Seperti yang pernah kami ulas sebelumnya, MB Medan identik dengan MB Aceh atau sebaliknya. Contoh yang paling gampang adalah MB jantan kandang CAKRA ini, memang kami dapatkan burung ini di Medan tetapi sahabat saya yang di Medan mendapatkannya dari seorang Hobis yang berdomisili di Banda Aceh. Nah jika demikian boleh dong saya menyebutnya burung ini MB Medan karena memang pada kenyataannya saya membelinya dari Medan, hal ini akan sah-sah saja jika saya tidak mengenal penjualnya dan historis burung ini tidak jelas.

Berhubung saya mengenal baik penjualnya jadi dia menceritakan apa adanya, dari mana asal usul burung ini. Nah dari kejadian ini bisa disimpulkan bahwa KTP ASLI seekor burung tidak lah begitu penting atau kita tidak bisa melacaknya, sekalipun kita membelinya langsung dari tukang pikat kecuali kita memikatnya sendiri langsung di hutan sana. Ada yang pernah cerita kepada saya bahwa dia membelinya langsung dari tukang pikatnya, itu juga tidak menjamin KTP Asli si burung karena hal ini erat kaitannya dengan kejujuran si tukang pikatnya.

Ilusterasinya begini, misalkan si tukang pikat tersebut pergi ke suatu wilayah burung eksklusiv “A”, ternyata selama tiga hari disitu dia tidak mendapatkan burung seekorpun juga, otomatis nalarnya berkerja akan berusaha untuk mencari burung ke tempat lain, istilahnya koodinatnya bergeser sampai akhirnya dia mendapatkan burung. Bisa dibayangkan di hutan belantara sana tidak ada batas wilayah suatu daerah ke daerah lain atau patok batas atau gapura batas wilayah yang umumnya seperti kita temui di perkotaan, jadi mereka hanya bisa mengira-ngira saja. Tidak sedikit tukang pikat dari wilayah Aceh nyasar sampai masuk wilayah provinsi Sumatera Utara, atau sebaliknya. He…he.

Jadi marilah kita tinggalkan budaya membahas KTP burung murai batu karena nantinya justru kita sendiri yang akan dirugikan, disalah gunakan karena kita kelihatan menginginkan sekali burung murai dari daerah tertentu atau tampak bahwa kita ini masih pemula sehingga keluguan kita disalah gunakan oleh penjual burung. Yang terpenting adalah kualitas burung murainya itu sendiri, tidak perduli entah itu dari Jepang, bahkan Hongkong sekalipun. He…he.

MB CAKRA ini memiliki panjang ekor tidak kurang dari 22,5 cm (ukuran akurat, bukan hanya perkiraan dengan kasat mata saja), sekarang SKL BF juga menyetok MB-MB ekor panjang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan kami. Semoga sharing singkat diatas bisa membantu menambah wawasan mengenai KTP MB.

MB CAKRA ini sudah menjadi milik seorang penangkar di Jakarta, Mas HERU.

j Cakra DSC03879 SKL BF

j Cakra DSC03884 SKL BF

j Cakra DSC03883 SKL BF

j Cakra DSC03882 SKL BF

j Cakra DSC03880 SKL BF

j Cakra DSC03881 SKL BF

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>