Banyak yang bertanya kepada kami, kapan idealnya burung murai batu hasil tangkaran semenjak menetas layak di lombakan? Atau ada yang bertanya apakah burung murai batu yang berusia 11 bulan sudah bisa diturunkan di arena lomba? Masih banyak sekali pertanyaan sejenisnya, beraneka ragam.

Pendapat saya pribadi, burung murai muda tidak baik untuk segera di turunkan ke lomba meskipun burung tersebut sudah menampakkan sifat fighternya. Minimal, itupun sebetulnya juga kurang baik/tidak baik, satu kali mabung dewasa (dari bulu coklat pertama ke bulu coklat berikutnya) burung tersebut bisa di coba atau hanya sekedar di trek saja. Itupun paling jauh hanya sebatas kelas latberan saja, bukan pada lomba regional apalagi lomba skala nasional. Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan jiwa pemberani atau penakut pemilik burungnya, yang dikhawatirkan adalah perkembangan mental si burung kelak di kemudian harinya.

Mengapa demikian sih Om, apa dampaknya? Gampang sekali untuk di jelaskannya! Mengapa dalam dunia sepak bola ada World Cup kelas U-14 atau U-17 dan seterusnya? Ini kan sangat erat kaitannya dengan kekuatan physik, mental dan yang terpenting adalah jam terbang atau pengalaman para pemainnya. Begitu juga sama keadaanya dengan kondisi burung. Coba kita perhatikan pada lomba burung perkutut, disitu ada kelas Junior dan Senior. Mengapa pada lomba burung perkutut sudah bisa di terapkan kelas-kelasnya? Karena burung perkutut yang di lombakan semuanya sudah murni hasil penangkaran, sedangkan pada burung murai batu masih campur aduk antara MB tangkapan hutan dan MB hasil tangkaran.

Saya berkeyakinan, jika kapan-kapan burung MB hasil tangkapan hutan sudah amat susah di dapatkan dan harganya sudah tidak terkendali maka otomatis Muraimania akan berpaling kepada MB hasil tangkaran. Jika burung-burung lomba sudah di dominasi burung hasil tangkaran maka otomatis akan ada inovasi kelas usia burung yang akan di lombakan.

Jadi bisa dibayangkan jika pemain bola junior berkiprah di kelas seniornya, yang jelas trik jegal menjegalnya pasti akan kalah. He…he. Demikian juga dengan burung. Pada lomba tingkat nasonal pasti semua pemilik burung akan menurunkan burung-burung terbaiknya, selain itu juga pasti yang di turunkan burung-burung yang sudah mengenyam banyak pengalaman di arena lomba alias mapan dalam segala hal. Burung muda kita tampaknya memang ngotot menyerang burung tetangga gantangan di sebelahnya, tetapi kita tidak tahu kan kalau burung muda kita itu bertarung seperti layaknya anak kecil yang marah-marah teriak-teriak kepada kakaknya sambil menangis? Kita kan tidak mengerti bahasa burung yang sebenarnya. He…he.

Seperti yang pernah saya alami sendiri, burung saya saat itu sempat keluar menjadi juara pertama dalam suatu event lomba tingkat nasional, tetapi sayangnya sebulan kemudian burung saya mulai matukin bulu ekornya. Sewaktu menjadi juara ke-1 lawannya bukan burung sembarangan, bahkan di sebelah kanan dan kirinya burung-burung yang berharga 250 jutaan. Pasti bangga bukan? Ternyata rasa bangga itu hanya sesaat saja, tetapi rasa dukanya masih terasa sampai hari ini karena beberapa rekan saya sebetulnya sudah memperingatkan hal tersebut. Kala itu saya masih belum berpengalaman dan bangga dengan mental serta kinerja burungnya sehingga peringatan-peringatan tadi saya abaikan saja tetapi setelah mendapatkan kenyataanya, seperti yang biasa sudah terjadi yaitu penyesalan datang belakangan, biasa lah. He…he. Sampai burung tersebut akhirnya menemui ajalnya.

