Mungkin bagi beberapa kalangan masyarakat besarnya SPP Sekolahan Burung SKL BF relativ mahal, kadang ada yang nyeletuk, bahwa SPP sekolah anaknya saja tidak sampai segitu, dan masih banyak celetukan-celetukan lainnya. Pada kesempatan ini kami akan merinci sedetail mungkin untuk apa saja dana 300ribu ini digunakan, dan mudah-mudahan jumlah tersebut saat sekarang  masih cukup untuk merawat seekor burung Murai Batu.

Rincian pengeluarannya sebagai berikut :

1. KrotoSeperti kita ketahui harga kroto dari waktu ke waktu cenderung selalu merangkak naik, tergantung momentnya. Misalnya, pada musim tanam padi dan musim panen padi harga kroto pasti akan cenderung naik drastis, sampai pernah mencapai 300ribu/kg. Pada saat itu kebanyakan pencari kroto lebih memilih mengambil kesibukan berkerja di sawah. Pendapatannya jelas lebih besar beraktivitas di sawah dari pada berburu kroto, karena saat ini paling banyak juga dapat 2-3 Ons per orang.

Pendapatan per orang, jika mendapatkan 2-3 Ons kroto x 20ribu-25ribu/Ons = 40ribu-75ribu/hari saja, sedangkan berkerja di sawah minimal dapat 75ribu/hari, itu masih mendapat makan sekali plus rokok. Kalau pada musim panen padi pendapatannya bisa mencapai lebih dari 100ribu/harinya, dan jelas itu bisa dijadikan penghasilan yang rutin asal mereka mau bekerja saja. Mencari kroto masih berspekulasi, kadang dapat, tapi kadang juga pulang dengan tangan kosong.

Menurut mereka sekarang ini sudah sangat sulit sekali untuk mendapatkan kroto di sekitar daerah kami, sudah terlalu banyak orang yang mencari kroto. Selain itu sekarang pohon-pohon mangga di tempat kami pasti rutin disemprot obat perangsang buah atau yang sejenisnya oleh pemilik/pengontrak pohonnya, agar kelak bisa berbuah lebat. Otomatis keberadaan semut Rang Rang akan hilang dengan sendirinya. Jika kita ambil rata-rata harga krotonya 250ribu/kg (berat kotor), maka 1 ons=25ribu, atau 10 gram=Rp 2.500,-.

10 gram kroto ini masih berat kotor, jika kita bersihkan sampai tinggal yang putihnya saja seperti beras maka penyusutan beratnya sekitar 35%-40%. Misal, kita ambil penyusutannya yang paling minim saja, yaitu 35%. Berarti dari 10 gram kroto kotor itu hanya akan menjadi 6,5 gram kroto super bersih. Itu identik dengan takaran satu sendok makan, dan ini cukup untuk rawatan harian bagi seekor burung Murai Batu. Dari sini sudah kelihatan untuk biaya pengeluaran kroto saja per harinya Rp 2.500,- per satu ekor Murai Batu. Berarti 1 bulan biaya untuk pengeluaran krotonya = 30 hari x Rp 2500,- = Rp 75.000,-/satu ekor MB.

Silahkan Anda rincikan sendiri pengeluarannya per bulan. Selama ini tidak kita rasakan, karena kita mengeluarkan uangnya dengan mencicilnya setiap hari. Akan tetapi, jika kita menghitungnya per bulan maka hasilnya maju mundur tidak akan berbeda jauh.

2. Jangkrik, Vitamin dan Pur. Sekarang harga jangkrik juga fluktuativ. Beberapa minggu yang lalu sempat terjadi krisis jangkrik, dimana-mana hampir kosong semua. Kamipun sampai hunting ke Kota Kerawang. Banyak penangkar jangkrik yang gagal panen saat itu, termasuk kami juga, karena cuaca yang sangat panas. Ini mengakibatkan banyak telor jangkrik yang pada gagal menetas, jika menetaspun anakan jangkrik yang masih berusia 1 mingguan pada tidak tahan hidup alias mati. Harga jangkrik yang biasanya 40-50ribu/1,2kg menjadi 80-100ribu/1kgnya tergantung masing-masing daerah. Sudah harganya tambah mahal, timbangannyapun semakin berkurang, yang biasanya 1,2 kg menjadi 1 kg saja. Pokoknya saat itu uang seperti tidak ada harganya saja.

