Edisi galau. Lagi seekor MB Kopassus anakan MANCHURIA SKL 838 milik SOBIRIN Lampung yang sudah kami rawat setahunan tewas, karena terserang tetelo. Beginilah risikonya bermain dengan barang bernyawa, kita harus siap menerima segala kemungkinan terjeleknya. Jika selalu dipikirkan, mengapa bisa begini dan begitu akhirnya kepala kita sendiri yang bisa pecah. Awalnya saya juga berat menerima kenyataan ini, maka dari itu pernah kami singgung pada akhir tahun 2013 bahwa Sekolahan Burung SKL BF akan kami tutup per 31 Desember 2014. Setelah saya mengeluarkan berita tersebut langsung saja para konsumen kami protes, dalam arti memberi masukan/saran agar Sekolah Burung SKL jangan ditutup. Setelah kami renungkan beberapa hari, akhirnya kami batalkan untuk menutup Sekolahan Burung kami.

Mengapa tidak jadi kami tutup? Selain atas dasar pertimbangan kemanusiaan, yaitu jika Sekolahan Burung ini kami tutup, bagaimana dengan burung-burung yang pemiliknya masih beraktivitas di luar negeri, atau di luar Jawa? Mereka dulu mengambil burung di tempat kami karena ada sarana prasarana ini. Masak iya kemudian mereka ditinggalkan begitu saja. Selain itu hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi kami, karena kita sebagai manusia tidak akan terlepas dari suatu masalah. Janganlah terlalu bergembira ria yang berlebihan ketika kita sudah selesai dengan suatu masalah, karena di depan sudah menunggu masalah yang lain. Begitulah kehidupan di dunia ini. Kita akan terbebas dari segala masalah, jika kita sudah masuk liang kubur. He…he.

Hadapi segala masalah dengan kepala dan hati yang dingin, karena suatu masalah cepat atau lambat pasti ada penyelesaiannya. Coba renungkan baik-baik dan ingat baik-baik pengalaman terburuk kita yang sudah terlewati. Toh sampai hari ini kita masih pada hidup kan? Itulah rahasia Illahi. Sama halnya dengan musim panas dan hujan yang selalu datang silih berganti. Jika ada panas pasti ada hujan, begitu juga sebaliknya. Tinggal bagaimana kita menyikapinya saja.

Solusi yang paling jitu, adalah anggap saja musibah itu juga suatu rejeki teguran dari Allah SWT. Karena tanpa teguran dariNYA, dijamin kita sebagai manusia tidak akan bisa maju-maju. Kalau kita selalu mengeluh, mengapa hal ini bisa terjadi pada diri kita masing-masing atau bahkan sampai menyalahkan orang lain (dalam hal ini perawat burung), yah siap-siap saja terus menerus merasakan kegalauan dalam menjalankan hidup ini. Saya jamin tidak ada seorangpun di dunia ini yang sudah menjalankan hidupnya paling benar. Justru dari pengalaman pahit ini kita bisa instropeksi diri, dan harus bisa menerima semuanya dengan legowo saja.

Dulu saya juga sering mengeluh, kenapa justru burung yang paling saya sayangi malah tewas seketika? Wah rasa galau ini tidak hilang dalam waktu sebulanan, bahkan bisa lebih. Beruntung akhirnya saya masih bisa berpikir jernih, betapa bodohnya saya ini sampai-sampai kerjaan yang lain yang jauh lebih penting terlantarkan gara-gara seekor burung saja. Padahal yang mati itu hanyalah binatang piaraan kita saja kan? Sampai-sampai kita lupa mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT atas kesehatan yang diberikanNYA untuk kita sekeluarga selama ini. Jika kita sehat, otomatis kita bisa berkarya lagi. Jika karya kita membuahkan hasil, otomatis kita mempunyai kemampuhan untuk membeli burung yang baru lagi. Bayangkan, jika kitanya justru yang sakit-sakitan? Bagaimana kita bisa berkarya, jika kitanya selalu sakit-sakitan. Dampaknya akan lebih parah lagi, karena pada akhirnya (amit-amit) kita tidak bisa menafkahi keluarga kita lagi. Jadi boro-boro mau beli burung lagi. He…he. Ini pengalaman pribadi saya saja.

Kalau saya belum bisa mengelolah perasaan ini, saya pasti sudah tepar deh dengan kejadian beruntun kematian burung milik orang lain yang sudah kami rawat setahunan ini. Ini semuanya masih tanggung jawab kami sebagai penangkar, jadi konsumen tenang-tenang saja, karena akan kami gantikan dengan burung yang baru. Om Sobirin juga sebelumnya sudah saya kasih kabar mengenai burungnya. Alhamdulillah, Om Sobirin mempercayakan sepenuhnya kepada kami. Malah katanya, Om Sobirin sudah lupa dengan burungnya ini. He…he.

“Saya juga sampai kelupaan Pak, karena dari awal sudah saya percayakan sepenuhnya kepada SKL. Kebetulan sekarang saya lagi tugas di Medan,” jawab Om Sobirin via BBM

Kami sebagai manusia hanya bisa berdoa kepadaNYA, agar selalu dijauhkan dari segala musibah. Amin…

 

N DSC02629 SKL BF

N DSC02630 SKL BF

N DSC02631 SKL BF

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

5 Comments

  1. Betul ustadz…karena setelah kesulitan Insya Allah ada kemudahan, aamiin

    • @Wisnu, waduh jangan segitunya Om. He…he.
      Amin, makasih…

  2. Yah namany jg musibah,susah atau senang datangnya dari Dia.
    Tp klau menyekolahkan MBny di SKL sih ngk usah khawatir,smp jiwa brungny jg ditanggung kok.

  3. kita hanya merencana dan berusaha dengan sebaik-baiknya….
    tentang HASIL adalah dari Allah Ta’ala Yang Maha Kuasa.
    setuju pak haji…

  4. maaf numpang promo gan 😀
    http://www.paydrumband.com

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>