Setelah sukses menangkarkan trah RAJA ACEH dari SKL BF Om SUSANTO dari Sidoarja menjadi lebih semangat untuk mengembangkan penangkarannya. Setiap jenis usaha itu pasti ada kelebihan dang kekuranganya masing-masing, tetapi jika badan kita cocok untuk menangkarkan MB, wah usaha ini tidak ada bandingannya loh. Bagaimana tidak, kelebihan usaha menangkarkan MB ini adalah orang bayar dimuka dulu, jika berminat pada anakannya. Itu sudah pakem jual beli barang bernyawa, khususnya burung. Hari gini hampir setiap jenis usaha harus meninggalkan kas bon dulu. Sebagai contoh, seseorang yang memiliki usaha garmen dan mau memasukkan barang produksinya ke sebuah Toserba atau Departement Store dibayarnya mundur 3 bulan ke depan. Usaha menangkarkan MB ini seperti usaha kuliner, bayarnya kontan. Kita makan di sebuah restaurant harus bayar kontan, atau minimalnya bayar pakai Kredit Card. Hampir tidak ada setelah kita makan kenyang kemudian bayarnya ngutang kan? He…he. Terkecuali kita kenal baik dengan pemiliknya, itupun sangat jarang terjadi lah. Setiap orang yang masuk ke restaurant untuk makan pasti sudah menyiapkan uang di dompetnya. Jadi, jika seseorang mau makan di restaurant tetapi tidak menyiapkan uang, itu mah artinya mau minta makan gratis. He…he.

Jaman sekarang lebih baik mencari usaha yang aman-aman saja, kira-kira jenis usaha apa yang dibayarnya kontan. Jika membuka sebuah restaurant itu kan modalnya sangat besar, karena kita harus membeli tanahnya di daerah yang strategis. Belum lagi biaya untuk membangunnya, selain itu kita tergantung sama tukang masak. Usaha menangkarkan MB ini hanya perlu lahan yang sederhana saja, yaitu di belakang rumah, atau di lantai 2 yang tidak sudah tidak dihuni lagi. Kelebihan lainnya usaha menangkarkan MB adalah bisa di tinggal-tinggal, tidak menggangu aktivitas utama kita. Kalau Anda seorang PNS yang harus masuk kerja jam 08.00 dan pulang jam 16.00, bagaimana kiat Anda bisa membagi waktu untuk memiliki usaha sampingan? Silahkan di renungkan.

Menangkarkan MB itu sangat gampang dan sangat sederhana, kita cukup memberi makan jangkrik, Ulet Hongkong pada pagi hari sebelum kita berangkat kerja. Misalkan kita bangun kesiangan, sambil menyiapkan diri kita bisa sekalian memberi makan burung dulu, karena kaki jangkriknya tidak usah kita buangin lagi seperti kita merawat MB lomba. Jadi kita tinggal main lempar-lempar saja ke dalam wadah pakannya. Kalau suatu hari kita ada rapat, yang mana kita harus pulang agak terlambat, tidak seperti hari biasanya, yah tinggal kita tambahkan saja porsinya. Sangat simple bukan? Risikonya cuman, apakah usaha ini cocok dengan badan kita? Akan tetapi, semua jenis usaha juga pasti ada risikonya. Kalau kita sudah membuka sebuah restaurant, dan ternyata restaurantnya sampai tidak laku, apakah risikonya juga tidak besar? Padahal kita sudah membeli kelengkapannya, seperti meja, kursi, sendok dan garpu. Saya jamin risiko gamblingnya pasti akan jauh lebih besar. Makanya sekarang sudah semakin banyak saja orang yang membuka usaha penangkaran, terutama penangkaran MB.

Om Susanto yang jadwal sehari-harinya sangat padat, karena aktivitasnya sebagai distributor sebuah produk Jamu untuk beberapa wilayah di Jawa Timur ternyata toh masih sempat menyalurkan hobi menangkarnya. Itu tidak lain karena menangkarkan MBnya bisa diwakilkan kepada orang lain dengan cara berbagi hasil, dasar otak seorang Marketing ulung. He…he. Menginventarisasinya juga tidak susah-susah banget kok, tinggal dihitung stoknya saja.

Selera Om Susanto juga tinggi, dia maunya MB-MB yang berkualitas saja.

“Merawat MB yang bagus dan yang standard risikonya sama saja yah Pak?” celoteh Om Susanto. Apa yang dilontarkan Om Susanto itu sangat betul sekali. “Kan ini juga untuk usaha, bukan hanya hobi semata,” lanjut Om Susanto. Saya akui, pikiran Om Susanto sangat logis. Jika kita membuka sebuah warung bakso, jaman sekarang tidak asal-asalan saja, karena sudah banyak pesaing. Harus benar-benar bersih, semuanya tertata rapih agar pengunjung merasa nyaman selama menyantap baksonya. Jika perlu kita persolek warung bakso kita dengan full AC, agar yang kepedasan tidak merasa gerah sekali. Kita mengeluarkan biaya tambahan untuk AC, tetapi pada akhirnya bisa menambah jumlah pengunjung, yah tidak masalah kan?

Untuk memenuhi selera Om Susanto, akhirnya saya pilihkan salah satu trah dari kandang NUSANTARA yang menyandang ring SKL 20 (Hitam/Biru). Sebetulnya MB ini usianya masih relativ muda, dan merupakan salah satu koleksi MB PTT SKL BF. Jadi MB ini nantinya setelah cukup usia dan cukup berkarya bisa disiapkan kembali sebagai MB lapangan, tentunya setiap memasuki masa mabung harus dimaster ulang agar isiannya bertambah faseh. Untuk kualitas anakan Nusantara SKL 20 ini tidak usah diragukan lagi, dan saya tidak mau berkomentar banyak.

Mudah-mudahan Om Susanto bisa sukses menangkarkan NUSANTARA SKL 20 ini, karena indukan jantannya (bapaknya) di tempat kami sudah tidak ada lagi, dimangsa tikus. Amin…

 

P DSC03164 SKL BF

P DSC03166 SKL BF

P DSC03167 SKL BF

P DSC03168 SKL BF

P DSC03169 SKL BF

P DSC03154 SKL BF

P DSC03156 SKL BF

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

3 Comments

  1. Mantap deh

  2. Menangkar MB memang menggiurkan om. Semoga SKL BF tambah sukses

    • Jadi minat euy

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>