Jadi kalau pengeluaran untuk jangkrik, vitamin dan pur kita gabung dan dianggarkan Rp 1.000,- per hari sepertinya tidak bermewah-mewahan bukan? Satu bulan = 30 hari x Rp 1000,- = Rp 30.000,-/satu ekor burung.

3. Air Ledeng/PDAM. Untuk memandikan burung dan membersihkan sebuah sangkar burung setiap paginya dengan menggunakan air ledeng kita kenakan biaya Rp 500,-/harinya. Saya rasa angka segitu tidak mewah-mewah banget, karena banyak/hampir semua perawat burung kami yang pada kelupaan menutup kran airnya, ketika menerima telpon dari orang tuanya, istrinya, pacarnya atau temannya. Pada musim kemarau ini di daerah kami masih juga terjadi air ledeng mati pada siang hari. Kadang si perawat burung lalai menutup kran airnya, sehingga pada malam harinya ketika air ledeng kembali mengalir yah nggerojog terus sampai ada yang mendengar/melihatnya, kemudian batu ditutupnya. Jika tidak ada yang melihatnya secara kebetulan, yah bablas angine sampai keesokan harinya tuh air ledeng terbuang sia-sia. Jika kita kalikan untuk waktu satu bulan : 30 hari x Rp 500,- = Rp 15.000,-/ bulan untuk satu ekor Murai Batu atau burung.

4. Listrik. Seperti kita ketahui Tarif Dasar Listrik (TDL) sudah pada naik semua, tiada ampun. Itu akan naik terus disesuaikan dengan waktunya dan hal ini sudah disetujui oleh anggota Dewan yang Terhormat di Senayan. Sepanjang malam, mulai dari jam 17.30an sampai jam 06.00 keesokan harinya di Sekolahan Burung kami itu seperti pasar malam, karena di setiap ruangan burung lampu harus menyala agar pada malam harinya burung-burung masteran pada berkicau. Waktu malam hari adalah saat yang paling baik bagi Murai Batu untuk merekam suara burung masteran. Kalau lampunya dimatikan, bagaimana burung-burung masteran itu pada mau berkicau?

Jika kita bebani setiap ekor Murai Batu Rp. 500,- per harinya untuk biaya listrik, saya rasa itu tidak bermewah-mewahan juga yah? Kalau sebulan 30 hari x Rp 500,- = rp 15.000,-.

5. Gajih perawat burung. Karena Anda sibuk beraktivitas setiap harinya otomatis tidak akan sempat merawat burung sendiri kan? Kebetulan ada tetangga atau keponakan atau saudara Anda yang sedang menganggur diaktivkan untuk merawat burung Anda. Pola rawatan standard seekor MB, adalah seperti pada umumnya saja, yaitu pagi kita kasih makan, kemudian kita mandikan. Selama burung lagi mandi kita bersihkan sangkarnya, setelah burung selesai mandi kita jemur, kemudian kita angin-anginkan sebelum kita kerodong lagi. Kegiatan rutin ini biasanya selesai paling cepat jam 10.00. Di tempat kita pemberian kroto pada siang harinya, sekitar jam 12.an. Makan sorenya sekitar jam 15.an, setelah dikasih makan dilanjutkan si burung itu diangin-anginkan lagi kurang lebih 30 menit. Jam 16.00 diperkirakan selesai semuanya. Berarti tetangga, saudara atau keponakan Anda terikat seharian penuh kerjaannya untuk merawat burung tersebut. Artinya dia tidak bisa sambilan kerja serabutan lainnya kan? Pertanyaanya mau tidak orang itu dibayar Rp 100.000 per bulannya yah? He…he. Kayaknya tidak akan ada yang mau.

