Banyak sekali ragam perawatan MB yang matukin bulunya, yang kami ulas di bawah ini adalah yang versi SKL BF. Sebelum kita mengambil keputusan pola rawatan MB yang matukin bulunya, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa penyebabnya. Pada umumnya Muraimania menyebutnya secara generell sebagai over birahi. Yang jelas penyebab utamanya adalah karena tertekan, istilah tertekan disini bukan berarti burung tersebut mentalnya jelek, justru karena mental burung tersebut terlalu meledak-ledak dan kebanyakan masih sangat muda usianya tetapi emosinya terusik secara berlarut-larut sehingga untuk melampiaskan amarah atau kekesalannya dengan menyakiti tubuhnya sendiri, yaitu dengan mematukin bulunya. Tidak menutup kemungkinan hal ini bisa terjadi juga pada burung yang sudah cukup usia.

Umumnya lebih banyak terjadi pada burung yang belum cukup umur dan dahsyat. Karena dahsyatnya ini kemudian kita lalai terlalu asyik sering melombakannya, nah suatu saat pada suatu lomba kebetulan di sebelah gantangan burung kita adalah burung MB Jawara yang memang sudah mapan usianya. Celaka deh! Memang dampaknya tidak langsung pada keesokan harinya, melainkan bisa sebulan atau dua bulan kemudian, yang jelas memang dampaknya tidak instan. Maka dari itu jika kita memiliki burung muda yang dahsyat yang usianya masih muda lebih baik jangan buru-buru dilombakan.

Bisa juga terjadi karena burung murai di rumah kita terlalu banyak, sehingga yang tidak bisa mengendalikan emosinya akan lepas kontrol mulai matukin bulunya, atau di rumah kita terdapat murai betina yang sudah gacor owor-owor yang kita letakan saling berjauhan dan tidak bisa saling pandang, hanya sebagai koleksi belaka. Hal ini juga bisa memicu emosi atau birahi si murai jantannya karena penasaran tidak bisa melihat si betina tersebut dalam jangka waktu yang panjang. Maka dari itu pelomba sejati tidak akan memelihara murai betina di rumahnya, apapun alasannya karena bisa berdampak kurang bagus terhadap burung yang dipersiapkan untuk lomba, yaitu birahinya akan susah dikontrol.

Burung murai batu yang matukin bulu biasanya di mulai dari matukin ekornya, setelah ekornya habis mulai merembet matukin sayapnya. Nah kalau sudah mulai matukin sayap pertanda stadiumnya sudah muali parah. Maka dari itu jika kita mendapati bulu burung murai kita sudah ada gejala dipatukin sendiri oleh si burungnya, maka  harus cepat diambil tindakan-tindakan preventiv untuk mengatasinya.

Diantaranya :

1. Setingan harian langsung diturunkan, misal pemberian jangkrik pagi hari hanya 3 ekor, sore hari juga 3 ekor. Pemberian EF lainnya stop total. Jadi hanya jangkrik dan voer saja. Jika diperlukan pemberian jangkrik hanya pagi 2 ekor dan sore 2 ekor saja, bahkan pemberian jangkrik pada sore hari bisa diturunkan sampai 1 ekor saja jika di perlukan. Jangan takut burung tersebut akan mati karena pemberian jangkrik yang minim selama dia masih suka makan voer.

2. Burung harus di isolasikan sendirian tanpa seekor burung muraipun, bahkan tanpa burung masteran sekalipun juga.

3. Burung dirawat tanpa di kerodong, jadi 24 jam tidak usah di kerodong. Maka dari itu penempatan burung harus aman dari gangguan serangga-serangga beracun, misal kupu putih, lebah atau Ngengat dan yang sejenisnya.

4. Dimandikan sesering mungkin, tapi setelahnya jangan dijemur, cukup di angin-anginkan saja, karena penjemuran yang berlebihan akan meningkatkan birahinya.

5. Yang terakhir ini sangat penting sekali, yaitu di perlukan kesabaran yang tinggi untuk merawatnya sampai benar-benar sembuh total. Tentunya diperlukan waktu semabungan untuk memulihkan bulunya agar menjadi normal kembali. Hhhmm…lumayan lama juga yah??? Maka dari itu usahakan jangan sampai burung murai batu kesayangan kita ini sampai matukin bulu.

Semoga sharing singkat ini bisa bermafaat…semoga sukses.

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081395407415, 087727505831 dan 085733695959

6 Comments

  1. Untuk perawatan murai cabut bulu ini diperkirakan berapa bulan???
    Dan apakah selama itu pula burung tidak mandi dan tidak jemur???
    Mohon bimbingannya

    • @Rahmat Hidayat, justru kalau mandi harus sesering mungkin Om, tapi jangan dijemur. Jadi cukup diangin anginkan saja.
      Penjemuran bisa meningkatkan birahi seekor burung MB.

      • Assalamualaikum, pak haji syamsul. Mb skl nusantara ring 368. Blum bisa anteng,tiap dgantang nembak ngerol smbl loncat ngejar musuh walau sudah digantang dipojok jauh dr mb lain. Bulan lalu coba set harian jk 2 nyoba latber msh sama mletik,alhamdulillah
        , msh no 3. Mhon bimbinganx p haji

        • @Gigih, wlkmslm…
          Coba setingan hariannya diberikan jangkrik 2/1 ekor saja.
          Selain itu diumbar rutin seminggu 3x.
          Penjemuran jangan terlalu lama.

      • Tp klo saya baca artikel di atas point 4 burung tidak mandi dan jemur. murai saya pertama yg di patukin adalah bulu di daerah perut dan sekarang sudah naek kesekitar dada. Jangkrik 1/1.
        Mohon di perjelas. Trimakasih

        • @Rahmat Hidayat, Sudah saya ralat. Terimakasih atas perhatiannya…
          Penurunan setingan jangkrik tidak serta merta langsung bereaksi cepat terhadap siburung, butuh waktu sebulanan bahkan bisa lebih, tergantung dari kondisi masing2 burung itu sendiri.
          Sama halnya, jika minum obat. Ada yg bisa bereaksi cepat di tubuh kita, tapi ada yg lambat juga, tergantung dari penyerapan tubuh kita masing2.
          Proses therapi penyembuhan seekor MB yg sdh terlanjur matukin bulu itu memang lumayan lama, bahkan bisa sangat lama juga Om. Dan juga ada kemungkinan tidak akan pulih lagi seperti semula, tapi sebagai manusia kita wajib berusaha semaksimal mungkin.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *