k SLAMET DSC04149 SKL BFDengan semakin mahalnya harga emas di pasar bebas membuat daya beli konsumen emas semakin menurun. Mengapa demikian? Yah…boro-boro mau nyandang, nyari makan saja sudah susah. Apalagi harga kedelai yang tiba-tiba melambung tinggi membuat beberapa produsen tahu dan tempe pada mulai mogok berproduksi, padahal tahu dan tempe adalah salah satu lauk pauk yang boleh dibilang WAJIB tersaji diatas meja makan mayoritas masyarakat Indonesia karena selain kaya akan protein nabati, juga selain itu yang lebih utama adalah karena dulu harganya terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Efek domino ini dirasakan juga oleh semua pengusaha, sampai-sampai Buruh di Jakarta berdemo untuk minta kenaikan UMP sampai Rp.3,7jt.

Walah…walah…hidup dijaman sekarang ini kok malah tambah repot, katanya menurut ramalan Jayabaya Indonesia akan menjadi salah satu negara Adi Daya di dunia tapi tambah kesana kok rasanya malah tambah repot yah??? Apakah harga murai batu yang semakin tahun menjadi semakin mahal itu dikarenakan inflasi di negara kita tinggi? Jawabannya yang pasti adalah tidak mutlak sepenuhnya, yang jelas stok burung murai batu di habitatnya semakin menipis. Memang harus diakui kebutuhan biaya hidup para pemikat juga semakin tinggi karena semua kebutuhan pokok juga ikut merangkak naik terus seiring dengan berjalannya waktu. Siapa yang salah??? Yah sudah kita jangan saling menyalahkan siapa-siapa, kita hadapin saja semuanya ini dengan hati yang legowo karena yang disalahkan juga PASTI tidak akan terima dan mereka yang pasti  semuanya orang-orang kuat. Biarkan Allah yang berkerja karena DIA tidak buta seperti yang sudah kita ketahui semua.

Nah pengusaha kerajinan emas di Tegal atau dimana-mana juga mengalami penurunan omset, beruntung yang memiliki hobi burung terutama bagi penangkar burung bisa refreshing dengan kegiatan merawat burung-burungnya. Setiap sektor usaha, apapun jenis usahanya, jika kita menggelutinya dengan serius Insya Allah akan membuahkan hasil yang sangat memuaskan, yang terpenting kita jangan hanya ikut-ikutan trend saja melainkan harus benar-benar kita senang menggelutinya. Karena semuanya muncul dari rasa senang maka suka dan duka kita terima dangan hati yang legowo tetapi jika kita hanya ikut-ikutan trend saja maka siap-siap saja menghadapi kekecewaan yang sudah menunggu di depan mata kita.

Jadi untuk bisa eksis di dunia menangkar burung murai batu modal awalnya kita harus benar-benar senang dulu atau mencintai burungnya dulu, dengan modal dasar rasa cinta terhadap burung tersebut maka jika kita sewaktu-waktu menemui kegagalan, kita tidak akan gampang putus asa.

Nah Mas LANI dari Tegal ini, pengusaha kerajinan perhiasan emas, kebetulan sudah memiliki dasar hobi memelihara burung, kebetulan menangkar murai batu ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi jadi yah seperti botol ketemu tutupnya, istilahnya sambil memyelam minum air. Banyak orang yang tidak melihat potensi menangkar burung murai batu ini, terutama dari sisi ekonominya. Tetapi percayalah menangkar burung murai batu tidak akan merugikan, cepat atau lambat modal yang kita invetasikan akan kembali. Amin…

Kandang SLAMET ini sudah menjadi milik Mas LANI dari Kota TEGAL.

k SLAMET DSC04154 SKL BF k SLAMET DSC04157 SKL BF

k SLAMET DSC04158 SKL BF k SLAMET DSC04162 SKL BF

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

3 Comments

  1. Alhamdulillah Slamet beserta istrinya betah. Walau bellum bertelur lagi tapi sudah.sehat. Dan mudah “an cepat Slamet Junior. Hadir….terimakasih pak Hajji atas suguhan kemarin pulang nyangking. Anakkan petir

    • @Lani, sami-sami Mas Lani. Harap maklum…maaf, hidangannya seadanya saja Mas Lani. He…he.

      • om lani,tegalnya dmn yah…..

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>