Di tempat kami per satu ekor MB hanya dikenakan biaya rawatan tenaga kerja Rp 100.000,-/bulannya loh. Kok bisa? Kenyataannya bisa kan?

Jika kita hitung total mulai dari point ke.1  sampai ke.5 :

1. Kroto, Rp 75.000,-,

2. Jangkrik, vitamin, pur, Rp 30.000,-,

3. Air Ledeng/PDAM, Rp 15.000,-,

4. Listrik, Rp 15.000,-,

5. Gajih Perawat Burung, Rp 100.000,-.

Total biaya untuk per satu ekor burung MB per bulannya : Rp 235.000,-.

Kalau biaya SPPnya Rp 300.000,-/bulan berarti masih ada sisa Rp 65.000,-. Nah apakah dengan sisa uang segitu seseorang bisa memperkaya diri? Dan jangan lupa loh, rincian tadi yang Rp 235.000,- itu belum dihitung biaya untuk rawatan burung masterannya. He…he.

Jika Anda memiliki/merawat burung masteran seperti Cililin yang makan jangkriknya rakus kayak Buto Ijo, atau Cukcak Jenggot yang makannya pisang kepok, pasti biaya rawatannya akan bertambah membengkak saja. Dan jangan lupa juga, dengan sisa uang yang Rp 65.000 tadi itu sudah mengcover Asuransi Jiwa si burung loh. Jadi tambah mumet saja kan? Sebetulnya menjelang akhir tahun 2013 kami sudah pernah mengambil ancang-ancang untuk menutup Sekolahan Burung ini, tetapi ketika artikelnya sudah dimuat pada website kami mulai banyak yang memberikan saran/masukan (setengah protes) agar jangan ditutup. Terutama, dari konsumen kami yang saat ini masih berada di luar negeri.

Kami berharap dengan ulasan yang menurut kami sudah cukup terinci ini tidak ada lagi yang beranggapan, bahwa kami mendapatkan keuntungan materi dari mendirikan Sekolahan Burung SKL BF ini. Kami hanya suka menghadapi tantangan dalam menjalankan hidup ini, karena dari sini kami bisa belajar banyak. Mudah-mudahan kami bisa mengemban amanah ini dan selalu dilindungi oleh Allah SWT. Amin…

Kontak kami: SklBirdfarm.com, Jalan Ahmad Yani No. 37 – 70 Jatibarang, Indramayu. Telepun: 081220072191, 087727505831 dan 085733695959

8 Comments

  1. Saya rasa dng biaya sebesar itu dan memberikan asuransi jiwa si burung kl terjadi (amit amit) kematian,sangat relatif,apalagi dng kondisi skrng yg serba mahal.
    Semoga SKL dan pak haji sll di beri kemudahan dlm mengemban amanah ini.Amin

    • @Aryawan, amin…

      • prosedur penyekolahanya gmn pak?
        smp berapa bulan burung lulus dr sekolah?
        maaf banyak nanya, hehee…

  2. Itu semua didasari karena pakaji perduli kepada KM yang mungkin tidak sempat merawat MB.Dan SKL BF sangat perduli akan produk MBnya.
    maju terus pakaji.
    Bravo SKL BF

  3. kurang kerjaan aja yang nyeletuk-nyeletuk tuh pak haji…
    kalo dipikirnya mahal ga usah disekolahin aja di SKL BF alias dirawat sendiri
    kan gampang toh pak haji… he… he…

  4. Murah bin aman untuk rawatan sebesar itu, apalagi burung alumni skl bf tinggal menikmatinya, maju terus pak haji

  5. hahaha high risk donk jii mending spp di naikin biar lebih masuk akal dan ga tekor terus (klo 500 rb perbulan yah sama aja ky biaya itu burung klo di taruh drmh).. kadang jasa sesorang merawat ga bs di patokin ke rupiah

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>