Dampak negativ lainnya adalah proses mabung burung tersebut biasanya akan tersendat-sendat, jadi mabungnya tidak serentak. Misal, yang jatuh hanya bulu ekor dan sayapnya saja tetapi bulu dada hanya jatuh sebagian atau bahkan tidak sama sekali. Nah ini juga menjadi kendala yang besar pada kinerja burung alias TIDAK AKAN MAKSIMAL lagi. Biasanya pelomba-pelomaba sejati akan menunggu sampai mabung berikutnya. Harus bersabar lagi! Jika di paksakan lomba akan tambah ngedrop, buktikan saja.

Justru karena burung kita bagus yah seharusnya di sayang bukan? Jadi jangan gegabah mentang-mentang burung kita istimewa terus kita ceroboh asal melombakannya saja. Jangan menganggap enteng lawan-lawan burung kita, mereka pun juga ingin menang kan? Jadi mereka juga pasti sama dengan kita yaitu memilih burung terbaiknya versi masing-masing. Nah kita yang memiliki burung muda prospek harus lebih mawas diri saja, jangan sampai terpengaruh oleh bisikan-bisikan rekan-rekan kita yang mensupport untuk segera melombakannya. Yang jelas jangan buru-buru melombakan burung murai muda.

Semoga sharing singkat ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Amin…

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

27 Comments

  1. Ass. Pak Haji,
    Matur nuwun utk sharing ilmu dan pengalamannya, sangat bermanfaat

    Wass.
    Setyo

  2. aswrwb pak haji makasih sharingnya sangat bermanfaat khususnya buat saya yg masih belum dewasa dalam memegang seekor burung, cuma berlandaskan MB saya isian komplit, fighternya ngotot, MB saya yg masih muda umurnya sudah saya sering turunkan ke event-event lokal, dan sempat beberapa kali MB saya masuk juara yang membuat saya semakin PD dalam menurunkan MB muda saya, tapi pada akhirnya MB saya sempat matukin ekor, walo sekarang sudah tidak lagi, sekarang yang saya alami benar seperti yg pak haji bilang, proses mabung jadi tersendat, MB saya ekornya sudah jatuh dan sudah nyulam, tapi bagian yg lain sama sekali belum padahal sayapnya sudah terlihat tua, barang kali ada solusi dari pak haji? hatur nuhun pak haji.

    • @Arioo, bisa dilihat pada artikel kami tentang rawatan MB selama mabung dan sesudah mabung. Kalau mash belum jelas silahkan telpon langsung saja.

      • makasih pak haji infonya, tapi pak haji MB sya dirumah ekornya udah nyulam baru, tapi sayap dan yg lainnya belum mau turun juga pak haji, gimana ya pak haji baik nya? mungkin ini pengaruh dari burung muda sering diturunin ya pak haji, gimana ya pak haji baiknya, terima kasih banyak pak haji.

        • @Arioo, silahkan baca artikel kami lainnya tentang Tips Perawatan…

  3. Salampak haji, pak haji kebetulan saya punya 2 trotol murai, satu sumatra dengan umur 3 bulan dan yang satunya borneo umur 1,5. Rencananya saya mau mastering dua murai saya secara bareng, atau satu ruangan. Adakah dampak buruknya? Dan jika sudah dewasa baiknya jarak antar murai yang saya punya seberapa jauh pak haji. Terimakasih
    Qomarudin kemujing segeran

    • @Komenk KM, selama masih anakan tidak masalah, tetapi kalau sudah menginjak dewasa baru dipisahkan lain rumah.

      • Trimakasih pak haji, semoga SKL semakin jaya dan barokah…..amin

  4. Pak haji kapan di skl buka latber buat kelas junior? Hehehehe

    • @Komenk KM, belum ada rencana. Ngurusin indenan burung saja masih kerja jungkir balik nih. He…he.

      • Hehehe iya yah pak haji, barang kali aja pak haji bisa jadi yang pertama buat kelas junior, biar yang lain juga pada ikut. Hehe….

