Banyak penangkar yang curhat kepada kami mengenai keterlambatan pasangan MBnya dalam berproduksi. Banyak faktor teknis yang kadang kita lupa memperhatikannya. Memang menangkar MB itu tidak segampang seperti banyak orang bercerita tetapi juga tidak sesulit seperti banyak orang yang berkeluh kesah. Terus terang kamipun juga mengalami hal yang sama, jadi jangan sampai kita melihat keberhasilan seseorang saja. Banyak yang berkomentar, wah SKL itu enak-enakan saja, singkat kata MBnya SKL berproduksi terus. Hhmmm…kalau saya boleh curhat juga, sama saja kami pun banyak menghadapi kendala. Bedanya, kita tidak gampang putus asa, itu saja kunci kesuksesannya. Kalau kegagalan sih yang jelas sudah berjibun-jibun, tetapi kita pantang mundur karena kita sudah terlanjur terjun di dunia penangkaran.

Kita harus berpikir positiv saja bahwa pekerjaan menangkar itu tidak berat di lihat dari pengerjaannya. Keuntungan pekerjaan menangkar adalah :

1. Kita tidak mempunyai atasan seperti layaknya jika kita bekerja pada orang lain.

2. Jam kerja bisa diatur sesuka hati kita.

3. Tidak memerlukan tenaga yang besar, seperti nyangkul atau mengangkat-angkat beban berat. He…he.

4. Usaha sampingan yang bisa di tinggal-tinggal, artinya tidak menganggu aktivitas utama kita.

5. Tidak susah untuk memasarkan produk kita karena tingkat permintaan anakan MB masih sangat tinggi, bahkan ke depan cenderung meningkat karena pasokan MB hasil tangkapan hutan sudah menipis.

Jadi kurang nyaman apanya lagi??? Yang di perlukan cuman rasa sabar saja, nah rasa sabar itu tentunya di perlukan dalam segala bidang usaha atau aktivitas, bukan hanya dalam menangkar burung murai batu saja. Justru kita harus bersyukur bahwa kita telah di beri kesempatan kegiatan menangkar MB karena kita telah mendapatkan 5 faktor keuntungan yang telah di sebut diatas tadi jika di bandingkan dengan pekerjaan yang lainnya, tetapi mungkin kita nya saja yang belum menyadarinya.

Kita jangan terpengaruh dengan cerita orang lain yang konon katanya hanya memelukan waktu 3 hari, bahkan 1 hari saja untuk proses penjodohan sepasang MB. Bisa saja hal itu berhasil, tetapi prosentasenya tidak bisa di pukul ratakan begitu. Di tempat kami proses penjodohan masih konventional yaitu minimal sebulan, gak apa-apa, alon-alon asal kelakon. He…he.

Yang penting sebagai penangkar kita harus ulet, rajin dan sabar. Jika pasangan MB kita belum juga berproduksi yah di sabarin saja, memang itu proses yang harus kita lewati. Kenyataan yang harus di hadapi adalah usaha bisa di tiru tetapi rejeki yang tidak bisa di tiru. Selain itu kita jangan gampang putus asa, kami pernah menjodohkan sepasang MB, eh…baru setahun kemudian kandang tersebut mulai berproduksi. Tetap saja pengembalian modalnya bisa lebih cepat jika di bandingkan dengan usaha yang lain. Bayangkan, usaha mana yang dalam kurun waktu satu tahun lebih modal kerjanya sudah kembali??? Nah Anda-Anda apakah sudah pernah menunggu setahunan lebih sampai sepasang MBnya mulai berproduksi? Jangan khawatir, ada temannya, SKL BF sudah sering mengalaminya berkali-kali. Tetapi toh SKL BF masih tetap eksis, Anda juga bisa kok!!! Yang penting tetap semangat dan jangan gampang putus asa.

