Pada suatu hari seseorang menelpon saya : “Pak, ada murainya yang siap produksi?” tanyanya.

“Ada, dari mana dan dengan siapa ini?” tanya saya balik.

“Saya, Arief, dari MEDAN,” jawabnya. Sebetulnya sudah beberapa kali saya menerima orderan pemesanan burung murai batu dari Medan, yang merupakan central perdagangan murai batu, tetapi tetep saja saya masih merasa terheran-heran dibuatnya.

“Lho di Medan kan tempatnya murai, kenapa jauh-jauh nyari ke JAWA?” tanya saya lagi.

“Iya…saya tahu tetapi saya menginginkan yang hasil tangkaran Pak,” tegasnya.

Kesimpulan dari semuanya ini, bayangkan betapa potensialnya pasar burung murai batu hasil tangkaran. Muraimania yang berpengalaman pasti sudah mengalami pengalaman pahit memelihara MB bakalan dari hutan, karena risiko kematiannya sangat tinggi. Ok, memang harganya lebih murah tetapi kalau tidak jadi barang yah sama saja buang-buang uang bukan? Jangankan Hobis, pedagang di pasar burungpun sebetulnya enggan memelihara MB bakalan lama-lama di kiosnya karena risiko yang tadi itu.

“Paling lama saya tahan satu minggu, kalau tidak habis saya jual modalnya saja, yang penting tidak ada yang mati dan jangan rugi,” cerita salah satu perdagang burung di pasar Sukahaji Bandung. Memang begitulah kenyataannya bermain MB bakalan. Faktor stres yang membuat mereka gampang mati, jadi karena stres akhirnya selera makannya turun. Otomatis semua mahluk hidup yang hilang selera makannya akan mudah terserang penyakit karena daya tahan tubuhnya menurun. Sebetulnya sayapun sudah mengalami hal yang sama yaitu ditinggal mati burung-burung bakalan, bahkan tidak sedikit. Pengalaman memang mahal harganya.

Kami harapkan dari waktu ke waktu di Medan dan sekitarnya akan muncul penangkar-penangkar handal sehingga kita tidak selalu mengandalkan MB hasil tangkapan hutan. Untuk itu kami dukung sepenuhnya Pak ARIEF sampai berhasil menangkarkan burung murai batu ini. Harapan kami tidak lain yaitu dengan berhasilnya seseorang menangkarkan murai batu pasti akan diikutin oleh rekan-rekannya. Nah jika pasokan burung murai batu sudah terpenuhi dari hasil tangkaran, otomatis Muraimania tidak memerlukan lagi yang hasil tangkapan hutan atau minimalnya kebutuhan akan MB hasil tangkapan hutan akan berkurang. Dengan begitu keberadaan burung murai batu di habitatnya tentunya akan merasa lebih nyaman.

Kandang SEMERU ini MB jantannya anakan kandang F-1 (One) SKL 664 warna hitam/merah dan betinanya anakan RENGGONG SKL 552 hijau. Kandang ini sudah menjadi milik seorang Hobis dari Kota MEDAN, Bpk. ARIEF.

mb k SEMERU DSC04496 SKL BF

mb k SEMERU DSC04493 SKL BF

mb k SEMERU DSC04492 SKL BF

mb k SEMERU DSC04491 SKL BF

mb k SEMERU DSC04490 SKL BF

mb k SEMERU DSC04486 SKL BF

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>