  5. Salam pak haji
    maaf ni pa haji
    saya masih pemula
    sebenernya umur brpa yg pas buat mb masuk kontes…?
    Saya lom paham mabung ke 2 dan 3 tuh kira” umur brpa…?
    maaf pemula. Baru mau nyoba mb pa haji
    trimakasih pa haji

    • @Si Muller, semakin mapan usianya akan semakin lebih baik Om.
      Kita pake istilah mabung ke2 atau ke3, karena umur seekor MB itu umumnya lebih gampang dimengerti pake istilah sdh berapa kali mabungnya.
      Semakin banyak melewati masa mabungnya, otomatis isiannya secara theori akan semakin mantap saja, tapi itu jika dimaster intensiv oleh pemiliknya loh, yang otomatis akan lebih mapan penampilan di lapangannya.
      Paling ideal sih setelah usia mabung ke3 kalinya semenjak bulu trotolannya.

  6. Assalam mualaikum pak aji..
    Gimana cara mengetahui umur MB tangkapan hutan.?? Dan ciri MB sudah siap dilombakan.?? Klo kata senior pemain burung kicau katanya MB bakalan harus dicoba dilombakan biar pengalaman dan tau gimana karakter MB kita, apakah itu benar pak aji.?? Makasih banyak pak aji atas pencerahannya..

  7. Assalamualaikum pak haji..saya punya murai yang saya pelihara dari trotol. Dan baru saja lepas mabung pertamanya. Bolehkah saya membawa murai saya ke latberan? Termakasih 😊

    • @Alffan, lebih jangan dulu, meskipun dia tampak sdh berani. Masih terlalu rentan.

  8. Kira” aman nya di umur berapa ya pak haji? Mohon maaf dan terimakasih atas jawaban nya 😊

    • @Alfan, sdh banyak artikel yg saya tulis tentang hal ini. Silahkan disimak saja.

  9. Pak haji maaf bertanya mabung ke 3 maksudnua gmn? Apa lepas trotol dihitung mabung pertama ya?

    • @Darmady, kalau disitu disebutkan 3x mabung dewasa berarti 4x mabung dr bulu trotolannya.

      • Berarti 1x lps trotol n 3x mabung ya. Biasanya brp tahun gt pak haji?

  10. Asslmkum..p.Haji ,Murai borneo MH sya kndisi msh giras. siang g prnh dikrodong,cm malam kalau hbs hujan,,gmn pndpatnya
    Terus hariannya bersanding dg Cuck ijo lmyan gacor tp gk terlalu,,apkah pngaruh sm mental murai bila sering saling melihat dan atau mendenar suara cuck ijo?? Terimakasih

  11. salam kenal dari salatiga pak haji.
    mohon pencerahan.
    saya punya murai batu dulu pelihara dari trotol, dulu waktu umur 4 bulan dia sudah jatuhin bulu ( mabung trotol ). dan sekarang si burung sudah tuntas mabungnya dengan umur 5 bulan jalan ke 6 bulan. saya lihat burung ini bermental tarung dengan lawan yang lebih tua. bongkar isian juga, sampai semangatnya saya sebagai pemilik, saya bawa dia ke latber lokal. di gantangan cuma tengok sana tengok sini. beda dengan tarung dirumah. karna sangat penasarannya saya, sampai burung ini saya bawa ke latber lokal yang ke dua kalinya. alhasil burung ini gacor kalau tidak ada lawan saja. selebihnya kalau ada lawan cuma ngeplay seperti malas bersuara. pertanyaan saya, apakah mental burung saya ini down pak haji? dan apakah mentalnya bisa stabil lagi di kemudian hari pak haji? dalam artian kalau umurnya sudah mapan? mungkin begitu, mohon jawaban dari pak haji. sebelumnya saya ucapkan maturnuwun.

    • @Althair, masih terlalu muda usianya sehingga mentalnya belum mapan.
      Bisa, dimabungkan lagi saja.

      • baik pak haji. semoga jawaban pak haji bisa bermanfaat untuk teman teman yang mempunyai kasus sama seperti burung saya. salam satu nafas, murai batu indonesia. kedepannya lebih jaya SKL BF. matur sembah nuwun saking tlatah salatiga. 🙏

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>