Beberapa hari yang lalu adik URIP Holland, Mba CASTIMAH Losari, menjemput burung-burung MB kakaknya. Bayangkan betapa kompaknya keempat bersaudara ini? Ini hobi ketiga kakak laki-lakinya yang saat ini masih berada di luar negeri, tetapi adik perempuannya sampai rela dan ikhlas merawat MB-MB saudaranya. Saudara perempuan kita, atau yang pasti adik atau kakak perempuan saya tidak akan mau nyerep menangani penangkaran saya. He…he.

Penangkaran kakaknya ini bisa berhasil sukses berkat tangan dingin adik perempuannya ini juga, dan itupun Mba Castimah tidak pernah berkonsultasi sekalipun dengan saya loh. Semua masalahnya ditangani sendiri saja. Bisa jadi seorang perempuan lebih sabar dalam merawatnya, atau mungkin Mba Castimah tidak terlalu menggebu-gebu atau ada target tertentu , kapan burung-burung MBnya harus berproduksi. Jadi yang penting bagi dia burung-burung tersebut harus sehat dulu saja. Itu prinsip yang betul, jika burung sehat tentunya kebutuhan birahinya juga cepat atau lambat pasti akan tiba. Filosofinya Mba Castimah mantaaapppp kan?

Ada salah satu konsumen saya mengeluh, “Gimana nih Pak? Sudah 2 minggu saya lepaskan di kandang ternak, tetapi mereka belum mau kawin-kawin juga.” Walaahh…walaahh, baru 2 minggu saja sudah mengeluh, terus kalau burungnya mau kawin emangnya mesti laporan dulu kepada majikannya gitu. He…he. Harusnya dia bertanya kepada Mba Castimah, sudah berapa lama dia menunggu kandang MONGOLIAnya sampai mulai berproduksi? Padahal kandang Mongolia itu sudah berproduksi di tempat saya loh, dan ketika penjemputannya Mas WARA telah melihatnya sendiri saat itu sepasang MB tersebut sedang merawat anak-anaknya.

Seperti yang pernah kami ulas dalam beberapa artikel di website kami ini, bahwa kunci kesuksesan menangkar, terutama menangkar MB, janganlah seolah-olah kita mengejar atau dikejar target setoran. Biarkan semuanya berjalan seperti apa adanya saja. Kita harus menikmati dalam merawatnya, baik dalam keaadaan suka maupun duka. Burung itu barang bernyawa, dia pasti bisa merasakan energi positiv maupun energi negativ kita. Jika kita selalu merasa kesal, karena burung tersebut tak kunjung berproduksi, si burung bisa merasakannya loh. Jangan menganggap sebelah mata masalah ini, karena bisa berakibat fatal.

Maaf, bukannya bicara tinggi hati. Saya sukses menangkarkan MB, karena cerita awalnya saya frustasi dengan bermain MB lapangan (baca artikel Tentang SKL BF). Jadi saya secara tidak sengaja jarang sekali mengontrol kandang-kandang penangkaran saya, terserah mau produksi atau tidak, yang penting mereka hidup dan pemberian makannnya teratur. Semuanya yang menangani perawat burung saya. Alhamdulillah…sampai sekarang kami masih eksis.

Sengaja saya posting artikel ini, agar bisa memotivasi kita, kaum lelaki, dalam menangkarkan burung Murai Batu. Seorang perempuan yang tidak mempunyai rasa suka terhadap MB saja bisa sukses menangkarkannya, masak iya kita yang konon Muraimania sejati tidak mampuh. Selain itu, kasus Mba Castimah ini menunjukkan bahwa menangkar MB adalah bukanlah hal yang sulit bukan? Mudah-mudahan selalu sukses untuk Mba Castimahnya. Amin…
k DSC03789 SKL BF

k DSC03790 SKL BF

k DSC03791 SKL BF

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

One Comment

  1. Mungkin milik badan lagi hoki Pak Haji. Tapi memang kesabaran adalah kunci segala2nya. Sukses SKL BF

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>