Sering di jadikan bahan gunjingan apa penyebab pembengkakan pada sendi lutut, jari kaki piyikan MB yang cengkrong atau bahkan sampai terjadi kelumpuhan pada si piyikan tersebut, sehingga berujung sampai kematiannya. Anakan MB yang sudah cacat kaki model begini semenjak kecilnya kebanyakan berujung pada kematian si burung. Tidak sedikit juga yang beranggapan bahwa si anakan tersebut kekurangan Kalsium atau mineral lainnya. Memang sangat elok jika semua asupan vitamin atau semua kebutuhan pakan lainnya terjamin untuk si burung.

Menurut pemantauan kami ada beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan untuk menghindari cacat kaki pada anakan MB selain mencukupi kebutuhan vitamin dan meneralnya, diantaranya :

1. Kekurangan jatah pakan si burung sehingga si indukan MB terlambat memberi makan kepada anakannya sewaktu masih usia hari-hari pertamanya, sehingga indukannya hanya terbatas meloloh anakannya. Anakan yang kelaparan tentunya akan selalu memanggil-manggil indukannya dengan suara khasnya, karena sudah tidak ada jatah pakan lagi yah indukannya mau gimana lagi. Karena merasa lapar maka si anakan itu banyak sekali bergerak di sarangnya, sehingga posisi kakinya selalu berubah-ubah.

Kadang posisi kakinya sudah tidak benar lagi atau tersangkut pada bahan sarangnya, tetapi karena usianya yang masih terlalu dini dan tenaganya juga belum memadai maka dia tidak bisa merubah posisi kakinya lagi pada posisi yang seharusnya. Lama kelamaan posisi tidurnya yang salah ini bisa menimbulkan kelainan pada kakinya. Ini berlaku bagi para penangkar yang menerapkan loloh indukan.

Jadi selama indukannya mempunyai tanggung jawab meloloh anakannya maka porsi pemberian EF harus ditingkatkan, jangan sampai terlambat memberi makan atau kekurangan memberi makannya.

2. Jika kita menerapkan methode meloloh dengan tenaga manusia, maka pemanenan anakan jangan terlalu dini. Paling ideal antara usia 8 harian dan pemanenan harus dengan sarang aslinya, ini syarat mutlak. Jika kita hanya memanen anakannya saja tanpa dengan sarang aslinya, maka diatas 90% pasti kaki anakannya akan cacat. Mengapa bisa begini? Sarang yang asli bikinan indukannya tidak bisa tergantikan kenyamananya, jadi sarang bikinan manusia meskipun menurut kita sudah rapih sekali tetapi belum tentu nyaman untuk si burung bukan? Karena sarangnya atau tempat tidurnya tidak nyaman maka anakan tadi sering berubah-ubah posisinya, dampaknya sama seperti yang dijelaskan pada point pertama diatas tadi. Sarang hasil anyaman indukannya sangat rapih dan tidak ada satupun bahan sarang yang bisa menusuk badan piyikan karena dengan nalarnya indukan tadi sudah membuat tempat tidur bagi anaknya se nyaman mungkin, sehingga kecil kemungkinan piyikan tadi banyak bergerak karena faktor ke tidak nyamanan sarangnya.

Meloloh anakan harus tepat waktu dan taruhlah di tempat yang tidak banyak lulu lalang manusia. Mengapa harus tepat waktu? Jika kita terlambat melolohnya maka piyikan tadi akan protes dengan teriak-teriak khasnya, yah seperti bayi yang lapar minta susu saja, otomatis piyikan-piyikan itu akan mencari-cari induk semangnya dengan banyak bergerak. Ini berbahaya bagi kesehatan kakinya jika usianya masih terlalu dini.

Mengapa di tempatkan yang tidak banyak lulu lalang manusia? Meskipun piyikan tadi baru di kasih makan jika mendengar suara manusia maka dia akan teriak-teriak minta makan lagi atau memangil-mangil kita karena kita sudah dianggap oleh mereka sebagai indukannya saja. Ini bisa mengakibatkan piyikan tadi banyak bergerak juga.

Ingat, tidak bisa disamakan cara memanen, meloloh anakan Murai Batu dengan anakan Love Bird, karena batangan kaki MB jauh lebih kecil dan rentan ketimbang LB.

3. Ada kutu atau yang sejenisnya di sarang burungnya sehingga piyikan tadi merasa tidak nyaman, dampaknya piyikan itu sering bergerak juga, Jadi sebelum kita memberikan bahan untuk sarang kepada indukannya, kita harus tahu betul jika bahan sarang tadi sudah betul-betul kering untuk menghindari timbulnya jamur, tungau dan sebagainya. Akan lebih baik jika disemprot dengan desinfektan dahulu untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan.

Sebagai tambahan, hindarilah mengisi air bak mandi permanen di dalam kandang ternak selama anakan MB tersebut belum mapan terbangnya, karena anakan MB sering terjadi tenggelam mati di bak mandi tersebut. Disarankan untuk sementara waktu memakai nampan plastik, yang mana airnya bisa dibuang setiap saat jika indukan MB sudah selesai dengan mandinya.

Mudah-mudahan sharing singkat ini bisa bermanfaat, lebih dan kurangnya tinggal menginovasi sendiri saja. Semoga sukses. Amin…

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

2 Comments

  1. Dear Pak Haji,

    Sharing yang sangat bermanfaat !!!
    Hatur nuhun pisah yah Pak Haji…muliate godang

    Wass.
    Setyo

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>