Setelah mentake over 2 ekor MB jantan untuk ditangkarkannya, Om GITO kembali meminang seekor MB betina dari trah LANCAR SKL 889. Langkah menangkarkan burung Murai Batu ini sudah benar-benar tepat. Pertama, karena burung MB adalah burung lokal kita, asli Indonesia. Kedua, populasi MB di habitatnya sudah sangat memprihatinkan. Jadi tanpa disadari kita sudah turut andil melestarikan MB, selain itu burung Murai Batu memiliki nilai ekonomi yang tidak akan surut, kecuali sudah kehendakNYA.

Lain halnya dengan jenis burung lomba lainnya, misal Love Bird (LB) dan Kenari. Kedua burung tersebut tumbuh subur di negara-negara adidaya, seperti USA, Jerman, Belanda, Spanyol, Rusia, Brasil, bahkan terakhir sampai negara Tiongkok yang suka membanting harga untuk menguasai pangsa pasar. Seperti yang pernah terjadi pada jaman keemasan Love Bird 2011/2012, dimana harga burung LB mencapai puncaknya. Begitu menginjak awal atau sekitar kuartal pertama tahun 2013 harga LB mulai mengalami kemerosotan yang tajam sampai dengan hari ini. Sekarang hanya warna-warna tertentu saja, yang kita tidak bisa mencetak sendiri selain kita memiliki indukannya, yang harganya masih bertengger diatas saja. Itupun kalau kapan-kapan muncul trend warna baru, pasti model lamanya akan merosot lagi harganya. Jadi kayak harga handphone saja.

Kelemahan penangkar kita adalah skil genetika untuk bisa menciptakan trend warna baru, itu karena negara kita sama sekali tidak mensupportnya. Bayangkan di negara sekelas Jerman, akses untuk mendapatkan segala macam ilmu bisa sangat mudah didapat, baik langsung berkonsultasi dengan Universitas maupun Instansi Pemerintah yang berwenang. Lah di Indonesia, kita akan terbentur dengan segala urusan birokrasi atau yang “sejenisnya”, tahu sendiri saja lah. He…he.

Jadi bagaimana kita bisa bersaing dengan mereka, yang segala-galanya ditunjang semua oleh pemerintahnya? Apalagi di negara Tiongkok, segala sesuatunya yang berhubungan dengan bisnis pasti disupport secepat dan sepenuhnya oleh negaranya. Yang mereka lakukan sekarang ini adalah perang dagang, jadi bukan lagi perang konventional yang dar…der…dor itu. Perang dar…der…dor hanya menghabiskan uang saja, selain menghabiskan nyawa manusianya sendiri.

Dengan menangkarkan burung Murai Batu justru kita adalah pioneernya. Pernah seorang rekan kami mengajak untuk mengeksport MB-MB hasil tangkaran yang merdu suaranya (trah-trah Juara) ke negara Timur Tengah. Suatu gagasan yang cemerlang, tetapi saya bertanya balik, kita bisa menjual sampai harga berapa kepada mereka? Saya yakin tidak akan ada pembeli yang berani lebih tinggi dibandingkan dengan pembeli di Indonesianya sendiri, meskipun uang mereka tidak berseri loh. Mengapa? Karena di negara Timur Tengah tidak ada lombanya, dan kelemahan burung MB adalah suara ngebannya yang monoton kadang bisa bikin stres telinga kita. Suara MB baru akan tampak heboh jika ketemu lawannya di lapangan bukan? Dan kalau kita jelaskan kepada mereka (orang-orang Timur Tengah) bahwa memelihara burung Murai Batu itu harus memiliki burung-burung masteran juga, seperti Cililin, Jenggot, Kapas Tembak dan lain lainnya pasti akan dijawab oleh mereka : “Emangnya Gue Pikirin?” Gak dilempar buah kurma saja sudah bagus. He…he.

Kesimpulannya, ayo bersemangat menangkarkan burung Murai Batu dan indukannya tidak harus beli di SKL BF loh, beli sih bisa dimana saja, karena peluang bisnisnya sangat bagus sekali. Mudah-mudahan Mas Gito juga bisa sukses menangkarkan burung Murai Batu ini. Amin…

 

B DSC03068 SKL BF

B DSC03069 SKL BF

B DSC03071 SKL BF

B DSC03075 SKL BF

B DSC03079 SKL BF

B DSC03076 SKL BF

B DSC03082 SKL BF

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

2 Comments

  1. semoga produksiny jg lancar sesuai nama indukany yg brasal dri keude bieng

  2. Wah.tongkrongannya meyakinkan sekali. Memang menangkar MB adalah pekerjaan mulia. Saya yakin banyak sekali penghobi burung yang ingin menangkarkannya. Memiliki segudang harapan untuk itu. Tapi terkadang kendala ekonomi menjadi masalah utama. Ya terpaksa hanya bisa bengong melihat penangkaran yang sudah ada. Hmm. Semoga SKL BF semakin jaya Pak Haji Samsyul

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>