Sebetulnya sudah banyak Pakar Murai yang mengulas artikel tentang bagaimana memilih MB Betina yang ideal, tetapi merujuk atas usulan-usulan rekan-rekan kami sehingga pada kesempatan ini SKL BF mencoba mengangkat artikel yang terkait dengan MB betina, khususnya tentang pemilihan MB betina yang ideal.

Pertama seperti pada manusia saja berlaku pribahasa Bibit, Bebet dan Bobot. Untuk yang satu ini sangat sulit di terapkan pada pemilihan MB betina hasil tangkapan hutan karena kita tidak bisa mengetahui siapa bapak, ibunya. Untuk itu berlaku hukum Innere Beuty saja, jadi tidak hanya kecantikan physik semata, kurang lebih sama dengan memilih pendamping hidup pada manusia. Kecantikan physik belum tentu menjamin segala-segalanya.

Banyak sekali faktor yang lebih penting, diantaranya apakah dia bagus dalam memelihara/merawat anakannya, bagaimana dengan tingkat produksinya dan apakah dia bisa mencetak karakter indukan jantannya, atau kurang lebihnya seperti mesin foto copy alias bibit cetak. Tiga hal inilah yang sebetulnya paling penting. Untuk masalah katuranggan berlaku kurang lebihnya sama seperti dalam memilih indukan MB jantan saja.

Semua MB hasil tangkaran berasal dari indukan MB hasil tangkapan hutan (non ring), itu sudah otomatis. Jadi untuk pemilihan MB betina hasil tangkaran sebetulnya jauh lebih mudah karena sudah ketahuan silsilah keluarganya. Justru yang agak pelik adalah memilih MB betina hasil tangkapan hutan. Bagaimana mengetahui MB betina tangkapan hutan itu bagus atau tidaknya? Untuk mengetahui lebih tepatnya maka tiada jalan lain (ini versi SKL BF) yah harus di tangkarkan dahulu dan kemudian baru di lihat bagaimana dengan anakan-anakan yang di hasilkannya. Kadang anakan yang di hasilkan MB betina tangkapan hutan yang memiliki katuranggan hebat memiliki adat (maksudnya adat yang neko-neko) misal tidak bagus dalam merawat anakannya atau sering buang telor, nah otomatis MB betina yang seperti ini tidak akan kami pakai lagi.

Sebetulnya pemikirannya sederhana saja, jika dari betina hasil tangkapan hutan ini di hasilkan anakan-anakan yang istimewa maka kita pegang biangnya sebagai mesin cetak dan juga keturunan-keturunannya, terutama anakan betinanya untuk regenerasi selanjutnya. Ada yang bertanya kalau begitu memerlukan waktu yang lama? Yah memang begitu lah prosedurnya kalau kita tidak mau meleset, maka dari itu MB betina hasil tangkaran relativ lebih mahal atau jauh lebih mahal dari pada MB betina hasil tangkapan hutan, karena untuk mendapatkan betina filial yang istimewa prosesnya jelas agak ribet, yaitu harus melalui pembuktian yang real, tidak cukup hanya dengan penerawangan saja.

Sama halnya dengan pemilihan MB jantan untuk lapangan, pertama kita memilih MB dengan katuranggan yang OK dulu, tahapan kedua di poles dengan di rawat yang intensiv dan di master yang betul, kemudian tahapan terakhirnya dengan pembuktian kinerja di lapangannya. Nah untuk MB betina kurang lebihnya sama begitu tetapi yang membedakannya pada tahapan terakhirnya yaitu harus melalui pembuktian bagaimana dengan anak-anak yang di hasilkannya. Jika kita mengambil langkah-langkah seperti ini maka kita tidak berspekulasi.

Semoga sharing yang singkat ini bisa bermanfaat…

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

8 Comments

  1. pak hj, kan kalo katuranggan yg neko-neko tidk terpakai lg??? mkssdnya gmn yaa

    • @Angga, tolong artikelnya di baca yang lebih teliti lagi Om. Makasih…

  2. Mau tanya pak, kalau saya perhatikan betina saya apabila melihat orang (saya) langsung gleper2 dan bunyi, apakah itu tanda birahi atau cuma manja aja ya pak?

  3. nanya om…

    bisakah MB berjodoh jika MB jantannya lebih muda dari MB betinanya? atau yg jantan harus lebih tua dari betinanya

    terima kasih

  4. bisa tanya daftar harganya anakan SKL jantan dan betina gak pak ?

    • @Admin-GrBcdwi Prasetyo, bisa, silahkan telpon langsung ke 081220072191. Makasih…

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>