Setelah selesai dengan proses penjodohannya burung milik Om MADE dari Jakarta, sekitar sebulanan, tiba-tiba saja Om Made menelpon saya dan menanyakan, apakah burung miliknya sudah berjodoh?

“Pagi Pak, SKL 39 sudah berjodoh dengan betinanya. Dan apakah sudah aman untuk saya jemput,” tanya Om Made saat itu.

“Alhamdulillah, sudah Om. Silahkan, kapan saja mau menjemputnya,” jawab saya.

“Ok Pak, nanti saya akan atur waktunya dulu. Secepatnya akan saya kasih kabar lagi. Terima kasih Pak,” tukasnya.

Seperti yang pernah saya tulis pada artikel sebelumnya, bahwa Om Made telah mentake over sepasang MB usia siap produksi. Saat itu kedua burung tersebut belum berjodoh, karena yang jantannya adalah salah satu MB PTT SKL yang memang dari awal bukan untuk dikawinkan, melainkan seekor burung untuk orientasi lomba. Sedangkan MB betinanya salah satu anakan kandang BAHAMAZ. Pokoknya waktu itu Om Made menginginkan materi trah untuk burung-burungnya yang benar-benar dari kelas wahid. Yang jantan kami pilihkan dari salah satu anakan kandang CONTADOR. Kedua indukan tersebut sudah berada di atangan Om Ferry Magetan, Owner Rajasa BF. Entah akan jadi apa nanti anakannya dari sepasang burung ini, karena baik indukan yang jantan maupun yang betina semuanya dari trah MB yang memiliki suara kencang. Bisa jadi nanti anakannya akan menjadi provokator huru hara (amit-amit). He…he.

Banyak yang bertanya kepada saya, apakah sepasang MB yang ditake overnya akan segera berproduksi? Saya selalu menjawabnya, apakah tidak ada pertanyaan yang lebih mudah dari itu? He…he. Pada kesempatan ini mohon saya diijinkan untuk bertutur panjang lebar seputar menangkar MB. Jujur, saya tidak berani berkata kapan MB-MB ini akan berproduksi. Saya hanya manusia biasa yang masih suka makan nasi dan lauk pauknya. Kami hanya bisa memberi saran dan masukan saja, yaitu sabar dan sabar. Orang sabar pasti akan dikasihani Tuhan. Kita sebagai manusia hanya bisa berikhtiar, yang berwewenang menentukan semuanya hanyalah Allah SWT. Amin…

Ini sekedar cerita saja. Sebagai contoh Om Ferry Rajsa BF di Magetan. Dia lah orang yang pertama kali mentake over indukan-indukan unggulan SKL BF, diantaranya Bahamaz, Contador, F-1 (One), Metro, Sadewa, Champ dan masih ada beberapa yang lainnya. Itu indukan-indukan kami yang sudah lancar berproduksi, tetapi toh setelah ditake over dan berpindah tempat beberapa dari burung itu sempat macet berproduksi. Bahkan kandang Contador sempat mengalami kemacetan berproduksinya sampai semabungan, karena dia sempat menjalani therapi ke dokter hewan. Konon terserang cacar pada kakinya, begitu kata sang dokter. Berkat kesabaran Om Ferry akhirnya Contador ini sudah mulai berproduksi lagi, dan anakannya sekarang laris manis diinden Muraimania. Pernah juga Om Ferry curhat tentang MB nama F-1(One)nya yang berasal dari kami, yah saya hanya bisa berpesan untuk sabar saja. Eh belakangan saya mendapat kabar dari pemiliknya, bahwa F-1(One) adalah penyokong terbesar omset di penangkarannya. Bahkan sekarang sudah dipoligamikan.

Ada lagi pengalaman yang lucu dari Om Ferry, ketika MB Sadewa masih menjadi miliknya dia sering mengeluh, kenapa Sadewa itu selalu ganas terhadap lawan jenis kelaminnya.

