Om SIBARANI Depok sebelumnya sudah meminang 2 ekor MB produk SKL BF, yaitu seekor MB Kopassus anakan REGGE SKL 543 dan seekornya lagi MB PTT trah NORMAN SKL 696. Kedua burung tersebut sampai hari ini masih di sekolahkan di SKL BF. Terakhir kami berkomunikasi Om SIBARANI minta dipilihkan seekor anakan jantan lagi yang produk 2014. Om Sibarani sudah begitu percayanya terhadap produk SKL, sehingga kami berhati hati dalam proses pemilihannya. Akhirnya pilihan kami jatuh pada anakan kandang SEMBRANI SKL 47 (Hitam/Abu-Abu) yang lahir pada tanggal 12 Maret 2014.

Burung ini sudah sering mengeluarkan suara ngeplong-ngeplongnya bak MB dewasa saja, dan merupakan salah satu anakan MB produk terbaik kami untuk tahun 2014. Penampilan physik burung pada foto pertama sebelah kiri nyaris perfect, dari ujung paruh sampai ekor tampak Streamline. Badan ramping, tetapi memiliki dada yang padat. Hal yang satu ini yang membuat SKL 47 memiliki volume kencang. Mata juga bulat besar, hampir memenuhi sebagian besar wajahnya. Leher jenjang, kecil tapi padat. Model leher seperti ini dijamin akan mampuh membawakan irama lagu yang merdu dan panjang-panjang. Mungkin ada yang bertanya, kok bisa-bisanya menilai burung sampai segitunya yah? Sebetulnya hal ini bukan lah sesuatu yang susah kok, ibarat kita memilih buah durian. Durianmania yang handal sudah bisa memprediksi warna isinya, kuning atau putih, tebal atau tipis. Bahkan yang tingkatannya lebih tinggi malah bisa memprediksi rasa durian tersebut manis atau pahit tanpa membelah lebih dahulu buah durian itu. Ampuh kan?

Semuanya tidak ada yang susah di dunia ini, jika kita suka akan hal itu dan mau menekuninya, begitu juga dengan menilai seekor burung murai. Semuanya hanya perlu proses waktu saja. Satu contoh dari pengalaman pribadi, saya bingung ketika seseorang mengamati sebuah lukisan bisa sampai berjam-jam. Kadang orang itu geleng-geleng kepala, tersenyum sendiri sambil mengamati lukisan tersebut. Posisi berdirinya kadang maju, kadang mundur, sewaktu-waktu duduk dan berdiri lagi, kemudian tersenyum simpul lagi. Setelah orang itu pergi, saya mencoba mendekati dan mengamati lukisan itu. Saya bingung memikirkan orang tadi, kok bisa-bisanya sampai geleng-geleng kepala, bahkan lukisan itu diajak tersenyum segala. Saya yang terlalu bodoh dalam dunia seni atau dia yang sudah gila. He…he. Jujur, bagi saya pribadi lukisan tersebut tidak ada yang menarik sama sekali. Tetapi, tidak mau kalah dengan orang yang pertama tadi, saya berlagak paham akan arti sebuah lukisan. Jadi saya juga meniru perilaku orang pertama tadi, yaitu geleng-geleng kepala, kadang juga tersenyum karena saat itu ada orang lain tidak jauh dari saya berdiri sedang mengamati saya. Setelah puas berlagak sok pinter, kemudian saya pergi meninggalkan lukisan itu. Sekarang gantian orang yang mengamati perilaku saya tadi berdiri di depan lukisan itu. Dia bengong saja di depan lukisan itu, kadang mengkerutkan dahinya, kali ini tampak ekspresi wajahnya yang bener-bener kebingungan. Tidak begitu lama akhirnya orang itu ngeloyor pergi.

Ketika saya sedang duduk bersantai di kantin Museum Lukisan itu, eh tiba-tiba orang terakhir yang sering mengkerutkan dahinya datang menghampiri saya.

“Kenalkan saya, Agus, Pak!” tegur orang itu. Sontak saya kaget, ada apa gerangan ini.

“Oh iya, saya Syamsul,” jawab saya singkat.

“Maaf Pak, mohon petunjuk. Saya pemula dan masih awam dalam bidang seni lukis. Tadi saya mengamati bapak begitu terkagum-kagum dengan lukisan tadi. Apa daya tarik lukisan tadi Pak?” tanyanya lagi.

Matek aku, saya pikir. He…he. Saya tidak mau berbohong, jadi saya ceritakan apa adanya bahwa sebetulnya saya juga masih awam seperti dia. Eh dia malah tidak percaya.

“Ah bapak bisa saja,” candanya.

“Kenapa tadi bapak sampai tersenyum dan geleng-geleng kepala, seolah-olah lukisan tadi mempunyai arti tersendiri bagi bapak?” kembali dia bertanya penasaran. Saya jelaskan, bahwa ketika saya mengamati lukisan itu secara tidak sengaja saya teringat adegan sebuah filmnya WARKOP yang lucu itu. Jadi tiba-tiba saja saya tersenyum sendiri.

“Oh gitu yah Pak,” orang tadi berseloroh sambil ngeloyor pergi menjauh dari saya.

Itu pengalaman pribadi saya beberapa tahun yang silam, ketika masih kuliah. Nah, sekarang dalam menilai seekor burung murai batu itu sama persis dengan mengamati lukisan tadi. Semuanya tidak bisa dipaksakan, kita harus suka dulu dan rasa suka ini harus keluar dari lubuk hati kita yang dalam.

Satu contoh lagi, orang yang berkecimpung dalam dunia usaha jual beli mobil second/bekas harus betul-betul paham akan mesin mobil, jika tidak paham pasti akan mengalami kerugian terus. Hanya dengan mendengarkan suara mesinnya saja mereka sudah tahu apa yang tidak beres dengan mesin mobil itu. Betul kan? Tetapi bagi saya yang tidak hobi akan mesin mobil, yah diajarin sampai jongkok-jongkok pun gak akan paham-paham, bisa mengertipun harus memerlukan waktu yang sangat lama. Begitu juga dengan pemahaman seekor Murai Batu, saya hobi betul dengan burung yang satu ini, jadi tanpa unsur paksaan dari siapapun juga saya mau belajar tekun dan selalu haus akan ilmu yang ada kaitannya dengan Murai Batu. Ibarat sebilah pisau yang diasah setiap hari otomatis akan menjadi tajam dengan sendirinya.

Setiap orang sudah diberikan kelebihan, dan juga kekurangannya masing-masing. Yang penting tetap optimis saja. InsyaAllah…

Mudah-mudahan burung ini kelak bisa membuat bangga Om Sibarani. Amin…

 

Ta DSC03650 SKL BF Ta DSC03652 SKL BF

Ta DSC03657 SKL BF Ta DSC03665 SKL BF

Ta DSC03670 SKL BF Ta DSC03667 SKL BF

Ta DSC03673 SKL BF Ta DSC03651 SKL BF

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

6 Comments

  1. Pengalaman yg sngat lucu pa haji……mantap jg nih burung.kpan yah pnya yg jenis kopasus/ptp……mesti nabung dlu ini mah…..oya pa haji kabar burungku gimana anakan pemburu 799 apakah makin jos ghandos……suwun

    • @Sugih, keadaan burung sehat-sehat saja, aman dan terkendali Mas Sugih.

  2. Wah..wah..ini nama anakannya sibarani apa sembrani,kok mirip ya dengan marga saya y?hehehe…mungkin sdh jodoh n rejeki sy p haji dipilihkan anakan yg istimewa ini. Makasih sdh dipilihkan yg TOP MARKOTOP bwt sy pa haji.

  3. Ceritanya lucu Pak Haji. Saya sampai ketawa sendiri bacanya. Ya memang hobi datang dari hati Pak Haji. Tak ada yang bisa memaksa. Saya sendiri dinasehati mati2an untuk berhenti pelihara burung. Ya tetap saja saya tidak goyah. Meski hanya burung kampungan. Hehhee. Mengajari orang untuk berhenti dari hobinya sama saja mengajarinya berhenti bernafas. Hehehe. Salam Pak Haji Samsyul. Semoga tambah sukses SKL BF nya

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>