Semoga curhatan kami ini bisa memotivasi Anda-Anda sekalian. Amin…

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

31 Comments

  1. Terima kasih atas support nya Pa Ji, sebagai informasinya hampir disemua toko burung di kota Medan (Jl. FL Tobing/Bintang , Jl. Merak Jingga/Gudang, Jl. irian/Binjai, Jl Binjai – Kuala dll ) sudah kesulitan mendapatkan bakalan MB muda hutan/trotolan dan bakalan hutan dewasa, apalagi sekarang Taman Nasional Gunung Leuser / Bukit Barisan asalnya habitan MB ekor putih (Padang Sidempuan, Bahorok, Bukit Lawang, Marike, Kutabuluh/Tanah Karo dan Aceh) terganggu karena erupsi Gunung Sinabung yang belum juga berakhir……(sudah 5 bulan), jangankan masyarakat pastilah semua mahluk hidup termasuk MB ekor putih terganggu pola hidupnya…..semoga semua usaha penangkaran yang serupa ini termasuk Cucakrawa Medan mulai kita giatkan bukan untuk mencari kesenangan dan keuntungan semata tapi untuk menjaga dari kepunahannya dan dapat kita kembalikan ke habitannya di kemudian hari (mari kita menjaga rentang alam dan ekosistem yang pernah ada di TNGL kalau tidak dimulai dari kita siapa lagi), Semoga Tuhan YME meridhoi, menyertai memberikan berkat yang berlimpah bagi para penangkaran yang berhati mulia….salam dari Medan, Sumatera Utara, sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kebaikan Bp. Haji Syamsul – SKL BF – Jatibarang, Indramayu.

    • @Ir. Nickson Tarigan, M.Si, sama-sama makasih juga Pak Tarigan. Maaf, sewaktu berkunjung ke penangkaran SKL kami tidak bisa bisa menyediakan apa-apa, kecuali air minum saja. He…he.

      • Gak apa apa Pa Ji, Pa Haji sudah kasih waktu saja ke saya sudah berterima kasih, saya hanya prihatin dengan kondisi MB yang ada sekarang ditempat asalnya, oleh sebab itu saya ungkapkan artikel ini agar kita semua waspada akan keberadaan MB di Sumut dan Nad….

  2. Inilah habitat burung MB yang disebut berasal dari Medan
    Taman Nasional Gunung Leuser biasa disingkat TNGL adalah salah satu Kawasan Pelestarian Alam di Indonesia seluas 1.094.692 Hektar yang secara administrasi pemerintahan terletak di dua Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Provinsi Aceh yang terdeliniasi TNGL meliputi Kabupaten Aceh Barat Daya,Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tamiang, sedangkan Provinsi Sumatera Utara yang terdeliniasi TNGL meliputi Kabupaten Dairi, Karo dan Langkat.

    Taman nasional ini mengambil nama dari Gunung Leuser yang menjulang tinggi di atas permukaan laut di Aceh. Taman nasional ini meliputi ekosistem asli dari pantai sampai pegunungan tinggi yang diliputi oleh hutan lebat khas hujan tropis, dan dikelola agar dapat dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya,pariwisata, dan rekreasi.

    Khusus untuk Prop NAD sudah mulai memberlakukan pelepasan MB ekor putih kembali kehabitatnya apabila disinyalir bahwa burung MB tersebut hasil dari tangkapan, dijaring, diaci/diperangkap dari hutan daerah Prop NAD .Ini adalah contoh yang baik, dan bagi Pemda yang peduli terhadap lingkungan seperti ini perlu dihargai dengan penghargaan Kalpataru yang diberikan pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH)

    • @Ir. Nickson Tarigan, M.Si, wah informasi yang berharga langsung dari seorang warga Sumatra Utaranya. Makasih Pak Tarigan, semoga lancar dan sukses selalu dengan penangkarannya. Amin…

    • pak tarigan selamat pagi.. salam sehat dan sejahtera selalu pak tarigan..ini saya warsito teman isdiyanto gareng sragen pak …..

      • Iyaa Mas..sehat selalu..salam semua, ayo kembangkan penangkaran murai batu di Sragen

        • @Ir. Nickson Tarigan, M.Si, wah sahabat lama pada saling ketemu nih. Tinggal reuniannya saja.

