Sebetulnya masalah ini sudah dari dulu sering terjadi. Banyak rekan-rekan yang pulang dengan membawa oleh-oleh kecewa sepulangnya dari mengikuti suatu Event Lomba Burung Berkicau. Kalau ditilik dari, bahwa kita hanyalah manusia biasa, maka hal ini wajar-wajar saja, dan itu risikonya kita terjun mengikuti Lomba Burung ini.

“Masak iya burung saya kerja maksimal, tetapi kok tidak dipantau?” keluh salah satu peserta.

“Burung saya volumenya terdengar dari ujung sini sampai ujung sana, kok dilewati saja,” ada yang mengeluh begitu.

“Burung saya sangat agresiv, selalu nembak, isian dimuntahkan semua, tapi kok tidak masuk nominasi sama sekali?” dan masih banyak sekali macam-macam keluhan dari peserta lomba.

Jadi, dari awal kita menggeluti dunia perburungan, kita harus mensetting hati kita bahwa kita hanya berpartisipasi untuk meramaikan dunia perburungan. Hanya sejauh itu saja, titik. Jika kita berharap besar burung kita kelak menjadi juara, dijamin hanya kekecewaan yang membayangi kita. Kita tidak bisa menyalahkan pihak EO maupun para Jurinya, karena itu Hak Mutlak mereka.

Kita boleh atau bisa mengajukan protes, tetapi memang itu keputusan mutlak mereka. Betul, jika para Juri bisa berbuat kesalahan karena merekapun sama seperti kita hanyalah manusia biasa, bukan Superman. Coba bayangkan, pada penilaian terakhir/favorit disitu sudah tercatat beberapa burung unggulan. Kebetulan burung kita pada sesi terakhir frekuensi memuntahkan isiannya tidak segencar seperti pada sesi awal atau pertengahan. Kenyataanya para Juri ini memang berada di dalam lapangan, sedangkan kita diluar pagar pembatas. Kalau kita protespun, tentunya akan dijawab dengan elegant oleh para Juri bahwa burung kita ada ngetemnya. Tentunya jawaban tersebut akan membuat kita lebih gregetan lagi. Jadi ngapain protes-protes, kita akan capek sendiri saja kan?

Solusinya gampang, kita coba mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh EO yang lainnya, kemudian kita bandingkan sistem penjuriannya atau independensinya. Jika kita merasa cocok dengan sportivitas salah satu EO, yah kita tinggalkan saja EO yang lainnya itu. Simple bukan? Tetapi saya yakin, sekarang EO Lomba Burung Berkicau sudah banyak melakukan inovasi untuk memanjakan peserta lomba burungnya, karena mereka tahu bahwa dimana-mana sudah banyak sekali diadakan lomba burung ini. Maksudnya persaingan EO Lomba Burung Berkicau sudah semakin ketat saja.

Di sisi lain suara peserta lomba patut didengarkan juga, karena menyiapkan burung lomba itu banyak sekali pengeluarannya, mulai dari membeli burung, sangkar sampai biaya operasionalnya, belum lagi invest waktunya. Hadeehh…menyiapkan seekor burung layak lomba itu ibarat kita membangun rumah saja, mulai dari menyiapkan lahan yang ideal, penggurukan tanahnya, kemudian membuat pondasi rumah, sampai mengisi perabotan rumah tangganya. Begitulah kira-kira menyiapkan seekor burung lomba, jadi faktor ini juga bisa dipakai untuk bahan pertimbangan para EOnya untuk menyuguhkan Event Lomba Burung Berkicau yang lebih mumpuni.

Mudah-mudahan share singkat ini bisa menyejukan hati kita masing-masing. Amin…

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

10 Comments

  1. betul pak haji, setuju….

  2. Setuju pak haji…..kita ambil santai aja lah.menang klah sudah biasa…..btw kabar anakan pemburu 799 gimana pahaji….tidak lupa kan.kpn giliran di upload,

  3. saya suka dengan artikel ini….pemikiran yang luas dan kata yang bijak…semoga saya bisa bertemu dengan bpk h. syamsul untuk bertukar pikiran (tentang murai) bukan politik..hehehe…anyway puasa2 skl bf tetap buka? trims

  4. Ass.pak haji…
    Sungguh betapa indahnya,setiap x sy bc webside skl bf…
    Yg dgn ikhlasnya pak haji berbagi pengalaman & ilmu yg berguna bagi pemula yg baru mulai di dunia perburungan khususnya MB..???
    S x lg trima ksh byk pak haji & sukses slalu bt SKL BF….

  5. Aamiin..setuju pak Haji sungguh pemikiran yg simple dan sangat bijaksana.
    maju terus buat SKL BF

  6. maaf pak Haji, memang para kontestan di wajibkan menerima keputusan atas juri yang mutlak, namun ketika juri, EO itu ketahuan main belakang sama pemilik burung pemenang dengan MOU bagi-bagi hasilnya, gmn? saya pernah coba jagoan saya di ganti kurung, dengan EO yang sama, gak ada yang lihat sama sekali, padahal burung saya itu juara pada bulan kemarinnya, stamina dan kicauan tidak ada penurunan malah bertambah mantabs… tapi ya… gitu deh… #diluar keluhan saya diatas apa yang di tulis pak haji sangat benar#

    • @Skater Child, saya tidak mau su’udzon Om. Yg jelas, jika kita sudah memilih ikut Lomba Burung Berkicau yg diselenggarakan oleh sebuah EO, otomatis kita harus mengikuti aturan mainnya. Itu pikiran yg sangat sederhana saja. Kalah menang itu hal yg biasa. Tetap semangat, yang penting partisipasi kitanya untuk ikut meramaikan dunia kicauan. Ini yg lebih penting.

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>