Kota Gudeg Yogyakarta memberikan kenangan tersendiri di lubuk hati saya, karena saya pernah hidup disitu selama 6,5 tahun untuk menyelasaikan Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Praktis masa remaja saya dihabiskan di Kota Gudeg ini, jadi bagaimana tidak terkesan? Kota Yogyakarta ibarat kota kelahiran saya saja. Saya mulai hijrah ke Yogyakarta semenjak lulus Sekolah Dasar, yaitu sekitar tahun 1974. Saat itu situasi dan kondisi Yogyakarta sangat jauh berbeda dengan sekarang yang dimana-mana selalu macet. Di jaman itu dimana-mana di Yogyakarta masih di dominasi oleh sepeda, becak dan andong. Saat itu punya motor saja sudah termasuk mewah.

Sampai sekarang setiap liburan semesteran tujuan utama kami tidak ada yang lain kecuali Yogyakarta, tetapi itu jika kami lagi ada rejeki. Amin…

Kulinernya enak, kotanya tidak terlalu besar, sehingga bisa kejangkau tanpa memerlukan waktu yang lama. Lain halnya dengan Jakarta yang menurut saya pribadi terlalu besar, dan dimana-mana macetnya sudah parah sekali. Bukan liburan yang didapat, tapi stres yang kita peroleh. He…he.

Jadi, kalau ada Muraimania dari Yogyakarta yang berminat dengan MB produk kami, hati ini bergetar. Saya mempunyai niatan, agar ada MB SKL yang bisa moncer di Kota Gudeg ini. Amin…Om ALFIANSYAH ini orang kedua yang sudah meminang MB produk kami, untuk itu kami pilihkan salah satu anakan dari kandang PASIR PUTIH dengan nomer ring SKL 638 (Biru/Ungu) yang lahir pada tanggal 21 Maret 2014, dan merupakan saudara kandung dari SKL 882.

Saya sendiri sebetulnya sudah lupa dengan SKL 638 ini, karena dia semenjak kecil selalu saya umbar di kandang ternak agar sifat liarnya bisa tetap dipertahankan sampai usia remajanya. Kebetulan saja di hari itu saya tidak sengaja mengontrol kandang-kandang ternak, eh ada suara burung nembak-nembak tetapi suaranya masih suara khas MB anakan. Jadi saya tanyakan kepada perawat burung saya, burung yang mana ini. Kebetulan stiker nama indukan dan nomer ringnya sudah tidak tertempel lagi dikandangnya, mungkin copot dan jatuh, tetapi perawat burung saya masih hafal dengan burung ini karena dia suka sama SKL 638.

“Anakan Pasir Putih, yang SKL 638 itu Pak,” jawab perawat burung saya. Baru saya ngeh lagi dengan burung ini. Hati ini terasa amat senang, karena masih memiliki anakan Pasir Putih yang sudah menginjak remaja, sudah lagi moulting, bahkan ekor remajanya sudah lagi ngedorong. Suara keturunan dari kandang Pasir Putih biasanya bening, kristal dan tajam. Mudah-mudahan suara SKL 638 ini mengikuti jejak kakaknya, yaitu SKL 882, dan kelak bisa membanggakan sang majikannya. Amin…

 

p DSC04608 SKL BF p DSC04607 SKL BF p DSC04612 SKL BF p DSC04602 SKL BF p DSC04598 SKL BF p DSC04597 SKL BF p DSC04596 SKL BF p DSC04613 SKL BF

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

2 Comments

  1. Terimakasi pak haji.. bulan lahirnya sama dengan bulan lahir saya… mungkin mang jodohnya ni pak haji… sukses terus skl amin..

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>