Pada bulan Juli lalu sampai dengan minggu pertama bulan Agustus kami mendapatkan musibah rutine setiap tahunnya, siklus tahunan, yang memang kita tidak bisa menghindarinya. Beberapa ekor burung murai batu yang di sekolahkan di tempat kami tewas mendadak. Awalnya yang diserang adalah kakinya dulu sehingga sampai menjadi lumpuh, kemudian si burung kehilangan selera makannya, setelah itu ujung-ujungnya si burung tutup usia. Salah satunya milik Om Beny dari Jakarta yang menyekolahkan burungnya di tempat kami juga tewas sehingga sesuai dengan komitmen kami maka kami menggantikannya dengan yang baru.

Burung milik Om Beny yang tewas adalah anakan dari kandang BATAVIA SKL 577, kebetulan kami masih ada stok anakan BATAVIA seekor lagi yang tidak lain adalah anak tunggal dan terakhir anakan BATAVIA yang kami miliki yaitu SKL 433 (Ungu/Coklat). Ketika memanennya Om Beny Cs juga ikut menyaksikannya, karena pada hari itu rombongan Om Beny sedang berkunjung ke tempat kami.

Penampilan SKL 433 ini tidak jauh seperti bapaknya yaitu sorot matanya suangar, bodynya kokoh dan juga panjang. Jadi jangan dikira mendirikan sekolahan burung ini menguntungkan, sebetulnya risikonya sangat-sangat tinggi. Tetapi apa boleh buat, ini juga merupakan tantangan bagi kami bagaimana kami harus memanage penangkaran kami agar supaya angka kematian burung bisa ditekan seminimal mungkin, karena hanya dengan mengalami kegagalan kita bisa menggapai kesukesan dikemudian hari. Amin…

ta Suhono 433 DSC04042 SKL BF

ta Suhono 433 DSC04043 SKL BF

ta Suhono 433 DSC04044 SKL BF

ta Suhono 433 DSC04045 SKL BF

ta Suhono 433 DSC04053 SKL BF

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>