Beginilah perkembangan anakan ARMADA SKL 99 milik Om Zamil Tanjung Pinang, suara cetrekannya semakin dahsyat saja. Jadi harap di maklumi saja jika pemiliknya selalu merasa kangen dengan burungnya ini, karena memang burungnya layak untuk di kangenin. He…he. Pemiliknya merasa berlalunya waktu terasa begitu lama, apalagi kami yang merawatnya. Beruntung di tempat kami banyak sekali burung murai batu yang di sekolahkan sehingga kami masih bisa memiliki pandangan-pandangan lainnya. Dan ternyata itu sangat membantu menghilangkan rasa penat kami.

Tidak sedikit pemilik burung yang menanyakan apakah proses moulting burungnya sudah selesai, kemudian di lanjutkan dengan pertanyaan apakah sudah bisa di lombakan belum? Waduh…waduh, tentunya pemiliknya sih berani-berani saja melombakan burungnya dan kemungkinan burungnya juga berani-berani saja tetapi yang jelas kinerjanya tidak akan maksimal. Dan sudah pasti akan mengganggu perkembangan mental si burung. Jadi kita harus betul-betul menghargai MB yang sudah menjadi Jawara karena prosesnya itu membutuhkan waktu dan kesabaran yang sangat tinggi. Dan wajar-wajar saja jika seekor MB Jawara di hargai tinggi bahkan sangat tinggi karena berbagai faktor. Pernah kami ulas bahwa seorang pelukis profesional hanya membutuhkan paling lama satu minggu saja untuk menyelesaikan satu maha karyanya. Tetapi mencetak seekor MB Jawara bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya loh.

Ada yang bilang bahwa seoerang pelukis yang handal membutuhkan bakat yang handal pula, lha emangnya menyortir MB-MB calon Jawara mulai dari bahan tidak membutuhkan bakat atau kejelian mata juga? Saya pikir keduanya identik, yaitu membutuhkan bakat juga. Jika burung MB di lombakan sampai kelas kancah international, maksudnya demam burung murai batu sampai bisa Go International, wah…wah…saya yakin harganya bisa mengimbangi harga sebuah lukisan maha karya juga. Kemampuhan seseorang dalam menyortir burung MB itu berbeda-beda, sama dengan kemampuhan kecepatan dan ketepatan seorang dokter dalam mendiagnosa penyakit pasiennya, pasti berbeda-beda antara dokter yang satu dengan yang lainnya. Sudah bukan rahasia umum lagi, mengapa banyak orang Indonesia yang berobat ke Singapore? Itu tidak lain, karena kecepatan dan ketepatan dokter-dokter Singapore dalam mendiagnosa penyakit pasiennya lebih akurat. Begitu juga dengan memilih/menyortir burung MB mulai dari bahan jangan di anggap urusan sepele. He…he.

Mudah-mudahan dengan di tampilkannya foto-foto teraktuel perkemabngan anakan ARMADA SKL 99 ini hati Om Zamil bisa terhibur. Amin…

 

PA DSC00671 SKL BF

PA DSC00674 SKL BF

PA DSC00676 SKL BF

PA DSC00677 SKL BF

PA DSC00679 SKL BF

PA DSC00688 SKL BF

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081395407415, 087727505831 dan 085733695959

8 Comments

  1. Alhamdulillah, Terima Kasih Banyak Pak Haji….
    Betul-betul terobati Rasa Kangen nya…..

  2. Klo sy belum terobati om hehe (wawan bangka)

    • @Wawan, lusa akan saya posting Mas Wawan, besok punya Mas Amir Mustofa dulu yah. Biasa giliran mostingnya.

  3. saya tunggu juga ya Pak Haji anakan Rubicon 691nya..

  4. Anakan Armada memang luar biasa pak haji

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *