Mas URIP Holland dan keluarganya adalah salah satu pelanggan setia SKL BF. Kedua saudara yang lainnya, Mas WARA dan adiknya saat ini masih berada di luar negeri juga, yaitu di Spanyol. Sedangkan Mas Uripnya sendiri saat ini masih tinggal di Belanda. Kami sangat menghargai sekali rasa percayanya kepada SKL BF, sehingga kami juga selalu menjaga amanah ini. Betapa tidak, selama ini tanpa melihat burung-burungnya terlebih dahulu mereka sudah memboyong 5 pasang indukan SKL, pasangan indukan pertama kandang MONGOLIA sudah membuahkan hasil 3 ekor anakan yang sehat-sehat semua. Kami juga turut senang mendengar kabar beritanya.

Kandang MONGOLIA ini milik Mas WARA, adiknya Mas Urip, saya akui dia adalah orang yang sabar dan ulet. Alhamdulillah…akhirnya perjuangannya telah menuai hasil. Sebetulnya bukan perjuangan langsung Mas Waranya, melainkan adik perempuannya Mba Castimah dan keponakan laki-lakinya, sedangkan ketiga saudara laki-lakinya hanya sebagai penyandang dana saja. Resumenya, seorang perempuan juga bisa menangkarkan Murai Batu, karena memang sebenarnya tidak diperlukan skill yang mumpuni. Jadi bisa belajar sambil berjalan begitu.Yang penting ulet dan merawat burung-burungnya dengan penuh kasih sayang. Terus terang Mba Castimahnya sendiri juga belum pernah sekalipun berkonsultasi dengan saya, semua solusinya dipecahkan sendiri saja. Mantaaappp kan?

Dari awal saya sudah sering bilang bahwa menangkar burung Murai Batu itu tidaklah susah seperti yang dibayangkan banyak orang, bahkan sebetulnya relativ mudah. Sayapun dulu sebagai penangkar pemula tidak ada yang bisa diajak tukar pikiran, dulu saya sih bener-bener karena frustasi saja, jadi burung-burung Murai Batu di penangkaran jarang saya lihat. Tidak seminggu sekali saya melihatnya. Eh, ternyata bisa beranak pinak sampai sekarang. Jadi kuncinya, jangan sering dilihat. Kalau sering dilihat otomatis ketenangan burung menjadi terusik. Maksudnya jangan sering dilihat disini adalah sering dilihat kotak sarangnya, apakah si burung sudah bikin sarang atau sudah bertelor, atau sambil minum kopi dengan teman-teman menikmati memandang burung-burung penangkaran. Wah, kalau kita memperlakukannya begitu, gimana si burung mau kawin? He…he.

Kebetulan Mas Urip sekeluarga menangkarnya indoor, kandang-kandangnya berada di dalam ruangan seperti milik kami. Jadi hanya perawat burung saja yang berkepentingan masuk, jika dia mau memberi makan. Otomatis selain perawat burung tidak ada yang bisa masuk. Inilah yang dimaksud tadi, yaitu mengutamakan ketenangan si burung. Tetapi bukan berarti menangkarnya harus indoor loh, melainkan bagaimana tindakan kita agar MB-MB itu mendapat ketenangan seperti yang diinginkannya.

Jika semua sarana dan prasarana sudah terpenuhi, jangan lupa banyak doa juga kepadaNYA. Tanpa bantuanNYA kita manusia tidak akan berdaya apa-apa. Amin…Jika belum berproduksi secepat yang kita inginkan, yah disabarin lagi saja. Ibarat kita menunggu pohon yang berbuah itu pasti ada tahapan-tahapannya, mulai dari berbunga dulu, kemudian dari mulai berbunga sampai menjadi buah kan ada proses waktunya juga. Setelah menjadi buah kita harus menunggu lagi sampai menjadi masaknya. Jangan sekali-kali kita membanding-bandingkan dengan rekan-rekan kita yang sudah berhasil menangkarkan Murai Batu, nanti hanya kegalauan hati saja yang kita dapat. Rejeki orang itu pasti berbeda-beda. Usaha bisa ditiru, rejeki yang tidak bisa ditiru.

Pernah kejadian juga, ada seorang rekan kami yang katanya sudah menuggu 3-4 bulan tetapi tak kunjung produksi juga, sedangkan kandang yang lainnya sudah mulai berproduksi. Karena kurang sabar atau karena alasan apa, akhirnya sepasang MB itu dijualnya setelah menunggu waktu 5 bulan tak kunjung berproduksi juga. Eh, baru satu setengah bulan ditempatnya orang yang membelinya itu sepasang MB tersebut sudah bertelor 3 butir, dan Alhamdulillah 2 minggu kemudian menetas semuanya. Wah teman saya ini curhat lagi ke saya : “Memang betul, saya kurang sabar,” katanya.

Jadi menangkar burung itu seperti memancing ikan saja, hari ini kita memancing di suatu tempat dan dapat ikan banyak. Tiga hari kemudian kita ulangi lagi memancing di tempat yang sama, saya yakin hasilnya belum tentu sama dengan yang kemarin. Bisa nihil, atau bahkan dapat ikannya bisa lebih banyak lagi. Begitu juga dalam menangkar MB, bisa jadi kandang A setelah 3 bulan dirawat langsung saja bisa produksi, tetapi kandang B sudah 5 bulan atau bahkan lebih tak kunjung produksi juga. Bahkan di tempat saya ada yang sudah setahun lebih belum berproduksi juga, tapi EGP saja lah (Emangnya Gue Pikirin!). Yang mau/butuh kawin siapa kan? He…he. Tetapi ada juga yang baru sebulan dijodohkan sudah bisa langsung produksi. Jadi jangan berharap untuk mendapatkan kejadian yang sama dalam hidup ini.

Indukan jantan SEMBRANI ini hasil anakan dari kandang Samber Nyawa Vs Betina anakan Bahamaz, menyandang ring SKL 794 (Biru/Abu-Abu). Indukan betinanya (istri Sembrani) hasil silangan Mocheng Vs betina anakan Dakota, menyandang ring SKL 752 (Biru). Suaranya full cerecetan, pedas-pedas. Jarang ngeban. Mudah-mudahan Mas Urip bisa berhasil membuatnya cepat berproduksi. Amin…

 

PM DSC03849 SKL BF PM DSC03845 SKL BF

PM DSC03844 SKL BF PM DSC03860 SKL BF

PM DSC03862 SKL BF PM DSC03863 SKL BF

PM DSC03859 SKL BF PM DSC03853 SKL BF

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

7 Comments

  1. betul….betul….betul….. makasih byk motivasinya pak haji…
    jadi tenang saya…

  2. Kangen sma ak 47,,pak haji hehehe

    • @Ipan Banjarnegara, Alhamdulillah…perkembangannya bagus Mas Irfan. Nanti saja kalau sdh mulai moulting akan saya kasih foto2nya lagi.

  3. Perpaduan yg mewah.
    Klo saya blom ad yg dikangenin nih pakaji

  4. Makasih pak haji,ni lg cari duit buat beli indukan di skl,,hehehehe insyaallah mau menangkar mb jg,,,

  5. Darah2 unggulan nampaknya mengalir deras dalam pasangan ini. Hehehhe. Mudah2a lekas berproduksi Om. Buat SKL BF semoga makin jaya

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>