“Selalu dibantai Pak, sudah habis betina 3 ekor nih,” cerita Mas Ferry saat itu. Mungkin saking kesalnya akhirnya Sadewa dijualnya ke Om Sugiyarno GIK BF di Cepu (Hp. 085640336753. Pin BB 74917955). Eh setelah sebulanan lebih saja ternyata Sadewa sudah berproduksi di tempatnya Om Gik, bahkan per hari ini sudah mengeluarkan anakan generasi yang kelimanya. Jelas modalnya Om Gik sudah kembali hanya dalam hitungan bulan saja, atau yang jelas kurang dari satu tahunnya. Susah diprediksi kan? Tetapi kita harus mau instropeksi diri dengan kesalahan-kesalahan kita ini, seperti yang dilakukan Om Ferry. Om Ferry sekarang baru bertutur, bahwa ketika Sadewa masih di tangannya ketagihan sering ditrek, juga sewaktu-waktu masih dibawa ke lapangan. Bahkan katanya dalan keadaan bulunya lagi mbodolin masih suka ditrek bareng Andie Madiun. Yah gimana gak galak, wong sifat fighternya selalu diprovokasinya. He…he. Selain Sadewa, Om Gik juga mentake over anakan Gangster dari Om Ferry. Sekarang sudah sukses juga dan malah sudah dipoligamikan.

Om Gik juga pernah mentake over salah satu indukan MB jantan hutan unggulan kami, BOGOTA namanya. Pada waktu yang bersamaan Om Gik sekalian memboyong 2 ekor MB betina hutan kami yang baru dirawat sekitar sebulanan saja. Sampai hari ini, sekitar 4 bulanan, tiba-tiba kemarin Om Yohan (anaknya Om Gik) memberi kabar gembira bahwa BOGOTA yang dikawinkan dengan MB betina hutan itu sudah berproduksi. Menetas 2 ekor. Tentunya kami ikut berbahagia mendengar kabar berita tersebut. Itu sudah rejekinya Om Gik, tiba-tiba semuanya bisa berjalan gampang saja. Tetapi saya yakin Om Gik juga pasti sewaktu-waktu pernah menghadapi kendala dengan beberapa indukan MBnya, begitu juga sama dengan kami dan tanpa terkecuali semua penangkar pasti pernah mengalami hal yang mengenakan dan tidak ketinggalan yang tidak enaknya itu selalu ngikut melulu. He…he. Sebagai perbandingan kasus saja, saya yakin Om Gik tipe orang yang tidak mudah putus asa, sehingga dari tubuh Om Gik tidak mengeluarkan energi negativ terhadap burung-burungnya. Jika kita gampang putus asa, sampai hati ini menjadi kesal, atau bahkan mengumpat dalam hati, mengapa burung ini tidak kunjung berproduksi juga maka tanpa disadari tatapan mata kita atau body language kita terhadap si burung pasti lain. Ini yang disebut tubuh kita memancarkan energi negativ. Silahkan lihat acaranya Cesar Milan si perawat anjing kelas dunia yang sangat terkenal itu, atau baca bukunya untuk pencerahan saja. Sangat bermanfaat.

Om Yohan pernah bercanda dengan saya, “Kalau mesin ATMnya gak dirawat baik-baik, kemudian tiba-tiba macet, kan berabe Pak.” Setuju sekali. He…he.

Jangan sekali-kali menganggap remeh seekor burung sebagai mahluk hidup yang kecil, yang tidak bisa berpikir dan lain sebagainya. Ingat mereka juga mempunyai 2 buah mata, otak, jantung, paru-paru dan darah berwarna merah seperti kita manusia. Dijamin mereka bisa membedakan menurut nalar mereka, ketika majikannya sedang kesal atau sedang bersuka cita. Mungkin di mata mereka ketika kita sedang marah, menurut dimensi pandangan mereka, wajah kita ini (ma’af) berubah mirip Alien. He…he. Siapa yang tahu kan? Harap diingat, kita ini banyak berharap terhadap burung-burung kita agar mereka cepat berproduksi, dan pada akhirnya kita bisa menikmati hasilnya. Jadi kita harus bisa membuat mereka bahagia di kandangnya, agar bisa membantu mencapai cita-cita kita ini. Ini logikanya. Jadi jangan menganggap mereka ini sebagai budak atau pekerja paksa (rodi) seperti pada jaman Belanda, tetapi justru kita harus memperlakukannya sebaik mungkin agar mereka merasa nyaman ikut kita, sehingga merekapun mau membantu kita untuk menggapai seperti yang kita inginkan. Bukannya menyembah loh, melainkan memperlakukannya sebaik mungkin, yaitu merawatnya dengan penuh kasih sayang. Misal, dengan memberi makan mereka sebaik mungkin, kandang selalu bersih agar mereka selalu merasa nyaman, dan lain sebagainya. Selain itu kita juga harus minta petunjuk kepada Allah SWT, agar selalu diberi kemudahan dalam menangkarkan MB ini. Ingat yang satu ini, usaha bisa ditiru tetapi rejeki yang tidak bisa ditiru.

