Banyak yang bertanya kepada kami sebelum membeli Apakah MBnya sudah ngevoer? Pertanyaan ini sah-sah saja, tetapi jangan disalah artikan bahwa MB yang sudah ngevoer itu dijamin pasti hidup. MB yang sudah ngevoer hanya lebih NYAMAN untuk dipelihara/dirawat dari pada MB yang belum ngevoer, tetapi bukan berarti AMAN dari kematian. Perlu diketahui saja banyak pelomba burung yang memang sengaja MBnya tidak diajari makan voer karena menurut mereka MB yang full makan EF kinerjanya akan lebih baik. Maaf, saya pribadi belum pernah mencobanya. He…he.

Mengapa MB yang sudah makan voer lebih nyaman untuk dirawat? Jika kita merawat sendiri MB itu, tanpa perawat burung, dan kebetulan kita mempunyai aktivitas berkerja mulai dari jam 09.00 sampai dengan jam 18.00 atau bahkan yang berkerja di Jakarta yang terjebak kemacetan di jalan kadang sampai rumah bisa diatas jam 20.00 maka memiliki MB yang sudah makan voer merasa lebih nyaman, otomatis lebih aman dari pada yang belum makan voer. Jadi selama kita agak terlambat memberi makan EF si burung tersebut, dia bisa nyamil/makan voer dulu. Sedangkan yang belum makan voer otomatis sangat tergantung sama majikannya, kapan sang majikan akan memberi EFnya. Kebanyakan MB yang belum makan voer gampang masuk angin seperti kita manusia saja yang terlambat makan akan lebih gampang masuk angin. Nah seekor MB yang sudah masuk angin biasanya agak susah untuk diobatin.

MB yang sudah makan voer bisa juga dijadikan barometer bahwa MB tersebut sudah bisa mengatasi rasa stresnya setelah tertangkap dari hutan. Memang betul adanya, bahwa MB yang belum bisa melewati masa stresnya tidak akan bisa ngevoer. Boro-boro mau ngevoer, kadang MB yang stres berat tidak juga mau menyentuh makanan EFnya. Ibarat pada manusia sih jika kedapatan lagi stres atau mempunyai beban pikiran otomatis kebanyakannya selera makan akan hilang. Semua mahluk hidup yang hilang selera makannya kondisinya pasti akan melemah, jika kondisinya melemah maka akan gampang terserang segala macam penyakit bukan? Di Aceh sendiri MB yang sudah makan voer kadang malah dibiarkan begitu saja makan voer tanpa EF, karena untuk mendapatkan jangkrik di Aceh masih sangat susah, apalagi yang tinggal jauh dari Banda Aceh.  Jangkrik di Aceh sangat tergantung pendistribusian dari Medan, kebanyakan pemberian EF di Aceh menggunakan ulat Hongkong.

Semoga saja sharing singkat ini bisa membantu pertanyaan rekan-rekan mengapa MB yang sudah ngevoer lebih nyaman untuk dipelihara.

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

2 Comments

  1. betul om…ada mitos (biasanya para pelomba), bahwa burung yang dibiasakan makan EF akan lebih bagus suaranya
    saya setuju pendapat om diatas…sesuai namanya, EF difungsikan sebagai tambahan, sedangkan makanan utamanya adalah voer, dan burung yang sudah makan voer bisa dianggap telah melewati masa stres nya. Selain itu, voer mudah dan murah didapat, sedangkan EF lebih sulit, bahkan cenderung langka, seperti kroto

  2. EF alternatif pengganti serangga hidup untuk murai batu. Praktis, mudah disimpan lama, lebih mudah dicerna dan telah teruji kandungan nutrisinya.

    Klik link dibawah ini untuk detailnya
    EF alternatif pengganti serangga hidup untuk murai batu

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>