          • Ma kasih Pa Ji, itu jaman saya urusin bola di Sragen sekarang sudah ganti jaman jadi urusin MB di Medan, nanti kalau reuni di markas SKL Jatibarang bawa trahnya SKL kali Pa Ji…

          • @Ir. Nickson Tarigan, M.Si, Ok siaappp, kapan saja dan setiap saat Pak Tarigan.

  3. Amin.jadi tambah semangat dan lebih bersabar dalam breeding MB.
    Mantap pa haji.

  4. pak haji pernah ngalami nggak…lama pasangan MB gak produksi terus ditukar pasangan..?…ato ada solusi yang lain pak haji…terima kasih

    • @Erwin, pernah juga. Alhamdulillah akhirnya berproduksi juga, tetapi lama-lama bosan juga nuker-nukernya. Jadi akhirnya saya biarkan saja, eh berproduksi juga. He…he.

  5. Terima kasih pak haji ilmunya…..Ilmu yang barokah….semoga SKL tetap jaya….Amin…

    • @Erwin, sama-sama Om…

      • Assalamualaikum Pak Haji….
        Terimakasih atas posting2nya yg sangat membantu dan menambah keyakinan untuk memulai menangkarkan MB, walaupun indukan MB yg sekarang saya coba kumpulin cuma MB lokal Kepri…. yang penting bisa nangkar karna di habitat asli MB dah sedikit..
        Wassalam,
        Fadly
        Batam

  6. Adem. Dengernya pak haji…

  7. Ass P Haji, saya lagi ngembangin breeding MB tp indukannya kelasnya masih biasa aja, dah berkali2 produk, pengin sih upgrade calon indukan dari p Haji biar anakannya jozz gandos tp nunggu modal ngumpul dulu, Klo harga trotolan dikisaran brp ya? Tks

  8. Mantap, maju terus SKL BF, sukses selalu buat semuanya.

  9. dear skl bf, saya mau tanya sepasang murai batu milik saya sudah berjodoh sekitar seminggu , saya perhatikan indukan jantan sering masuk sarang dan ngriwik , tapi diluar itu saat mereka berinteraksi si betina sering mendekati jantan namun sijatan kadang kabur gitu saja sambil melirik betina seperti takut ke betina, tapi kadang mereka nangkring bareng masuk kotak sarang bareng,yang aneh ketika saya coba cek kotak sarang sontak sang jantan langsung marah dengan bunyi ketrekan khas mau fight dan bunyi nembak nembak dan langsung nagkring di kotak sarang wlaupun sijantan tadinya sedang makan santai atau mandi, jadi saya gabisa liat samasekali kotak sarang.terimaksih banyak mohon saran nya, dari sehab peternak amatir dari bogor

  10. Mohon maaf maksd pertanyaan saya tempo hari, apakah murai jantan /betina harus diganti?kondisi sekarang murai betina cenderung agresif dan jantan suka kabur kalo di dekati , tapi saat di kotak sarang si jantan sering bunyi ngriwik halus, dan si betina suka berbunyi monoton seperti suara cit.cit.cit sperti cililin.
    Terimaksh sblumnya.

    • @Sehab, gak usah. Biarkan saja dulu unt beberapa waktu lagi.
      Menangkar MB itu butuh kesabaran. Kadang ada yg cepat bisa berproduksi, tapi ada yang lambat juga. Jadi tidak bisa disamakan yang satu dg yang lainnya.

  11. assalamuallaikum
    maaf menggangu pak, mau tanya apa bisa ulat kandang di berikan pada mb yg di tangkarkan.

    • @Hendriy, jelas bisa sekali…

      • di jadikan menu utama apa hanya selingan aja pak?

        • @Hendriy, dibikin saja semacam nasi rames dg EF lainnya.

          • ok pak, terima kasih.

  12. assalamualaikum pak
    maaf mengganggu mau bertanya faktor penyebab egg biding karena apa dan apa ada cara untuk mengobatinya. terima kasih

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>