Berita Duka lagi, kali ini dari salah satu anakan NUSANTARA SKL 20 (Hitam/Biru) milik Om SUSANTO Sidoarjo. Burung ini sebetulnya sudah berjodoh dengan salah satu betina anakan Mocheng, tetapi tiba-tiba SKL 20 ini terserang radang saluran pernafasan atau serak. Tanpa pemberitahuan kepada saya dulu, tiba-tiba burung ini langsung dipindahkan ke sangkar harian. Tujuannya agar perawatannya lebih gampang, yaitu dengan memberikan takaran obatnya. Perawat burung saya ini jalan pikirannya betul, tetapi dia mengabaikan perasaan si burungnya yang sedang dimabuk cinta pertamanya tiba-tiba begitu saja harus dipisahkan dari istri yang tercinta. Bagaimana jika hal ini terjadi pada diri kita, kayaknya tidak akan beda jauh yah?

Sudah kondisi lagi kurang sehat terserang radang tenggorokan, ditambah dipisahkan dengan istrinya yang tercinta yah otomatis tambah galau. Saya maklumin perawat burung saya ini, tujuannya sih baik. Banyak dari kita manusia menyepelehkan hal-hal ini. Saya mengetahui hal-hal yang sepele ini, karena saya sendiri sudah mengalami beberapa kali kejadian yang sama. Jadi pada suatu saat MB betina pasangannya dari salah satu kandang ternak kami ada yang mati karena telor gagal keluar, eh setelah 4 hari kemudian si jantan menyusul kematian sang istrinya. Dari pengalaman ini kami ke depannya lebih berhati-hati lagi.

Pada suatau hari terjadi hal yang serupa, yaitu si betina mati mendadak. Jadi langsung saja kami sodorkan/jodohkan dengan betina yang baru, agar si jantan tidak terlalu galau ditinggal istri lamanya. Si betina baru di dalam sangkar harian, sedangkan yang jantan kami biarkan lepas di dalam kandang ternaknya. Kami pantau terus setiap hari jumlah pakan jangkriknya, eh tidak satu ekorpun jangkrik disentuhnya. Celaka, benar saja, 3 hari kemudian si jantan tewas juga. Hal yang beginian sudah saya alami sampai tidak kurang dari 5 kali.

Jangan kita menganggap sepeleh perasaan burung, perasaan tetap perasaan. Jadi seperti pada kita manusia saja, ada yang terlalu sensi dan ada yang bebel juga. Ada beberapa MB yang memang terlalu setia terhadap istrinya, sampai-sampai dia tidak bisa menerima kenyataan, bahwa istrinya sudah tewas. Prilaku si MBpun berubah total setelah ditinggal mati istrinya, salah satunya adalah dia kehilangan selera makannya. Perlu dicatat, hal ini tidak terjadi pada setiap MB, tetapi lebih berhati-hati adalah lebih baik bukan?

Jadi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti yang sudah-sudah, kami selalu langsung memindahkan MB yang ditinggal mati pasangannya ke kandang yang lainnya agar tercipta suasana yang baru dengan pasangannya yang baru. Alhamdulillah, sekarang tidak pernah terjadi lagi. Kecuali yang satu ini (SKL 20), karena perawat burung saya masih baru dan tidak memberitahukan kepada saya terlebih dahulu. Sebetulnya tidak masalah dipindahkan dipisahkan ke sangkar harian, tetapi sangkar tersebut harus tetap digantung di dalam kandang ternaknya. Maksudnya, agar keduanya masih bisa saling melihat. Dari pengalaman yang mahal dan berharga ini akhirnya kita bisa belajar banyak. Amin…

Saya juga sudah menghubungi Om Susantonya agar tidak perlu risau, karena selama burung tersebut masih berada di tempat kami maka semuanya masih merupakan tanggung jawab kami. Mudah-mudahan ke depan kejadian seperti ini bisa diminimalisirkan. Amin…

 

N DSC04011 SKL BF

N DSC04012 SKL BF

N DSC04013 SKL BF

 

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

5 Comments

  1. turut berduka cita pakaji.
    yah namanya musibah,kita memang harus berlapang dada atas apa yang terjadi,enak atau yang tidak datangnya dari yang menciptakan.
    tapi kalau hal ini terjadi sama saya pasti galau juga sih,he..he..he

  2. misi om,, bukannya sok tw, tp siapa tw bisa sumbang masukan..
    sy selain main burung kicau jg hobi ayam bangkok dan ternak jg,, kynya kl pengalaman sy itu bukan sakit jatuh cinta, karna di ayam bangkok jg sering gt.. tp kl ayam kampung atau kate malah jarang kasusnya aman..

    nah sy kl ada indukan dalam satu kandang salah satu mati mendadak pas musim2 ganti cuaca plus angin gini biasanya itu kena virus ND (newcastledesease) pasti pasangan nya ikut ketularan dan nyusul mati walaupun sehat. itu nyerang saluran pernapasan bisa dlm semalem doang.. tiap thn itu ada musim nya biasanya bulan feb-maret dan okt-nov.

    kita cegahnya sih di vaksin rutin, tp ini kan ayam gampang suntiknya, kl MB gk tw deh..

    jd kalau blg itu gara2 jatuh cinta kynya gk sampe segitunya, tp pengalaman dr pak haji mungkin gitu, tp logikanya kl jatuh cinta trus mati kynya gk masuk akal kl gak bunuh diri.. hehehehe.. pasti itu virus penyakit pak..

    kalau solusi cegahnya bwt MB gmn wahhh ilmu sy blm sampe situ pak haji,, maaf ya.. hehehe..

    • @Joni, Kebetulan saya juga dulu pemain ayam Bangkok (BK) semenjak tahun1975an sebelum terjun ke burung. He…he.
      Yg Om sampaikan itu argumentasi ilmiahnya. Dari pengalaman kami yg terkait dg burung MB tangkapan hutan, justru tingkat kematiannya akan lebih tinggi ketika di habitatnya lagi musim anakan. Apakah Om sdh pernah mendengar ada indukan MB hutan yang sdh tertangkap, tiba-tiba memuntah-muntahkan makanannya kembali karena stres teringat anakannya yang ditinggal di hutan? Mungkin pikiran Om secara ilmiah, stres karena baru tertangkap kan? Nah coba silahkan sharing sama para pakar MB atau para pemikatnya lansung di Acehnya, mengapa bisa begitu?
      Atau coba lihat acara Cesar Milan, si penjinak anjing yang sangat terkenal seantero dunia itu. Kan sdh kami tulis juga, kebanyakan dari kita terlalu menyepelehkan seekor burung atau MB hanyalah seekor binatang yang kecil saja. Perlu diingat, begitu2 juga mahluk hidup ciptaan Tuhan juga kan?
      Anda pernah kan bertaruh adu ayam? Kalau saya jujur, “dulu” sudah sangat sering taruhan ayam. Pernah kan mengalami, jika kita meragukan kehebatan ayam kita sendiri, tiba-tiba ayam kita juga ikut-ikutan macet mukul yah? Itu sugesti. He…he.
      Jika memang itu terserang virus ND seperti pada ayam, maka MB betina yang baru saya jodohkan di kandang ternak tersebut spontan akan terserang juga yah? Anda tahukan seberapa ganasnya serangan virus ND pada ayam itu? Atau tetangga burung di sebelah kandang ternaknya juga akan terserang yah, seperti kasusnya pada ayam, tetapi kenyataanya tidak begitu pada burung. Makasih unt sharingnya…

      • wah dri lulus sma pakaji dah main ayam bangkok(BK),luar biasa.saya jg pernah denger klo MB stress smp muntah darah atau bunuh diri,tapi kurang tau karena ap stresnya.

        • @Budiyanto, betul Mas Budi, tapi bunuh dirinya bukan gantung diri seperti manusia yah, melainkan dia tidak mau makan sama sekali. Burung sehat, masih lincah loncat sana sini, tetapi yah itu dia tidak mau menyentuh makanan sama sekali. Padahal sebelumnya selera makannya tinggi.
          Begitu juga dengan indukan MB hutan yg baru tertangkap pada musim anakan di habitatnya, dia mau makan tapi sambil ngeriwik seolah-olah manggil2 anakannya, kemudian makanan yang sudah dikunyahnya dikeluarkannya lagi, terus-terusan begini hingga akhirnya mati.
          Mungkin bagi orang2 tertentu tidak terpikirkan hal ini. Burung MB itu pada prinsipnya menganut monogami, hanya sebagian saja yang bisa berpoligami, jadi tidak semua MB bisa dipoligami, seperti pada kita manusia saja.
          Kalau pada ayam Bangkok lain masalahnya, mereka kan sehari-harinya hidup berkoloni. Dan habitat dia memang dekat atau bersamaan dg kita manusia. Kalau MB itu kan jenis burung, yang pada prinsipnya tidak mau di sangkarkan, kalau bisa sih malah terbang bebas. Dan MB hutan itu di habitatnya adalah burung teritorial, jadi dia hidupnya hanya dengan pasangannya saja. Kalau kita tangkap salah satunya, bisa dibayangkan betapa stresnya mereka itu, apalagi jika mereka lagi memiliki anakan. Tetapi ada juga MB yang bebel/gelo, atau EGP. Yang saya ceritakan disini adalah MB yg memiliki karakter yang sensitiv.
          Jika kita tidak mendalaminya atau menghayati betul karakter masing2 burungnya, yah bagaimana kita bisa memahaminya.

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>