Kami merasa sangat tersanjung ada Muraimania dari Banda Aceh yang memesan anakan MB produk kami. Seperti kita ketahui Provinsi NAD adalah habitat terbesar untuk burung jenis Murai Batu. Awalnya saya tidak percaya, ketika seseorang menelpon saya yang langsung mengenalkan bahwa dirinya dari Banda Aceh. Si orang tersebut langsung menanyakan harga per ekornya, mesti inden atau tidak. Jawaban sayapun hanya singkat-singkat saja, saya pikir ini orang cuman iseng-iseng nanya saja. Begitu dia menanyakan bagaimana nanti prosedur pengirimannya, baru saya sadar bahwa orang ini berminat serius. Akhirnya saya tanyakan namanya.

“Ma’af dengan siapa ini?” tanya saya.

“Nobel Om,” jawabnya.

“Waduh namanya keren banget,” puji saya. Ini bukan hanya pujian basa basi semata, melainkan betul-betul saya kagum dengan namanya. Melihat nada bicaranya yang sopan, akhirnya kami cepat menjadi akrab. Saya menanyakan sekali lagi, mengapa harus pesan jauh-jauh ke Jawa, sedangkan Aceh sendiri gudangnya Murai Batu. Om Nobel menjelaskan panjang lebar, seperti kita ketahui bersama bahwa sekarang sudah mulai susah untuk mendpatkan burung Murai Batu di Aceh. Apalagi untuk mendapatkan anakannya, karena MB dewasanya dieksploitasi terus menerus. Harga MB di Acehpun sudah tidak rasional lagi. Selain itu Om Nobel kepingin melombakan MB hasil tangkaran, tujuannya agar Muraimania di Aceh mengikuti jejaknya untuk menggunakan MB hasil tangkaran.

“Jadi tolong yah Om kasih yang bagus, sekalian untuk promosi di NAD,” pinta Om Nobel.

“Oh iya dong. Meskipun Om Nobel tidak berpesan khusus kepada saya, otomatis akan saya berikan yang kelak layak bisa disandingkan dengan MB hutan di lapangannya,” jawab saya. Om Nobel mau membuktikan kepada Muraimania di Aceh, bahwa MB hasil tangkaran tidak kalah dengan MB hasil tangkapan hutan. Dengan pembuktian yang real, maka yang diharapkan Om Nobel, adalah agar Muraimania di Aceh mulai bersemangat menangkarkan burung Murai Batu. Wah…wah, suatu tujuan yang benar-benar mulia.

“Kapan lagi kan Om, jika tidak di mulai dari sekarang? Apa mau menunggu sampai MB di Aceh benar-benar habis?” jelas Om Nobel penuh semangat. Saya hanya bisa ikut terharu saja mendengarkan semua penjelasan Om Nobel. Saya yakin langkah Om Nobel ini pasti akan membuahkan hasil, yaitu menggugah semangat Muraimania NAD untuk lebih intensiv menangkarkan MB. Amin…

Pertama kali saya sampai merasa serba salah dalam memilih burung MB, karena tidak main-main burung ini kelak harus bisa bersaing dengan MB-MB handal di daerah terbesar asal muasalnya burung MB . Akhirnya pilihan saya jatuh pada salah satu anakan kandang LORENZO SKL 49 (Hitam/Ungu) yang agresiv, lahir pada tanggal 17 April 2014. Burung ini kelak akan memiliki suara yang sangat tajam, tembus. Burung ini untuk sementara waktu oleh pemiliknya dipercayakan di sekolahkan di tempat kami.

Mudah-mudahan kelak burung ini bisa berkiprah di NAD. Amin…Foto SKL 49 ini kami ambil beberapa minggu yang lalu, sekarang kondisi bulunya sebagian sudah mulai berganti ke warna hitam.

 

PM DSC04179 SKL BF PM DSC04180 SKL BF

PM DSC04178 SKL BF PM DSC04181 SKL BF

PM DSC04182 SKL BF PM DSC04185 SKL BF

PM DSC04190 SKL BF PM DSC04193 SKL BF

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

2 Comments

  1. Bukaannya sangar,, pedes cabe rawit ini kayanya.. cm bisa ngiler liat bahan2 Pak Haji, moga2 suatu saat bisa minang yang pke garansi juara.. hehehe

  2. Wokeh jg nih.
    Paruh ngeblimbing…maknyus

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>