Ketika handphone saya berdering dan diangkat, orang di sebelah sana langsung mengenalkan jati dirinya, meskipun suaranya terputus-putus.

“Dengan SKL BF,” tanyanya.

“Iya, betul. Ma’af dengan siapa dan dari mana,” tanya saya balik.

“Perkenalkan saya, EDMAN ALHAKYdari Ujung Gading, PASAMAN – Sumatra Barat,” jawab dari seberang sana.

Hati saya sungguh gembira, dugaan saya, jangan-jangan ada orang dari Pasaman mau menawarkan Murai Batu ASLI Pasaman nih. Terus terang saya sendiri adalah penggemar MB asal Pasaman, tetapi keberadaan MB disana sudah sangat-sangat sulit untuk ditemui. Sebelum kami terjun langsung ke Bohorok dan Aceh, justru habitat MB yang kami kunjungi pertama kali adalah wilayah Pasaman. Alasannya tidak lain adalah, karena jaraknya lebih dekat jika dibandingkan dengan Bohorok, maupun wilayah Aceh. Saat itu saya juga belum berniat menangkarkan Murai Batu, lebih cenderung untuk kebutuhan lomba saja. Tidak terasa kami bergerak sampai Mandailing Natal, perbatasan Provinsi Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Putus asa, karena tidak mendapatkan seekor MB pun yang sesuai harapan, akhirnya kami pulang dengan tangan kosong. Kami berpesan kepada penduduk lokal Pasaman, jika ada MB yang bagus untuk secepatnya menghubungi kami.

“Waduh…ma’af, tidak bisa janji Pak, karena disini pun pemain-pemain MB lokalannya saja banyak yang mencari. Dan burungnya pun tidak banyak jumlahnya Pak. Masak iya karena seekor MB saja Bapak mesti berangkat ke Pasaman. Jadi, jika kami mendapatkan seekor MB atau lebih, biasanya langsung kami jual saja Pak. Kami butuh uangnya untuk menghidupi keluarga kami,” jelas salah satu pengepulnya disana.

Benar juga sih alasan dia itu, masak iya gara-gara seekor MB saya harus terbang ke Padang, kemudian dari Padang ke Pasaman membutuhkan waktu perjalanan darat lagi sekitar 5 jam. Itupun kalau iya burung MBnya cocok dengan selera kami, jika tidak, waduh bisa gigit jari jempol kaki deh. Jadi, saat itu kami sudah tidak fokus lagi dengan MB Pasaman.

Pertengahan awal 2010 pernah kami ditawari seekor MB yang konon berasal dari Pasaman, tapi orang yang menawarkannya itu asli orang Bandung. Jadi saya tanya ke dia, bagaimana kamu yakin bahwa burung ini ASLI Pasaman. Dia menjawab santai, bahwa itu kata penjualnya. Saya uber penjualnya, kemudian saya tanyakan lagi kepada si penjual MB ini dengan pertanyaan yang sama, bagaimana dia tahu bahwa MB ini benar-benar asli Pasaman. Dia menjawab sambil tergagap-gagap, bahwa dia pun hanya meniru penjelasan orang yang membawa burung ini. Saya tanya lagi, siapa yang membawa burung ini.

“Supir truk yang biasa bolak balik Jawa-Sumatra,” jelas si penjual burung.

“Bapak kenal baik si supir itu,” tanya saya. Dia menjelaskan, bahwa dia mengenal si supir itu dari adiknya yang biasa kirim barang ke daerah Sumatra.

“Pak, kalau Pasaman itu sebenarnya posisinya dimana sih? tanya saya sambil mau ngetest dia.

“Hhmm…hhmm, yah dekat Medan itu lah Pak. Kan di Medan banyak burung Murainya Pak,” jawab dia sambil cengangas cengenges.

Waduh, parah…gile parah deh. Akhirnya saya tinggalkan saja mereka tanpa berkomentar lagi. Lah wong dimana letak Pasaman saja dia tidak tahu jelas, apalagi yang menyangkut KTP burung itu? Jadi berhati-hatilah, jika kita mau menyimak KTP seekor burung Murai Batu. Jujur, sampai saat ini saya belum memiliki MB dengan E-KTP Pasaman. He…he.

Maka dari itu, ketika Om EDMAN menyebutkan jati dirinya berasal dari Pasaman saya sangat bersemangat.

“Ada yang bisa saya bantu Om?” tanya saya.

“Saya butuh sepasang MB yang jantannya memiliki aura MB Penguasa Wilayah. Saya berniat menangkarkan MB-MB berkelas, hitung-hitung berpartisipasi melestarikannya juga,” Om Edman menjelaskan. Langsung lemas saja badan ini, harapan tinggal harapan deh. Bagaimana tidak lemas, lah orang Pasamannya saja sudah mulai mencari Murai Batu ke Tanah Jawa. Itu suatu bukti, bahwa keberadaan MB di habitat hutan Pasaman sudah mendekati kepunahan, atau setidaknya sudah sangat sulit di dapat? Sempat terlintas di benak pikiran saya, kayaknya saya tidak bakalan mendapat kesempatan memiliki MB ASLI Pasaman lagi nih. Mengapa demikian? Saya memiliki feeling yang lumayan tajam, saya memprediksi Om Edman ini dari kalangan orang yang mampuh, sampai-sampai dia hunting MB ke Jawa segala. Dan selain itu, ketika saya sebutkan harga sepasangnya Om Edman tidak kaget atau tidak ada reaksi apapun juga. Om Edman cuman bilang,

“Tolong dipilihkan saja dari trah yang bagus dan istimewa yah Pak, baik jantan maupun betinanya,” pesan Om Edman kepada saya. Menurut penuturan pengepul yang saya kenal itu : “MB ASLI Pasaman langsung dibeli orang dari kalangan mampuh disininya saja Pak, mereka berani membayar dengan harga mahal juga. Jadi tidak sempat dibawa keluar dari Pasamannya.” Tetapi kita tidak tahu, barangkali ada Muraimania disana yang sudah bosan sama burungnya kemudian dijual ke rekannya, dan ketika rekannya juga sudah bosan dengan burung tersebut akhirnya dijual lagi dan seterusnya, sehingga akhirnya bisa keluar dari daerah Pasaman.

Sengaja kami pilihkan MB jantannya dari salah satu anakan kandang BULDOZER yang memiliki volume luar binasa kencangnya. Sebetulnya MB ini juga bukan untuk ditangkarkan, melainkan bisa diturunkan untuk lomba setelah selesai mabung berikutnya, jadi anakan Buldozer SKL 24 ini merupakan salah satu jajaran MB PTT SKL BF. Untuk MB betinanya kami pilihkan menyusul, karena untuk mempercepat proses penjodohan kami persilahkan si MB jantan memilih sendiri calon istrinya, yaitu dengan disandingkannya 2-3 ekor betina di sekelilingnya dalam waktu bersamaan.

Mudah-mudahan proses penjodohannya berjalan lancar dan mulus, sehingga secepatnya dikirim kepada pemilik barunya, dan bisa berkembang biak dengan baik disana. Amin…

 

PJ DSC03802 SKL BF PJ DSC03797 SKL BF

PJ DSC03796 SKL BF PJ DSC03795 SKL BF

PJ DSC03794 SKL BF PJ DSC03793 SKL BF

PJ DSC03792 SKL BF PJ DSC03799 SKL BF

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

7 Comments

  1. Mungkin memang MB terbaik di asalanya sudah mulai terancam Pak Haji. Ya mudah2an SKL BF segera mendapatkan MB ber E-KTP Pasaman agar bisa mendapatkan keturunannya. Astungkara

  2. Wah memang mantap pilihan mb nya pak haji.moga aja nanti anakannya lebih mantap dari bapaknya

  3. Sangat menginspirasi pak haji, banyak mendapatkan ilmu disini dengan artikel dan ulasan-ulasan yang sangat menarik dan enak untuk dibaca. Mudah-mudahan kedepannya nanti semakin banyak breeder2 baru sehingga semakin menjaga kelestarian murai batu di alam sana, Amin… Sukses selalu pak haji, Salammm

  4. Ya wajar om di ujung gading ga ada mb pasaman. Ujung gading itu pasaman barat. Sedangkan populasi mb pasaman di pasaman timur. Di sana msh banyak pengepul. Paling banter mereka cuma punya stok 5 ekor. Dan jarang juga mb nya keluar dari sana. Biasanya pemain di padang langsung jemput murainya ke sana. Kalau om minat saya bisa bantu cariin.

  5. Mau coba kasih saran aja, u/ murai batu asli pasaman, sy dpt info langsung dari family disana, ada penjual daerah lubuak godang, tapi harga lumayan mahal u/ seekor burung muda hutan 5-6 jtan.

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>