Banyak yang bertanya kepada kami, bagaimana atau kriterianya apa saja agar bisa menentukan Trotolan/anakan MB yang istimewa dari usia dini? Seperti yang pernah kami singgung pada beberapa artikel kami, bahwa sebetulnya hal ini tidaklah sesulit seperti yang dibayangkan. Betapa tidak, kan kita sudah mengamati perilaku burung-burung tersebut semenjak dari kecil, jadi tidak susah kan? Tetapi pada kesempatan ini ayo kita share bareng-bareng, dan mohon petunjuknya dari semua rekan-rekan Muraimania, jika ada yang salah atau ada yang kurangnya. Bismillahirrahmanirrahim…

Beberapa kriteria sejauh yang kami ketahui, diantaranya :

1. Pengaruh Genetika itu sangat besar. Jadi faktor indukan, baik indukan jantan maupun betinanya sangat menentukan sekali. Nah salah satu keuntungan memiliki anakan MB hasil penangkaran, adalah kita sudah tahu jelas bapak dan ibunya.

2. Karakter masing-masing anakan bisa kita lihat semenjak kecil. Bila kita menerapkan methode loloh manusia, maka bisa kita perhatikan anakan yang selalu aktiv minta makan, teriaknya paling kencang, dan selalu merebut jatah makanan saudar-saudaranya, kelak burung inilah yang akan memiliki mental fighter tinggi. Bahkan si calon jagoan ini tidak ragu-ragu menginjak-injak saudaranya untuk bisa merebut jatah makanan tersebut. Si anakan tersebut terkesan tidak pernah kenyang, jadi bukannya masih belum kenyang tetapi memang dia iseng memprovokasi rekan-rekannya dan mau menunjukkan bahwa dia lah jagoannya atau yang paling berkuasa disitu.

Sifat ego/mau menang sendiri seperti ini lah yang justru kita perlukan untuk membentuk mental burung lapangan, karena burung MB identik dengan burung Teritorial/Penguasa Wilayah.

Demikian halnya, jika kita menerapkan methode loloh indukan. Malahan, jika kita membiarkan indukannya yang meloloh akan kelihatan lebih mencolok sekali sifat-sifat ego masing-masing anakan MB tersebut. Justru indukan MB akan lebih memperhatikan anakannya yang lebih kuat. Mungkin mereka berpikir menurut nalarnya, anakan yang ini yang bakal meneruskan tahtanya. Kalau kita yang meloloh, tentunya kita akan membagi porsi makanan dengan seadil-adilnya, karena kita kepingin semuanya bisa hidup, agar bisa ditukarkan dengan Rupiah bukan? He…he.

3. Setelah tumbuh agak besar, baru kita sortir katuranggannya yang terbaik, tanpa melupakan pengamatan perkembangan perilaku masing-masing anakan MB tersebut, sesuai dengan perkembangan usianya. Nah untuk urusan katuranggan MB saya rasa sudah banyak rekan-rekan Muraimania yang menulis artikel tentang hal ini, tetapi tetap saja ada yang mengusulkan agar SKL BF menulis tentang yang satu ini menurut versi kami. Ok, mari kita lanjutkan…

4. Pertama-tama yang kami amati dari katuranggan anakan MB adalah jari kaki dan batangan kakinya terlebih dahulu. Mengapa demikian? Ibarat kita membangun sebuah rumah, tentunya kita mulai dari fondasinya dulu kan? Rumah yang mewah tanpa struktur fondasi yang kuat tentunya akan sia-sia saja. Begitu juga dengan menentukan seekor MB lapangan yang ampuh faktor kokoh kakinya adalah sangat penting sekali, karena tanpa kaki yang kuat mustahil si burung bisa mengeluarkan powernya secara maksimal.

