Sebetulnya sudah banyak artikel yang mengulas tentang menu makan untuk anakan murai batu, intinya tidak jauh berbeda. Jenis makanan Ekstra Fooding (EF) untuk anakan burung murai batu didominasi jangkrik dan kroto saja, kadang ada yang menambahkannya dengan cacing atau belalang hijau. Beberapa rekan menyarankan kepada kami untuk membuat artikel tentang menu makan untuk anakan murai batu, selama kami masih mampuh yah kami sih siap saja.

Khusus untuk anakan murai yang loloh manusia biasanya kami panen paling cepat usia satu minggu dan paling lambat usia 10 hari semenjak menetasnya. Jangan lebih dari usia 10 hari, jika lebih dari usia 10 hari maka kita akan mendapatkan kesulitan untuk melolohnya karena anakan tersebut sudah mengenal indukannya. Tetapi juga jangan kurang dari usia satu minggu,  jika kita lagi sial atau kurang intensiv frekuensi memberi makannya akan berakibat cacat kakinya alias pengkor.

Tahapan-tahapannya sebagai berikut :

1. 0-7 hari pertama : Pemberian makan hanya full kroto saja. Pilihlah kroto yang baru, segar dan sebelumnya dibersihkan dahulu. Kroto diberikan mulai dari jam 06.00 pagi, paling telat jam 07.oo pagi sampai jam 18.00. Diberi makan setiap satu jam sekali, porsinya jangan terlalu banyak. Intinya jangan sampai terlalu kenyang, dampak kekenyangan juga tidak baik bagi pencernaannya yang masih sangat sensitiv. Jangan lupa kroto dicelup ke air dulu sebelum disuapkan kepada si burung agar supaya masuk lewat tenggorokannya lebih enak karena kroto itu sifatnya agak lengket.

2. Hari ke8 sampai ke-14 : Setelah melewati hari ketujuh krotonya dicampur dengan voer yang sudah diblender halus dan diayak, jadi yang kita ambil hanya sari tepung yang halusnya saja. Hal ini penting diperhatikan karena kadang ada campuran voernya yang keras, jadi meskipun dilarutkan dengan air tidak hancur juga. Terpenting diteliti jangan sampai ada sesuatu yang sifatnya keras masuk ke pencernaan si burung.

Untuk campuran voernya tidak usah terlalu banyak, yang penting kita mendidik anakan burung tersebut untuk mengenal rasa voer. Mengapa voernya kita blender? Kadang kita terburu-buru mau memberi makan sehingga tidak sadar kalau voer tadi belum mengembang 100%. Jika voer yang belum mengembang 100% ini masuk kedalam perut si burung dikhawatirkan justru mengembangnya di dalam perutnya, tentunya hal ini tidak sehat untuk si burung. Tetapi jika kita blender terlebih dahulu tentunya proses mengembangnya akan lebih cepat jika kita seduh dengan air panas, ini untuk lebih amannya saja.

Pemberian kroto yang sudah dicampur dengan voer dan air hanya bisa digunakan sekali pake saja, maka dari itu meraciknya secukupnya saja sesuai dengan kebutuhan supaya tidak mubazhir.

3. Hari ke14 sampai ke-30 :

Pada usia ini kita sudah boleh menambahkan voernya menjadi agak lebih banyak disesuaikan dengan usianya dan sudah boleh mengajarinya makan jamgkrik, tapi jangkrik yang diberikan jangkrik anakan saja demi keamanan anakan murai tersebut. Pemberian jangkrik jangan langsung dari tangan kita karena bisa membuat anakan burung murai tersebut kelak menjadi manja. Untuk mengantisipasi hal ini jangkrik bisa diberikan dengan media lidi atau sesuatu, yang terpenting jangan langsung dari tangan kita.

Pada tahapan usia ini anakan burung harus diusahakan sudah bisa makan sendiri, jika tidak kemungkinan menjadi manjanya akan lebih besar. Perlu diketahui saja anakan burung murai yang terlanjur sudah menjadi manja akan sulit diserap pasar karena burung yang manja mental fighternya sudah menurun drastis.

Setelah melewati usia satu bulan anakan murai masih tetap saja rawan terserang segala macam penyakit karena daya tahan tubuhnya masih belum stabil jika dibandingkan dengan burung yang sudah menginjak dewasa, sama seperti kita manusia saja. Otomatis Balita masih lebih gampang terserang penyakit yang erat hubungannya dengan pencernaan, pencernaan mereka lebih sensitiv mengantisipasi makanan yang kurang hygienis jika dibandingkan dengan manusia dewasa. Jadi faktor kebersihan dan kesehatan makanan memiliki andil saham yang dominan terhadap kelangsungan hidup burung anakan.

Usia burung yang masih rawan ini masih berlanjut sampai usia 2 bulanan, setelah melewati usia dua bulan atau minimalnya sudah mencapai 3 bulan kondisi burung sudah menjadi lebih stabil. Tetap saja kebersihan makanan, minuman dan sangkar burung harus tetap dijaga, termasuk kerodong burung harus rutin diganti secara periodik. Penempatan burung juga perlu diperhatikan yaitu jangan langsung kena sentoran angin, memandikan dan menjemur anakan burung juga seperlunya saja. Jangan disamakan seperti merawat burung dewasa.

Semoga sharing singkat ini bisa bermanfaat bagi kita semua, mohon maaf jika masih banyak kekurangan-kekurangan.

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081395407415, 087727505831 dan 085733695959

One Comment

  1. terimakasih infonya…..sangat bermanfaat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *