Akhirnya kami putuskan untuk mentake over burung ini, sifat fighternya sangat bagus untuk dijadikan basic blood.

“Kalau kesibukan saya tidak seperti ini, tidak mungkin saya jual burung ini Pak!” kata si pemiliknya.

“Yah barangkali sudah jodohnya kami,” jawab saya balik.

Memang begitulah sering terjadi dalam kehidupan di dunia ini, terutama dalam dunia perburungan. Ketika harga burungnya masih ditawar mahal tidak dijualnya, eh giliran karena sesuatu hal tiba-tiba burungnya dijual dengan murah saja. Semuanya tidak terlepas dari yang namanya JODOH tadi. He…he.

k petir DSC04278 SKL BF

k petir DSC04276 SKL BF

k petir DSC04274 SKL BF

k petir DSC04273 SKL BF

k petir DSC04266 SKL BF

k petir DSC04265 SKL BF

 

 

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>