Jari jemari kaki MB yang ruasnya panjang-panjang akan lebih baik, jika dibandingkan MB dengan yang memiliki ruas jari kaki yang pendek-pendek. Perhatikan saja, jari jemari kaki MB betina yang diciptakan olehNYA jelas lebih pendek dari yang berjenis kelamin jantan, dan kenyataannya power MB jantan lebih besar dibandingkan dengan MB betina bukan? Semakin panjang jari-jari kakinya semakin kuat pula cengkeraman kaki pada tangkringannya ketika MB tersebut sedang action mengeluarkan suaranya. Maka dari itu, mengapa para Pelomba MB selalu rewel dengan ukuran tangkringan di dalam sangkarnya? Jawabannya, adalah agar si burung bisa menemukan cengkeramannya yang ideal, yang sesuai dengan ukuran jari kakinya, otomatis yang cocok dengan panjang jarinya. Jari kaki MB yang panjang relativ akan lebih mudah beradaptasi dengan semua model tangkringan. Sama halnya dengan pemain Bulutangkis atau Tenis, jari manusia yang ruasnya panjang akan lebih mudah menemukan performanya dengan semua ukuran pegangan raketnya, baik kecil ukurannya maupun yang besar sekalipun. Berbanding terbalik dengan jarinya yang pendek, pasti mereka akan memilih pegangan raket yang lebih kecil, atau daya cengkeram jari manusia yang pendek relativ tidak akan sekuat yang jarinya panjang.

Besarnya batangan kaki juga tidak kalah pentingnya. Ibarat rumah dengan tiang/saka/kolom yang lebih besar otomatis akan lebih kuat dari pada yang tiangnya lebih kecil. Jika jari jemari si MB panjang-panjang dan ditunjang dengan batangan kaki yang besar, wow jelas akan lebih mantap lagi. Tentunya Allah menciptakannya disesuaikan dengan kebutuhannya.

Perlu diingat, warna kaki MB tidak mempengaruhi mental si burung.

5. Posisi pangkal paha yang cenderung berat ke arah depan/ke dada. Burung MB yang memiliki kaki dengan posisi seperti ini akan memiliki kaki yang lebih panjang, tetapi ketika sedang diam di tangkringan justru dia akan kelihatan lebih pendek seperti pada umumnya ukuran MB. Hal ini akan membuat si MB kelihatan jauh lebih tinggi dari yang di duga oleh lawannya saat action. Ini juga merupakan suatu keuntungan bagi si MB tersebut, karena hal ini bisa membuat kaget si lawan. Yang lebih penting lagi dari hemat kami selama ini, adalah MB yang seperti memiliki Hydraulik pada kakinya ini biasanya yang bisa membawakan lagu-lagu yang panjang.

6. Badan yang panjang, sama seperti pada ayam Bangkok, selalu menjadi pilihan Muraimania. Badan yang panjang di klaim memiliki nafas yang panjang atau kekuatan physik yang lebih mumpuni, karena MB dengan badan yang panjang pasti akan terkesan MB tersebut ramping athletis. Badan yang athletis otomatis akan memiliki durasi kerja yang akan lebih baik, sama seperti pada manusia juga. Saat actionpun bisa tampak lebih tinggi dari ukuran normalnya.

7. Karakter/typikal ekor yang tipis tentunya akan lebih aerodynamis, dibandingkan dengan yang tebal. Begitu juga dengan panjang ekor, usahakan jangan yang terlalu panjang, karena hal ini akan menambah beban bagi si burung ketika sedang action. Maaf, bukan berarti MB ekor panjang tidak lebih bagus dari pada yang relativ lebih pendek. Di habitatnya panjang ekor tidak akan mempengaruhi kinerja si burung karena setiap harinya dia sudah terbiasa terbang kesana kemari dengan beban ekor panjangnya untuk mencari makan. Selain itu, jika si MB harus action di habitatnya mempertahankan wilayahnya maka durasinya itu tidak akan lebih dari 10 atau paling lama 15 menit saja. Nah, dalam lomba burung berkicau skala besar/nasional bisa berlangsung 30 menit, bahkan lebih jika gantangannya full. Jadi, pada umumnya MB dengan panjang ekor yang sedang lebih diuntungkan. Ekornya jangan yang terlalu rapat juga, ujungnya yang terbuka sedikit akan lebih aerodynamis.

Pilihlah daun ekornya yang kecil, karena akan lebih ringan jika dia sedang ngeply.

8. Sayap MB (kalau ada) pilihlah yang panjang, atau bahkan yang menjuntai panjang sampai menyentuh ekornya. Dia sudah di ciptakan olehNYA bisa terbang lebih cepat dari kawan-kawannya dan bisa terbang menjelajah lebih jauh juga, otomatis sang Pencipta sudah menyiapkan perangkat paru-parunya yang lebih besar dan lebih elastis sesuai dengan kebutuhannya. Ibarat pada mobil atau motor pasti CCnya lebih besar.

9. Leher yang lebih kecil dan panjang akan memiliki kemampuhan membawa irama lagu lebih merdu dari pada yang besar kokoh. Leher yang besar atau biasa disebut leher beton akan memiliki kemampuhan dominan suara nembak saja, untuk ngerol dia akan lebih kaku. Yang kecil panjang akan mampuh membawakan suara ngerol dan nembak juga.

10. Kepala burung otomatis lebih baik yang besar, karena volume otaknya akan lebih besar juga. Biasanya MB yang berkepala besar memiliki mental yang lebih ampuh, dan penampilannya juga lebih seram.

11. Mata burung tidak harus besar, tetapi lebih penting yang melotot keluar. Alangkah lebih baiknya, jika melotot dan besar juga. Itu namanya perfect.

12. Paruh yang kokoh besar pada bagian pangkalnya, dan sobekan mulutnya mendekati matanya, sobekan mulutnya besar/lebar. Model paruh begini akan menghasilkan suara yang tidak main-main, apalagi ditunjang faktor nomer 1 sampai dengan nomer 11. Hhmmm…berarti Anda memiliki MB yang siap menjadi juara di kelasnya.

13. Terakhir warna bulu yang lebih hitam pekat dan kilap dari yang biasanya, ini menunjukan kelas si burung lebih ningrat. Ibarat kain bahan untuk jas, jas yang mahal harganya bisa kelihatan sepintas dari kualitas bahannya. Apalagi bahan kainnya ada campuran sutera kelas atas, otomatis harganya akan lebih mahal lagi bukan?

Kriteria ini bisa membantu untuk memilih MB hasil tangkapan hutan juga, terutama yang masih belum berbunyi, kecuali yang nomer 1-nya.

Harap dicatat juga : kriteria ini diperlukan/digunakan, jika kita memilih MB-MB yang “masih bahan” atau belum berbunyi. Apabila kita sudah mendengar suaranya atau bahkan melihat kinerjanya secara langsung, otomatis tidak usah kita hiraukan lagi masalah katuranggan ini. Tetapi konsekuensinya membeli burung yang sudah berbunyi atau langsung di lapangan atau bahkan yang sudah mendapatkan nominasi harganya relativ akan mahal. Kesemuanya itu kembali lagi tergantung dari budget yang ada di saku masing-masing. He…he.

Silahkan diperhatikan dengan cermat MB-MB Jawara sejati, pasti ada beberapa yang nyantol untuk urusan katuranggan ini. Kalau katuranggan tidak memiliki pengaruh terhadap karakter seekor burung, maka kata “katuranggan” ini tidak akan ada dalam kamus perbendaharaan kata bahasa Indonesia kita. Ini logikanya saja. Tetapi juga perlu diingat, tidak akan ada seekor burung yang memenuhi semua kriteria katuranggan ideal, karena tidak ada mahluk hidup di dunia ini yang sempurna bukan?

Sebagai contoh saja, jika seseorang pergi ke Pasar Burung mau membeli seekor Murai Batu “bakalan” tangkapan hutan atau seekor trotolan hutan yang “masih bisu”, diam seribu bahasa, apa kiat Anda dalam memilih burung tersebut? Asal main comot saja atau dipelototin dahulu keadaan physik burung tersebut? Saya yakin Anda pasti akan melototin dulu semua burung yang ada disitu, semua skil untuk memilih burung yang bagus yang Anda miliki pasti akan dikeluarkan semua, bahkan ada yang sampai menenteng Pawang burungnya dengan imbalan fee yang sudah disepakati sebelumnya. Ini fakta yang ada dalam kehidupan kita sehari-harinya.