Sering terjadi kita membuka suatu usaha hanya karena faktor ikut-ikutan saja, misal melihat Mang Dul sukses membuka warung bakso. Tampaknya enak-enak saja, karena Mang Dul setiap tahunnya selalu berganti mobil yang paling update, akhirnya kita ikut-ikutan membuka warung bakso. Mengadu nasib, siapa tahu kita juga bisa seperti Mang Dul yang selalu berganti mobil. Kita tidak tahu, bahwa sebelum mencapai kesuksesannya Mang Dul ini selalu jatuh bangun membangun usahanya. Yang sekarang kita lihat ini Mang Dul yang sudah sukses kan? Celaka deh. Ternyata jaringan warung baksonya ada dimana-mana, sampai Brunei bahkan sampai ke Arab. Pantesan saja setiap tahunnya Mang Dul sanggup membeli mobil. Kita terlanjur sudah membuka warung bakso, otomatis ramai atau sepi pengunjung harus kita tungguin. Begitu juga dengan menangkarkan MB, jangan kita hanya melihat penangkar-penangkar yang sukses itu tinggal enak-enakan saja. Pasti kami juga masih akan menemui kendala-kendala, cuman kita hadapi saja dengan rasa suka cita, karena inilah kehidupan.

Om Made sudah paham akan hal ini, karena dia seorang pebisnis dengan jam terbang yang cukup. Datang ke tempat kami hanya berduaan saja dengan anak laki-lakinya yang masih berusia 3 tahun, Julian. Sangat lucu, menggemaskan dan tidak rewel. Hal ini terbukti, ketika bapaknya pergi ke bank si kecil Julian ditinggalkan hanya berduaan saja dengan saya. Dia merasa nyaman dengan saya, padahal kami berdua baru saja saling mengenal, tetapi saya sangat menyukai si anak tersebut. Ini benar-benar datang dari lubuk hati saya yang dalam, sehingga perlakuan saya terhadapnya juga bukan sandiwara semata. Otomatis si anak merasa nyaman dengan saya, meskipun ditinggal oleh bapaknya. Ini lah yang saya maksud tadi, tubuh saya memancarkan energi positiv kepada si anak. Saya rasa bapaknya bisa mengingat kejadian ini. He…he.

Mudah-mudahan Om Made bisa sukses menangkarkan MB seperti bisnis yang digelutinya sekarang ini. Amin…

 

K DSC04030 SKL BF

K DSC04031 SKL BF

K DSC04032 SKL BF

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

8 Comments

  1. Mantaps deh pak haji ulasannya,bikin hati penangkar pemula kayak kami ini tenang..setiap baca artikel skl bf ada aja ilmu baru yg didapat..moga moga skl makin maju..amiiin

  2. Pencerahan yg sangat bermanfaat.
    Mudah2an semuany berjalan lancar pakaji

    • @Budiyanto, amin…

      • Burung ibarat big boz kita p.haji kalo kita ga tau apa maunya si boz bakal ga gajian p.haji..
        Makasi buat artikelnya,makin sukses trus buat skl bf-

        • @Yohan, sama2 Om Yohan, sukses selalu juga dengan GIK BFnya. Amin…

  3. Burung ibarat big boz kita p.haji, kalo kita ga mau mengerti apa maunya si boz bakal ga gajian kita nanti..hehehehe
    Sukses trus buat skl bf dari gik bf cepu

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>