Ternyata setelah kita memilih dengan seksama, tetap saja masih meleset, silahkan instropeksi diri lagi. Setidaknya kita sudah ikhtiar bukan? Tetapi sebaliknya, jika kita memilih burung (khususnya MB) mulai dari bahan yang masih mentah (bisu), sampai akhirnya kita bisa mengorbitkan burung tersebut, bahkan sampai menjadi Juara dalam Lomba Burung Berkicau skala besar, hhmmm…kepuasan yang tiada tara. Amin…

Ada rekan yang mau potong kompas atau mengambil jalur pintas, yaitu dengan membeli burung yang “setengah jadi” atau yang “sudah jadi”, atau bahkan yang sudah pernah “moncer”. Itu kan sudah keruan Om? Oh…jelas itu lebih bagus dong, tetapi nilai transfernya pasti akan lebih bagus juga yah! Hari gini mana ada MB yang sudah ketahuan materinya dibandrol dengan harga murah? He…he. Setelah kita mentake overnya jangan dikira urusan sudah selesai sampai sini saja, melainkan tidak sedikit pula yang mengalami kendala dengan masalah setingan harian dan setingan lombanya, meskipun pemilik sebelumnya sudah menjelaskan secara rinci pola rawatan si MB tersebut. Bukan berarti pesimis, tetapi semuanya itu hanya butuh proses waktu saja. Ini pengalaman pribadi saya. Jadi yang penting tetap optimis saja, InsyaAllah…

Mudah-mudahan sharing kami ini bisa bermanfaat. Amin…Kurang dan lebihnya silahkan tinggal menambahkannya sendiri saja, karena hanya sampai sini saja kemampuhan kami saat ini.

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

18 Comments

  1. Wah sangat bermanfaat sekali infonya om. Pengetahuan makin bertambah saja dengan artikel2 di sini. Semoga makin sukses Om. Dan MB nya luancarr produksi biar orang beralih semua ke MB penangkaran. Agar MB di hutan tetap lestari. Astungkara

  2. Ass. Pak Haji…
    Mantaps. Tks utk sharingnya, sangat bermanfaat.

    salam
    setyo

  3. Bravo.memang SKL BF tidak pelit dalam berbagi ilmu tentang breeding MB.mudah2an saya diberikan kemudahan sama Sang Pencipta dlm beternak MB.

  4. Ass.
    Trima kasih pak haji,atas sharing yg bermanfaat ini….
    Bertambah lg wawasan menggenai MB,semoga kedepan pak haji memberikan lg ilmu/pengalamannya khususnya mengenai burung MB.
    SUKSES tuk SKL BF & tuk pak haji sehat slalu adanya…..Amien

  5. Super pa haji…… belajar banyak,
    banyak belajar

  6. matur nuwun ilmunya Pak Haji…………..

  7. Bagus “wedarannnya” Om Haji… juga share tulisan (dan pengalamannya).yang lain…
    Kayaknya kalau dikompilasi dan dibukukan,dan diterbitkan,pasti akan memperkaya referensi khasanah pelesterain fauna Indonesia,khususnya Murai Batu…
    Jadi pengen liat pusat penangkarannya Om Haji niih..jika diijinkan.. Insyaallah… .

  8. Mantap om ulasannya,kapan kapan jika ada rejeki dan ada waktunperkenankan saya mampir ke padepokan SKL BF ya om

  9. Asslmkum..p.Haji ,Murai borneo MH sya kndisi msh giras. siang g prnh dikrodong,cm malam kalau hbs hujan,,gmn pndpatnya
    Terus hariannya bersanding dg Cuck ijo lmyan gacor tp gk terlalu,,apkah pngaruh sm mental murai bila sering saling melihat dan atau mendenar suara cuck ijo?? Terimakasih

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>